
FLASHBACK>>>>>>>>>
Albert menghampiri sang istri dan sekwtika mereka berpelukan dengan erat, Albert mulai meneliti setiap inci dan sudut tubuh istrinya dan memastikan tidak ada luka ataupun lecet di tubuh Erica.
Hal yang sama pun di lakukan bucin newbie terhadap istrinya yaitu Cate..tak berapa lama akhirnya kedua pasangan itu meninggalkan lokasi kejadian dan pulang ke rumah masing-masing.
Sebelum pulang Albert memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa satu orang tadi untuk di interogasi nantinya..sungguh jika bukan perintah dari Davin sudah habis tuh orang...
Setelah mengantarkan istri-istri nya Keenan juga Albert menuju Basecamp The Track untuk memulai interogasi nya.
"Alan bagaimana apa dia mau mengaku..?" tanya Albert pada Alan
Alan hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak ada hasil.
"Huhhh..haruskah aku suntik mati saja dia bos..?"celetuk Joseph sekenanya.
"Bodoh apa kau pikir bis Davin akan senang mendengar idemu ah..kaleng tuna" ujar Ferry gemas dengan Joseph
"Sudah..sudah biar kami saja yang mengerjakannya,ayo Kee" ajak Albert pada Keenan, kemudian mereka berlima masuk kedalam ruang tahanan orang tadi.
"Lepaskan penutup mulutnya..!!" titah Keenan pada Alan
Setelah penutup mulutnya di buka langsung saja pria tadi memberontak dan mengumpat ahh pokonya gitu deh...
"Diam atau siksaan mu akan semakin bertambah"ujar Albert
"Hey manusia bodoh kenapa kau mau melakukan ini semua,kalian banci atau laki-laki jadi-jadian sih beraninya hanya dengan perempuan saja huh untung aku bukan emakmu jika iya akan ku masukan kembali kau ke dalam kandungan dan ku cetak ulang agar tak jadi seperti mu" cerocos Joseph dengan bersungut-sungut.
"Sudah kau diam dulu jangan nyerocos seperti emak-emak nawar harga" gemas Ferry menyumpal mulut Joseph dengan sepatunya
Kembali ke suasana serius.....
"Siapa yang menyuruhmu..?"tanya Keenan dwngan nada dingin
__ADS_1
"Tidak ada"sahut orang itu
"Hahahaha...lakukan"titah Keenan pada anak buah Davin
"Bos mau yang ukuran sedang,kecil,atau super ..?" tanya anak buah Davin
Albert menjawab dengan menunjuk ke arah yang sedang.."Yang ini saja lebih menyakitkan"
"Tidak.....lepaskan aku kumohon"pinta orang tadi dengan memohon
"Katakan"
"D-damien,dia menyuruh kami untuk menghabisi istri mantan sahabat nya terutama istri tuan Davin" jelas orang tadi dengan jujur
"****..ba*ingan kau Damien arghhhh" Keenan langsung tersulut emosi ketika tau siapa dalang dibalik semua ini.
"Sudah kau tenang saja tuan Davin akan bertindak karena tuan Davin sudah sangat hafal dengan musuh lamanya yaitu tuan Damien"
"Segera kami laksanakan tuan"
"Aku mau besok dia sudah tiada di bumi ini kau mengerti Al..?"
"Mengerti tuan"
Setelah sambungan telepon terputus Albert segera merencanakan pemusnahan Damien dengan matang karena dia sendiri juga emosi dengab apa yang di lakukan Damien .
Davin kini masih berada di balkon kamarnya untuk sekedar menenangkan pikiran nya tapi tidak lama dia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya memanggil nya.
"Sayang.."
"Hey kenapa bangun hm..?"
"Aku lapar"
__ADS_1
GLEKKK..!!!
"M-mau makan apa sayang" tanya Davin terbata
"Aku mau makan nasi goreng buatanmu"
"Ahh.. syukurlah,baiklah ayo kita ke dapur"ajak Davin menggandeng tangan Manda
Sesampainya di dapur Davin bergegas mempersiapkan segala bahan yang akan dia gunakan.
Sekitar 30 menit nasi goreng sudah matang walau tampilan nya menarik namun rasanya jangan di tanya enak atau tidaknya karena Davin juga tidak mencicipi nya.
"Ayo sayang di makan.."
"Baiklah aku makan ya sayang"
"Iya makanlah"
Suapan pertama sudah berhasil kemudian selanjutnya suapan ke dua dan seterusnya hingga Davin penasaran dengan rasa masakannya sendiri.
"Sayang bagaimana rasanya..?"
"Ini enak sayang aku suka"jelas Manda dengan mulut penuh
"Boleh aku coba sayang..?"
"Boleh tapi jangan banyak-banyak"
"Baiklah terimakasih"
Davin menyendokkan nasi goreng itu ke mulutnya setelah masuk ke mulutnya langsung Davin menyemburkan kembali nasi goreng itu dan lari menuju washtafel untuk mencuci mulutnya.
"Mengerikan.."
__ADS_1