Akhir Cinta Yang bersandingkah ?

Akhir Cinta Yang bersandingkah ?
End


__ADS_3

Jangan  lupa vote ya


"Ada apa Bang? Di telfon dengan Pak Adnan lagi?!" Tanya Shasa dingin menahan kesal


Erzo mengangguk


"Katakan saja,apa yang di suruh?"


Erzo ragu untuk menjawab


"Aku gak mau kalau kamu di suruh nikah ya Bang!" Ucap Shasa


"Ngak Sha! Bukan begitu! Mausy mengancam mau bunuh diri lagi kalau gak Abang temani jalan jalan lagi." Ucap nya pelan sambil menunduk


Shasa mengangguk,Bu Danki itu berganti baju yang lebih Longgar.


"Ya udah sekarang ke rumah Pak Adnan Bang. Nanti sore adek ada Senam di lapangan"


"Gak usah Dek! Kamu masih hamil muda!" Larang Erzo pada istrinya


"InsyaAllah anak kita kuat kok Bang. Percayalah Adek ini Ibunya." Ucap nya menyakinkan


"Huft,tapi hati hati ya"


"Iya Bang"


Mereka berdua keluar dari rumah, di depan banyak para Tentara yang sedang Korve.


"Ijin Bu,selamat Pagi" sapa wanita itu ramah


"Selamat pagi Bu Rudy." Jawab Shasa


"Mau kemana Bu?" Tanya Bu Rudy


"Mau pergi keluar sebentar kok Bu"


*


Mereka sampai di Depan rumah Pak Adnan.


Erzo menggandeng masuk Shasa.


Adnan sedang duduk di teras rumahnya sambil membaca koran.


"Izin,Ndan!" Ucap Erzo dan Shasa memberi hormat


"Pagi sekali kamu datang Erzo! Tapi untung lah. Kasihan Mausy dari kemarin belum makan." Ucap Adnan


Shasa bingung kemana anaknya Mausy? Oh iya ia ingat jika anaknya Mausy itu di asuh oleh Mbak Elsa.


"Suruh Mausy makan Bang!" Ucap Shasa berusaha sambil tersenyum


"Dek!"


"Ini perintah dariku!,Aku yang akan berbicara dengan Pak Adnan"


Bisik Shasa pada suaminya


Erzo izin dan masuk ia berusaha untuk membujuk Mausy keluar untuk makan. Ck merepotkan sekali,biarkan saja ia mati begitu saja. Lebih menguntungkan.


"Bagaimana dengan kamu Sha?" Tanya Adnan pada Shasa


"Siap baik"


"Apa kamu tidak keberatan suami bersama Mausy?" Tanya Adnan sambil senyum


"Siap,keberatan. Apalagi sekarang saya sedang hamil. Saya ingin menjadi prioritas utama suami saya dan bukan anak Bapak!" Ucap nya dingin


Adnan sedikit emosi mendengar jawaban dari istrinya Erzo,begitu berani sekali ia dengan seorang yang pangkatnya jauh lebih tinggi.


"Kamu!"

__ADS_1


"Siap! Saya adalah istri sah dari Lettu Erzo. Jika anak Bapak ingin menikah,cari saja pria lain bawahan bapak juga banyak" jawabnya berani


Shasa tidak ingin rumah tangganya hancur hanya karena keegoisan satu orang saja.


Adnan sedikit emosi mendengarnya tetapi ia tertawa.


"Kamu hanya anaknya Tamtama ucapan kamu seperti anaknya Jenderal saja!."


"Siap,saya diajarkan oleh orang tua saja untuk membela diri saya ketika benar." Jawabnya berani


"Bagus ajaran orang tua kamu. Tapi saya sudah menyetujui Erzo untuk bersanding dengan anak saya" Pancingnya


Shasa emosi mendengar hal itu,tetapi ia tersenyum dan akan membuat Letkol di depannya ini kesal.


"Ijin,maaf Komandan suami saya tidak akan melirik anak Komandan walaupun telanjang bulat"


Adnan meludah


"Cuih,Tentara jika di lihatin dada sebentar saja meminta lebih"


"Itu Papi kali!" Sahut Elsa yang berada dibelakang


"Siap Mbak Elsa!"


"Sudah Dek,jangan formal formal "


"Kenapa kamu kesini lagi?" Ucap Adnan marah


"Papi tau? Kejadian itu bukan kesalahan Elsa! Tapi Mausy!" Ucap Elsa geram


Pasalnya ia yang dituduh merusak rem mobil sehingga mengakibatkan Kaki Adnan patah.


Erzo keluar bersama Mausy.


"Elsa bawa bukti nya kok Pi!"


"Mana?"


Raka datang sambil membawa orang,Mausy terkejut bibirnya langsung pucat pasi.


"Katakan! Saya tidak akan memenjarakan mu tetapi orang yang memerintahmu" ucap Elsa


"Ba...baik baik" ucap pria itu sambil menatap Mausy takut


"Katakan!"


"Itu mbak Mausy yang memerintahkan saya untuk membuat Ayahnya Mbak Mausy meninggal"


Deg..


Adnan terkejut dengan penuturan orang tersebut.


"Kamu Bohong!"marah Adnan


"Ti...tidak! Say..a juga di suruh untuk membunuh Perempuan ini beberapa tahun yang lalu. Te...tetapi anak buah saya gagal."


Deg...


Semua orang yang di sana terkejut,Shasa tidak mengira itu adalah perbuatan keji Mausy.


"Kenapa kamu lakukan itu Mausy?" Marah Shasa pada Mausy


"Hahahaha makanya kamu jangan bodoh jadi perempuan!"


Mausy menarik Erzo dan mengancam dengan pisau yang ada di leher Erzo.


Mausy telah menyiapkan pisau?


"Jangan lakukan itu Mausy! Aku sedang Hamil... aku gak mau anakku lahir tanpa Ayah!"


"Ck? Tanpa Ayah? Kalau kamu gak datang ke acara Hijab kabul kami saat itu mungkin anakku juga lahir memiliki Ayah. Tapi apa kamu malah menghancurkan Semuanya"

__ADS_1


"Dasar kamu perempuan sundal!" Maki Elsa pada Adiknya


"Kamu sama seperti Mami! Kamu hamil bukan sama Erzo! Wajar jika ia membatalkan pernikahan mu."


"Mami bukan perempuan Sundal! Mami selingkuh karena Papi jarang dirumah!" Bela Mausy


"Kalau saat itu aku tidak peduli padamu. Mungkin sampai sekarang aku bisa melahirkan anak lagi! Aku memasang CCTV! Aku tidak marah karena berfikir kamu itu Adikku" marah Elsa


Adnan menjadi terkejut,awalnya ia ingin menikahkan Mausy dengan anak Rekan nya tetapi melihat anaknya begitu jahat. Adnan lah yang akan menghukum Mausy sendiri.


"Aku tidak peduli! Aku juga berharap kedua anakmu mati hahaha" tawa Mausy


Erzo mengambil kesempatan lengah Mausy,ia memelintir tangan Mausy. Shasa menendang pisau di tangan Mausy,hingga terlempar jauh ke tanah.


"Aakkkhh Papi! Tolong Mausy! Mausy kesakitan" Adnan meneteskan air matanya mungkin ini jalan yang terbaik untuk anaknya


                            ❤️❤️❤️


Usia Kandungan Shasa sudah menginjak ke bulan sembilan.


"Assalamualaikum Baby Erzsha!"


Shasa mengenal jelas suaminya. Erzo memanggil anak mereka dengan sebutan Baby Erzsha.


Mereka merahasiakan jenis kelamin anak mereka, agar spesial jika lahir.


Apapun jenis kelaminnya Erzo dan Shasa akan menerimanya yang penting lahir dengan sehat dan selamat.


"Yeay!!! Daddy sudah pulang!" Ucap Shasa pada perut buncitnya


Erzo berjongkok dan mencium perut Shasa yang buncit.


"Sore ada acara di Kodam. Hut Dirgahayu TNI Dek"


"Adek sudah tau Bang" senyum Shasa jahil


"Hmm cepat sekali."


"Hmm nya biasa aja kali!" Gemes Shasa sambil menggandeng tangan suaminya masuk


Shasa menyiapkan baju yang akan ia pakai untuk nanti sore.


"Katanya ada Artis juga ya Bang?"


"Iya ada Dek"


"Awas kamu ya! Gak usah ikutan Joget Bang!"


Erzo memeluk Shasa.


"Kenapa aku harus Bergoyang dengan mereka? Sedangkan aku memilikimu untuk ku goyang!" Ucap nya Vulgar


Pipi Shasa memerah


"Ngomong apa sih Bang!"


"Benerkan...? Hmm olahraga yuk Dek!"


"Iya Bang" jawab Shasa malu


Mereka berdua pada akhirnya tetap bersatu dan akhir cinta mereka itu bersanding hingga ke pelaminan.


Mausy dihukum selama 12 tahun penjara sebenarnya 30 tahun tetapi Shasa dan Elsa meminta untuk di kurangi hingga menjadi 12 tahun penjara.


Mausy terlilit banyak kasus,Narkoba,pembunuhan berencana dan penipuan.


Pembunuhan berencana bukan hanya 1 orang saja 2,3 lebih.


Anak Mausy diangkat menjadi anak Elsa. Albark sangat Tampan tapi sayang ibu ya tidak bisa menjaganya lagi.


Tamat

__ADS_1



__ADS_2