Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
Kejutan


__ADS_3

Jangan lupa vote ya...


Revisi


'Komandan yang hebat adalah dia yang murah hati dan tidak peduli dengan ketenaran'


Shasa mendiamkan kekasihnya yang sibuk mencari perhatian nya sedari tadi. Sudah hampir 2 jam ia mendiamkan pria berwajah Arab itu.


"Adek!" Ucap Erzo melembut seperti biasanya


"Acaranya udah selesai Bang! Gak perlu ngucapin apa apa lagi" sarkasnya


Erzo terkejut


"Iya iya Abang ngak lagi deh"


Tiba tiba pria menggunakan seragam loreng menghampiri mereka berdua.


"Izin Bang,rencana sudah selesai" lapor nya


"Bagus! Mana?"


"Ini Bang!" Ucapnya sambil memberikan Handphone nya


"Ya sudah kamu boleh pergi!"Ucap Erzo tegas


"Siap!"


Erzo menggenggam tangan Shasa.


"Dek,dari pada diam aja mending latihan Fisik yuk!"


Shasa menatap Erzo tak percaya,Fisik? Ini kan hari ulang tahunnya. Shasa mengira Erzo akan tetap membujuknya. Erzo dapat memakluminya, wajar Shasa kekanakan karena ia baru menginjak usia 18 tahun. Shasa berbeda 6 tahun darinya. Erzo 24 tahun.


Shasa memandang geram.


"Kan sekarang aku lagi ulang tahun Bang!" Tak terima nya.


"Kan Adek sendiri yang bilang gak usah ngucapin lagi. Nih mumpung Adek pake baju olahraga,kita sekalian fisik aja!"


"Ish! Yaudah cepet jalannya! Jalannya kek siput gimana bisa jadi perwira ya?!"


"Iya Adik sayang"


Pria berwajah bule itu menyuruh Shasa untuk berlari sepuluh putaran lapangan Kodam.


"Sepuluh Bang? Serius?"


Erzo mengangguk


"Kalau mau jadi tentara ya harus mampu lah" tegas nya


"Siapa bilang gak mampu? Aku hanya memastikan saja Bang. Tadi kedengarnya Abang hanya menyuruhku sekali putaran saja" elaknya


"Ya Allah,semoga kalau kami punya anak. Anak kami pelari amin...Yaudah cepat!"


Erzo melihat Shasa berlari hingga putaran kesembilan. Tapi Shasa berlari semakin lambat. Shasa ambruk di tempat.


"Ya Allah!" Kejutnya


Ini tidak sesuai rencananya


"Suh! Awas ya anak orang kenapa kenapa!" Ucap Lettingan nya.


"Ya gak sesuai rencana nih Dek"


"Iya Bang,gimana ya?"


"Bawa aja periksa dulu,kalau gak apa apa lanjut ke rencana yang B"


"Siap Bang"


"Sasuh,Angkat dong calbin lu!"


"Ya emang saya yang ngangkat kamu kan perempuan. Mana yang lain?"


"Kan lu suruh nunggu. Rencana A lu gagal."


"Yaudah suruh kesini aja,rencana in dengan Bang Alex"

__ADS_1


"Untung Letting kalau bukan udah gue gibeng Lu Suh!" Ucap Manda


Manda yang seangkatan dengan Erzo.


"Hiii makanya cari pacar sana!" Ejeknya bercanda.


"Apa hubungannya?"


"Biar gak marah-marah!"


______________________________________


Shasa


Aku mengerjap erjapkan mataku,memfokuskan berkas cahaya pada retinaku.


Aku melihat pria ini di sampingku,ia terlihat seperti khawatir.


"Kamu udah sadar dik!"


Kenapa ia bodoh sekali? Jelas aku sudah bangun. Ya pasti aku sudah sadar.


Aku Tak habis pikir,bagaimana aku bisa mencintai pria sebodoh ini?


"Akh" ringis ku ketika kepalaku dilanda pusing.


"Minum dulu Dek!" Wanita yang berpangkat sama seperti pacarku itu menyerahkan air minum nya


Kulihat di Name nya bernama Amanda.


"Te...trima Kasih Bu" ucapku .


Amanda seperti tak terima.


"Panggil saja Kak Manda,jangan Bu. Apa gue kelihatan tua ya? Masuk pendidikan Akmil diusia 19 tahun dan dilantik diusia 23 tahun lalu sekarang usia gue 24 tahun. Suh! Gue tua banget kah? " omelnya kesal


Kenapa pake Gue gue ya? Apa dia dari Jakarta?


Sasuh itu apaan sih? Batinku bertanya.


"Iya Kak...makasih Airnya" ucapku


"Eh nanti lu masuk Akmil ya... biar jadi Adik Asuh gue" ucap nya dengan nada tegas


"Siap Dong!"


"Siap!"


Aku menarik ujung baju loreng kekasih ku. Ia menoleh dan tersenyum padaku. Muka nya mendekat ke arah wajahku.


Oh tidak! Sangat dekat!


"Bila ada sesuatu bisikan saja!"


Ucapnya membuat bulu kuduk ku merinding


"Hah?"


Cengangku tak dapat dibohongi. Kurang ajar! Kenapa Erzo malah mendekatkan telingaku padanya?


"Siapa dia?" Bisikku padanya


"Sasuhku...Lettinganku..."


Benar benar kurang aja! Erzo tertawa setelah membisikan ku dengan nada nya yang sensual. Aku pernah membaca Novel karya E.A.E yang judulnya 'Tuanku Istriku' disana mengatakan bahwa Xasena lah yang menyamar menjadi pria untuk menikahi prianya. Lalu aku membaca halaman selanjutnya. Adham selalu meremang ketika mulut Xasena berada ditelinga nya.


Dan fakta! Inilah hal yang kurasakan,jadi Novel itu sedikit benar. Aku benar benar meremang Errrrzh...!


"Bukan! Kenapa sangat dekat Bang?" Ucapku berusaha dengan nada sensual


Amanda menatap kami heran


"Dia sepupuku,Ibunya adik Abiku" Balasnya


Oh pantas! Pantas saja mereka sangat dekat.


"Dek,apa kamu mau di sini sampai besok?" Tanya Amanda


Aku menggeleng,buat apa aku berada disini sampai besok?

__ADS_1


"Ya udah ayo keluar!" Aku mengangguk


Tetapi saat aku keluar,aku diberikan kejutan yang tak akan pernah aku rasakan jika tak bersamanya.


"H-A-P-P-Y B-I-R-T-H-D-A-Y !!!"


Kulihat beberapa tentara,lebih dari sepuluh orang membawa balon huruf dan bunga bunga indah.


Aku membekap mulut ku tak percaya.


Diakah? Apa Erzo yang menyiapkan semua ini untukku?.


"Selamat Ulang tahun Belahan Jiwaku" ucapnya lantang


Belahan jiwa? Kenapa begitu?


Aku menangis,aku mengira ia takkan mengucapkan lagi.


"Udah udah jangan nangis,nih tisu buat lap ingus!" Ucap Manda


Kenapa ia tak bisa melihat suasana? Kenapa harus pakai di ejek segala? Uhk menyebalkan,jika tidak ada orang sudah kuberikan tinjuan Jab Strike, Hook Dan Uppercut. Lengkap bukan?


Dari wajahnya itu loh sudah seperti ingin membidikku dengan senapannya.


Oh jika ini permainan sudah 'tak OAM ndas'e'


Aku berusaha tersenyum untuk Manda,toh dia akan jadi Ipar ku hihihi.


"Ma..makasih ya Bang"


"Iya dek"


Erzo memberiku Coklat dan kotak merah beludru.


Ya ampun Cincin!


Ia jatuh,ia berlutut dihadapan ku.salah satu kakinya tetap.


Oh tidak ini seperti drama korea yang biasa ku tonton 'Descendants of the sun'


"Jadilah Tulang rusukku! Aku siap menunggumu sampai kapanpun" Ucap nya serius


Aku malu! Mungkin pipiku memerah


Ini apa sih? Sebuah lamaran? Atau apa? Mereka semua bersorak terima terima.


Aku mengangguk,uh apa apa an ini? Benar benar malu.


"Iya Bang"


Ia menyematkan cincinnya di jari manisku.


Aku menatap terus cincin itu.


"Jadi ini pujaan hatimu? Masih kecil dik!"


"Siap Bang!"


"Anaknya perwakilan kan?" Tanya nya pada ku.


Aku mengangguk.


"Masih kecil!" Ucapnya


Kecil? Kecil darimana? Umurku sudah 18 tahun loh! 18. Ingin sekali aku melempar pria ini ke **,untung saja tampan.


"Oh udah 18 tahun ya,kira in 15 tahun." Semprul coba baca dari tadi


"Berapa tinggimu?" Tanya nya


"172 cm" jawabku


"Posturmu bagus" kulihat Erzo sedikit mendidih


"Bang,Bang ini punya saya loh" Ucap nya


"Oh iya lupa"


Erzo merangkul Shasa.

__ADS_1


Shasa tersenyum padanya.


Bersambung


__ADS_2