
"Bagaimana ini apa aku harus ke dokter kandungan sesuai saran kakak ya..??" gelisah seorang wanita cantik yang tengah merasakan perasaan berkecamuk antara iya dan tidak hanya itu pilihan nya
***Flashback On***
"Hoek..Hoek.. Hoek.."
"Manda kamu kenapa..?" Cate mencoba menenangkan adiknya agar rasa mualnya berkurang
""Hey Manda kamu sakit kah..? Ayo ke Rumah Sakit aja" saran Erica khawatir dengan kondisi adiknya
"Nggak apa-apa kak Manda paling cuma masuk angin aja hahh" ucap Manda menenangkan kedua kakak nya
"Ya udah kamu istirahat aja biar Kaka bikinin teh anget ya" Cate memapah Manda menuju kamar nya dan membaringkan Manda dengan hati-hati
Tak berapa lama Cate membawa bubur dan juga teh anget untuk Manda agar perutnya terasa nyaman
"Manda sayang ..makan dulu ya biar gak lemes"
"Hmm..dikit aja kak "
Baru beberapa suap Manda berlari masuk ke kamar mandi dan mengeluarkan nya lagi hal itu menjadi tanda tanya besar untuk kedua kakak nya
"Hey you ok..?? wait have you periode this month..??" tanya Erica tiba-tiba
"Ma-maksudnya apa kak..?" dengan lirih Manda bertanya
__ADS_1
"Wait aku ke luar sebentar "
Tak berapa lama kemudian Erica k mbali membawa sebuah kantong kresek kecil dan berisi benda panjang tipis seperti termometer ukuran mininya
"Try it..!!" titah Erica dengan tegas tanpa mau penolakan
"Kak aku hanya masuk angin untuk apa benda ini kak..?"
"Iya Rica kenapa kamu tiba-tiba beli test pack ..?"
Merasa jengah dengan pertanyaan lagi akhirnya Erica mendorong Manda dengan paksa agar mau mencoba alat tersebut
Setelah menunggu hampir 20 menit Manda kelyar dengan raut wajah sulit di artikan membuat kedua kakak nya bingung
"Bagaimana hasilnya Manda..??" tanya kedua kakaknya dengan penasaran yang m membuncah
"Oh My God Manda..tell me who..??" geram Erica bertanya pada Manda dengan nada marahnya
"D-davin ka"
"Apaaaaaa..???"
"Periksakan ke dokter kandungan secepatnya dan minta pertanggungjawaban laki-laki itu"
****Flashback off****
__ADS_1
Setelah menimbang-nimbang akhirnya Manda memutuskan untuk memeriksakan ke dokter kandungan untuk lebih jelasnya
Selang 30 menit sebuah foto hitam putih di pegang tangannya dengan gemetaran seakan tak percaya benar adanya kehidupan di dalam rahimnya sungguh perasaan apa ini antara senang dan sedih ntah lah yang paling utama Nikmati proses demi proses nya
Setelah dari Rumah Sakit Manda kemudian menuju arah pulang ke rumahnya tapi di tengah jalan taksi yang di tumpanginya di cegat oleh sebuah mobil Van hutan dan keluarlah beberapa orang dengan badan kekar serta berbaju hitam
Manda yang panik segera menghubungi Davin ntahlah dorongan dari mana hingga orang pertama yang ia pikirkan hanya Davin saat ini
Tutt..Tutt..
"Hallo Manda sayang ada apa ..?"
"Davin tolong aku "teriak Manda panik karena kaca mobil di gedor dengan kuatnya
"Hey ada apa, share lokasinya Manda " Davin yang khawatir pun akhirnya bergegas mengikuti lokasi GPS ponsel Manda
"Davin tolonggggg ...lepassss akhhhh"
Hening...tiada lagi suara Manda seketika raut wajah Davin berubah menjadi garang bak raja iblis yang siap memusnahkan semua pengganggu nya
Sesampainya di lokasi terlihat anak buah Davin tengah berkelit dengan para bajingan yang hendak mengganggu dan menculik Manda,mata Davin menelisik mencari seseorang yang sangat ia khawatirkan ya orang itu adalah Manda.
"Manda sayang are you ok..?" tanya Davin memeluk dan mengusap serta mencium kepala Manda dengan hangat takut wanitanya kenapa-kenapa
"Aku b-baik d-Davin" jawab Manda lirih sedetik kemudian Manda terkulai pingsan karena syok dengan insiden penyerangan dadakan itu
__ADS_1
"Hey..Manda bangun sayang..Manda bangun "
Davin bergegas membawa Manda menuju mansionnya serta tak lupa menghubungi Alva untuk memeriksa keadaan Manda