
Pagi hari ini begitu menyenangkan karena tadi malam Manda di hubungi langsung oleh asisten sang CEO perusahaan Smith dan mengatakan jika dia di terima bekerja di perusahaan dan besok pagi harus ke kantor untuk bertemu dengan sang CEO .
*Flashback malam kemarin*......
Saat Manda , Cate,dan juga Erica tengah bercengkrama di depan layar televisi tiba-tiba ponsel Manda berbunyi dan tertera nomor baru , awalnya Manda ragu tapi kemudian dia angkat
"Hallo selamat malam dengan siapa ya..?" Jawab Manda pada intinya
"Oh ya hallo selamat malam juga,maaf mengganggu waktu nya saya Albert Alfonso asisten CEO perusahaan Smith Company dan saya mau menyampaikan informasi bahwa anda di terima untuk bekerja di Smith Company dan di harapkan besok untuk datang bertemu dengan CEO kita untuk membicarakan m ngenai posisi dan gaji yang akan nona terima"
" Hah..ini seriusan pak?anda tidak lagi ngeprank saya kan?"
"Tidak nona ya sudah besok di tunggu kehadirannya ya baik selamat malam dan maaf mengganggu waktu anda"
"Ah..iya terimakasih pak terimakasih banyak "
Panggilan terputus Manda segera menghampiri kakaknya dan menceritakan kabar gembira ini dan betapa senangnya mereka mendengar kabar tersebut.
*Flashback on*....
__ADS_1
"Kaka ayo sudah siang nanti terlambat bagaimana..?"
"Ampun nih bocah..hey ini baru jam 6 Manda sayang kamu mau ngapain jam segini di kantor hah mau jadi penunggu kantor heran ih ..?" sahut Erica dengan berkacak pinggang
"Ishh..ya udah cepetan mandi gih mau jam berapa gak penting udah sana ka''
"Huh iya iya iya dasar kucing nakal"
Setelah semuanya siap akhirnya mereka bertiga berangkat bersama tapi beda tujuan
"Ya udah Kaka duluan ya kalian hati-hati dan Manda sayang semoga kamu betah ya kerja kantoran " ucap Cate sambil memberi nasehat sedikit
Setelah melihat bus kakanya menjauh kini Manda dan Erica tengah menunggu bus mereka ,saat sedang asik menunggu Erica yang lengah tiba-tiba di copet dan itu membuat Manda langsung mengejar si copet itu
"Woy..copet sialannnn berhentiii ..!!!"
Sementara di sisi lain nampak Davin tengah menatapnya dengan seksama ketika tau bahwa Manda tiba-tiba lari dan berteriak copet sontak Davin ikut mengejarnya hingga menyusul Manda
Sampai di gang buntu sang pencopet terlihat terpojok mau tidak mau ia mengeluarkan senjata tajamnya yaitu pisau untuk mempertahankan diri
__ADS_1
"Hahhh..hahhh..hahh..dasar brengs3k capek tau ngejar nya hahhh..hahh" ucap Manda dengan nafas tersengal kelelahan
"Mau apa kau ?" sambil mengacungkan pisau dia mendekat ke arah Manda
"Hey kembalikan itu tas Kaka saya dan kamu boleh pergi kebetulan saya lagi baik'hati "
"Hahaha jangan mimpi barang yang sudah ku ambi artinya sudah jadi milikku"
"Ohooo..dasar copet gak tau diri,gak tau malu,gak punya perasaan,gak peka,gak pengertian kalo mau nyopet itu mbok ya yang kelas menwng ke atas jadi banyak isinya lah ini nyopet kelas menengah ke bawah paling berapa lembar warna ijo doang udah sini balikin "
"Tidak akan hiyaaat..."
Tanpa ba-bi-bu Manda langsung menghindar dan kemudian membalas setiap gerakannya hanya hitungan menit si copet pun kalah terkapar tak berdaya di buatnya
"Kalau aku bilang balikin ya balikin jadi gak kaya gini nasibmu huh..ni ambil buat beli obat merah sama plester ya udah bye copet jangan lupa insaf sebelum terlambat"
Setelah mengatakan itu semua kini Manda telah kembali pada kakaknya dan tanpa dia sadari sedari tadi dia bercakap dengan si pencopet ada seseorang yang mendengarkan dari balik tembok ya..orang itu adalah Davin
Awalnya Davin kaget dengan aksi Manda yang bisa di bilang bar-bar tapi entah kenapa dia suka ah benar jika sedang kasmaran batu pun di bilang berlian hahah...
__ADS_1