
Jangan lupa vote ya
Revisi
'Jika kukumu panjang,potonglah kukunya bukan jarimu. Jika terjadi perdebatan potonglah egonya bukan hubungan nya'
Shasa memandang jalanan yang sudah habis diguyur oleh hujan.
Sampai kapan Tes ini berakhir?.
Sampai kapan Erzo datang menemuinya? Argh kapan sih?. Shasa tidak akan seperti Aluna. Yang sedari awal ingin menjadi Kowad tetapi karena sudah jatuh cinta pada salah satu Tentara ia mengundurkan cita cita impiannya sejak kecil.
Shasa tidak akan seperti Aluna, ia percaya Erzo adalah pria baik baik.
Ia malas melakukan segala hal,padahal lusa ia akan ada pertandingan Tarung Derajatnya. Dan besok ia akan berangkat.
"Kak di panggil Bapak" ucap Ariel adik keempat nya
"Iya" ucap nya malas
Ia benci,sudah hampir 2 minggu ia tidak berjumpa dengan kekasihnya. Tetapi jika tidak ada sang Bapak,apa yang akan mereka lakukan pada malam itu?.
Lebih dari ciuman?
Bisa jadi.
Sekarang Shasa sudah berdiri dihadapan sang Bapak. Ia Menatap mata coklat itu.
"Sudah Berakhir!"ucapan itu lolos dari bibir sang Bapak?
Apa nya yang berakhir? Tes? Bagaimana Shasa tau tes apa. Orang saja ia sendiri tidak mengetahuinya.
"Sudah selesai kamu dengar tidak?"
"Apanya?" Tanya nya tak kalah sengit toh saat ini ia belum jadi Tentara
"Hubungan kalian!"
Pernyataan itu membuat Shasa mendidih sekaligus ingin menangis.
"Kenapa sih Pak?" Ucap nya dengan nada memelas
"Gak kenapa kenapa. Biar kamu lebih fokus tahun depan nya"
"Ta...tapi Pak!"
"Kalian boleh bertemu,tetapi KAMU! sudah Bapak putuskan boleh berhubungan lagi dengannya ketika sudah jadi Kowad"
"Lah! Shasa malam itu hanya khilaf Pak"
"Coba kamu pikir,kalau Bapak gak ada bagaimana? Sudah hamil kamu sekarang!"
Shasa terdiam.
"Jika dia benar benar serius dengan kamu. Dia akan dengan rela hati menunggu kamu sampai berhasil! Pria yang menemani wanita dari Nol itu jarang sekali! Bahkan sudah hampir punah!. Banyak sekali ketika sang wanita sudah sukses mereka yang meninggalkan menyesal"
"Ia seperti kamu Mas, kalau aku gak cinta dengan kamu. Gak akan pernah aku mengundurkan diri dari Militer. Banyak ribuan wanita yang mendaftar hanya 2,3 orang yang diterima. Paling banyak 4 perempuan. Dan salah satunya saat itu aku!" Ucap Ginka sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Dek!" Ucap sang Bapak memelan
"Aku gak setuju Mas,kalau hubungan anak kita berakhir,ibaratkan jika saat aku masih jadi Kowad dan kamu Pratu. Lalu aku menikah dengan Dantonku. Bisa bunuh diri kamu Mas. Sudah banyak kasus seperti itu. Jadi kamu biarkan hubungan mereka mengalir seperti air. Aku yakin Erzo anak baik baik ia tidak akan merusak anak kita" kali ini Shasa setuju dengan ucapan mereka
"Iya Dek,tadi Mas mau begitu. Cuma ngetes mental anak kita aja. Ucapan tadi itu gak benar benar kok."
"Halah! Nanti kamu tidur di luar!"
"Dek! Dek!" Ucapnya sambil mengejar Ginka
"Tes dari Bapak sudah berakhir,besok kamu boleh bertemu Erzo" ucap Ginka
Shasa bersyukur dalam hati,untung iq memiliki Ibu sebaik Ginka. Ginka tak tahan melihat anaknya murung bebelakangan ini.
"Tapi jangan aneh aneh lagi!"
Shasa mengangguk.
*
__ADS_1
*
*
*
*
Hampir seharian Shasa mencoba menghubungi Erzo. Tetapi ponsel Erzo tidak aktif aktif.
"Kenapa dengannya?" Monolog nya
Padahal besok ia sudah harus berangkat, apa Erzo tidak ingin memberikannya ucapan selamat?
Ia kesal,pasalnya sedari kemarin nomor asing tak dikenal berusaha untuk selalu menghubunginya tanpa meninggalkan pesan.
"Argghhhh siapa sih nelponin terus!" Teriaknya kesal
Dengan akhir ia mengangkat nya.
"...."
Shasa tak berbicara ia hanya membiarkan sang penelfon berbicara duluan.
"Dek!" Ucapnya serak hampir tak bersuara
"Siapa?" Tanya Shasa
"Ini Abang Dek"
"Bang Erzo?"
"Iya Dek"
"Ya Allah,dari kemarin Aku berusaha hubungi kamu. Tapi gak bisa! Abang dimana sih?"
"Abang abis kecelakaan Dek"
"Kecelakaan? Dimana Bang? Kapan? Rumah sakit apa?"
"6 hari yang lalu Dek. Abang udah baikan Dek. Di rumah sakit Husada"
"Ngak usah Dek,udah sore ini. Mending kamu persiapkan diri untuk besok saja"
"Aku pergi dengan Ibu aku Bang."
"Hati hati dijalan ya"
______________________________________
Kedua orang,anak dan ibu itu masuk. Dan mencari dimana ruangan sang kekasih dirawat.
Tak lama mereka menemukan ruangan tersebut.
Mereka masuk.
Terlihat Erzo dengan tangan kiri dipasang infus dan ada 1,2,3,4,5 orang yang menjenguk. 4 yang Shasa tebak adalah rekan kerja Erzo dan satu errrrh Shasa tidak tau.
Karena itu wanita berambut panjang. Sudah dipastikan bukan Kowad. Apa lagi belahan dada nya yang begitu besar.
Asli... Asli buatan dokter.
Shasa menaruh kebelakang kue buatan nya. Yang ia buat spesial untuk Erzo seorang.
Shasa mundur karena melihat berbagai macam kue di nakas samping tempat tidur Erzo.
"Assalamualaikum..."ucap Ginka dan Shasa masuk
"Waalaikumsalam " jawab semua pria tersebut kecuali yang wanita itu
Wajah Erzo menjadi sumringah.
"Gimana keadaannya Nak?" Ucap Ginka sopan
"Alhamdulilah sudah baikan Bu. Nanti malam di cek lagi. Kalau sehat lusa sudah boleh pulang" jawabnya sopan
"Sini Sha!" Ucap Ginka yang melihat anaknya mematung malu
__ADS_1
"Ah iya"
"Sini Sha masuk!" Ucap Erzo
"Iya Bang. Gimana keadaan Abang?"
"Alhamdulillah... lebih sehat semenjak kamu datang"
"Tes dari Bapak sudah selesai" bisik Shasa pada Erzo
"Beneran Dek?" Tanyanya tak percaya
"Iya Bang ini berkat bantuan Mamak."
"Alhamdulilah,terima kasih Bu"
"Eh? Apa ya?" Tanya Ginka tidak Tau
Karna sisa memberitahu Erzo dengan cara berbisik.
"Siapa kamu dia Bang?" Tanya wanita sexy di depannya
"Oh iya,Bang kenalkan ini Shasa pacar anaknya perwakilan Kodim xxx. Valentyna kenalkan ini Pacar Abang. Dek kenalkan ini Pacar Bang. Ijin Bu,kalau yang ini calon mertua saya" Ucap nya tegas
Valentyna seperti tak senang. Shasa merasa Valentyna akan menjadi saingannya.
"Kok status Fb Abang masih lajang?" Ucap Valentyna
Glek...
Shasa memelototi Erzo .
"Oh lajang ya Bang?" Ucap Shasa sambil tertawa kesal
"Eng...enggak Dek"
"Oh enggak ya"
"Iya enggak lah"
"Mungkin situ gak diakui pacar. Karena orang gak punya terus kurang etika!" Ucap Valentyna
"Eh mulut kamu di jaga ya! Saya selalu mengajari anak saya etika dan sopan santun. Lihat dari bicara kamu seperti itu berarti kamu kurang di didik orang tua!" Ucap Ginka tak terima anaknya di maki
"Mak sudah biarkan aja" Ucap Shasa
"Gak bisa Sha. Kamu Mamak didik loh!"
"Ih kalau gue punya Ibu kek gitu euyyyhh... eh Tante lu gak pernah pendidikan ya? Lembek amat! Gini gini gue ini Atlet renang"
Oh atlet renang ya? Ginka atlet renang sekaligus pelari semasa muda dulu.
"Kamu kalau bicara yang sopan,jangan lu gue lu gue. Kalau saya lembek dan tidak berpendidikan saya tidak akan lulus Kowad! Coba lihat kamu! Siapa pria yang mau sama perempuan seperti itu. Andaikan di suruh memilih, pilih permen yang jatuh tapi terbungkus atau permen yang jatuh tanpa bungkus sudah dihubungi semut? Pasti memilih yang terbungkus." Ucap Ginka tenang tetapi kena
Ia tidak akan marah jika anaknya tidak akan di lecehkan.
"Bang kamu bawa cewek gini dari mana sih?" Tanya Shasa kesal
"Teman Fb ku Dek"
"Valentyna cukup!" Ucap salah satu pria itu
"Rik,Rik,suruh dia pergi aja. Pusing ada dia disini" Ucap Erzo sambil menatap Valentyna
"Kok aku Bang?"
"Maaf Dek,kamu yang buat masalah duluan. Kamu sudah tidak sopan dengan keluarga saja."
"Jangan kasih harapan perempuan dong!" Ucap Valentyna
"Kamu kasih dia harapan Bang?"
"Engak Dek! Ia salam terus aku jawab. Aku gak pernah ngasih harapan Dek. Seharusnya ia tau aku pasang foto perempuan berarti aku sudah punya Pacar"
"Nanti kalau udah sembuh jelasin ya Bang!" Ucap Shasa tersenyum kesal
Ginka tertawa melihat anaknya cemburu
__ADS_1
Bersambung