
Setelah pekerjaan Manda selesai dia menunggu bosnya keluar benar saja tak berapa lama akhirnya bosnya keluar juga. kemudian mereka bergegas menuju suatu tempat sebelum ke acara pesta pernikahan itu sendiri
"Sudah siap..???" tanya Davin menghampiri Manda yang tengah menunggu nya
"Iya tuan siap.."
"Ayo..!!!" sambil menggandeng tangan Manda Davin berjalan seolah sedang tidak melakukan kesalahan
"T..tuan ta-"
Belum sempat Manda selesai bicara Davin sudah memotong nya terlebih dahulu dengan nada tak terbantahkan agar gadisnya diam
"Aku tidak menerima penolakan"
"Baiklah"
Setelah mereka sampai di mobil kemudian Davin melesatkan mobil tersebut menuju tempat yang sudah dia booking sebelumnya
"T..tuan kita mau kemana ya..??"
"Diam dan jangan bertanya lagi kalau tidak akan ku cium kau sampai berhenti bicara lagi"
"Baik tuan"
Tak berapa lama mereka sampai di butik langganan Davin bersama keluarga besarnya karena Davin dan keluarga percaya kualitas serta model gaunnya adalah terbaik.
Setelah sampai Davin keluar dari mobil di ikuti Manda yang dengan seribu pertanyaan dalam bwnaknya oh sungguh mau apa mereka si butik..?
"Ayo masuk..!!" ajak Davin sambil menggandeng tangan Manda sontak mereka jadi pusat perhatian para karyawan butik
"Tuan jangan pegang-pegang bisa tidak saya malu di lihatin"
"Sudah diam saja"...
__ADS_1
"Hy Jes sudah kau siapkan pesanan ku..?"
"Sudah tuan sesuai perintah anda"
"Bagus tunjukan "
"Baik mari nona ikut saya "
Tanpa menunggu jawaban Manda pemilik butik sudah menarik tangannya hingga dia terpaksa mengikutinya.
"Wahhhh...cantik sekali ini"
"Silahkan nona anda pakai yang ini dulu "
"Hah..saya pakai..?"
"Iya nona mari silahkan ikuti saya"
"Baiklah "
"Apakah sudah selesai dia..?" tanya Davin dengan penasaran
"Sebentar tuan sedikit lagi selesai "
Akhirnya yang di tunggu sudah selesai dan begitu cantik rupawan sekali Manda..
Davin terperangah melihat penampilan Manda yang telah di rombak Secara keseluruhannya bahkan Davin tak berkedip dibuatnya hingga suara dehaman menyadarkan Davin dari keterkejutannya
"Ayo berangkat sudah waktunya "
Davin pun tak kalah tampan dengan setelah tuxedo hitam yang semakin membuat auranya keluar dan membuat para wanita menggila
__ADS_1
"Tampannga.." celetuk Manda tanpa sadar memuji penampilan Davin
"Iya aku memang tampan "
"Terserah "
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat dan acara belum selesai sebelum tamu kehormatan datang
"Ayo kita masuk jangan jauh-jauh dari pandangan ku kau mengerti..??"
"Mengerti tuan"
"Ingat di dalam kau jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi paham,panggil sayang "
"Ta..tapi tuan ..."
"Sudah ayo masuk" Davin memeluk pinggang Manda posesif
Setelah keduanya masuk mereka langsung jadi pusat perhatian di acara pesta tersebut bahkan sang pengantin hanya bisa berdecak sambil menggelengkan kepalanya
"Sorry Sheila aku telat,selamat menempuh hidup baru ya buat kalian semoga langgeng sampai tua dan cepet dapet momongan" ucapan selamat dari Davin di sambut hangat oleh sang pengantin
"Thank Vin kau jangan hanya kondangan kapan kau diblondangin jangan lama-lama nanti lumutan tu pisangnya" kata Sheila pada Davin hingga menimbulkan gelak tawa di antar mereka
"Haha kau tau saja tenang sebentar lagi aku nyusul kalian"
Tak berapa lama mereka ngobrol dengan serius hingga Manda ijin ke toilet karena gugupnya melanda.
"Aduh jantung ku.." ucap Manda memegang dadanya yang berdetak kencang
"Hy sob siapa cewe tadi mainan baru kah?"
__ADS_1
"Hey jaga mulutmu..!! Perempuan itu kekasihku..!!"