
Davin yang sedang fokus bekerja tiba-tiba di kejutkan oleh seorang karyawan yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Pak Davin gawat..hoshhh..hoshhh" ucap karyawan tadi sembari mengatur nafas nya.
"Hey kenapa kau tak mengetuk pintu dulu sebelum masuk..?" ucap Davin dengab nada tak suka .
"Maafkan saya tuan tapi ini keadaan gawat.. istri anda di larikan ke rumah sakit tuan..!!!
DUARRRR.....
Bagai tersambar petir dan kejatuhan bom atom Davin begitu terkejut jantungnya berdetak bak irama disco sungguh satu kata yang tepat mewakili perasaan nya yaitu hancur.
Tanpa pikir panjang Davin swgwra berlari menuju rumah sakit dan Davin juga sudah menyuruh Albert untuk menyelidiki penyebab istrinya di larikan ke rumah sakit karena setau dia tadi istrinya pamit ke pantry untuk membuat minuman.
"Tuhan cobaan apalagi ini,arghhhh bodoh bodoh bodoh harusnya tadi aku mencegahnya dasar kau bodoh Davin arghhhh" ucap Davin meluapkan emosi nya dwngan memukul setir kemudi.
Akhirnya Davin sampai dan segera menuju ruangan Manda berada, kebetulan di sana ada satu karyawan Davin yang tengah menunggu di depan ruangan.
"Tuan Davin,siang tuan" sapa karyawan itu
"Siang juga, bagaimana keadaan istri saya..?"
"Dokter masih menanganinya tuan,kalau begitu saya permisi kembali ke kantor tuan"
"Baiklah terimakasih banyak atas bantuannya"
__ADS_1
"Sama-sama tuan, permisi"
Tinggallah Davin seorang diri menunggu di depan ruangan perawatan Manda dengan cemas dan perasaan tak menentu,saat ini hanya Manda yang dia pedulikan hal-hal lain masa bodoh mau dia kehilangan 10tender pun Davin Tan pedulikan itu.
Tak lama pintu terbuka dan muncul lah dokter yang menangani Manda
"Dokter bagaimana keadaan istri saya dok..?"
"Untuk saat ini pasien sudah baik-baik saja syukur lah benturan itu tidak berakibat fatal hingga tak mempengaruhi kondisi janin yang ada di kandungan nya tuan"
"A-apaaa,..janin dok..?"
"Iya tuan istri anda tengah mengandung usia nya baru 2minggu.apa anda tidak tau tuan..?"
"T-tidak dok saya baru tau "
"B-baik dok t-terimakasih dok"
"Sama-sama saya permisi"
Davin melanvkah dengan perasaan haru ntahlah antara bahagia dan sedih, bahagia karna Manda tengah hamil anak kembar lagi dan sedih dengan kejadian hari ini.
"Sayang..bangunlah aku di sini,maafkan aku yang tak bisa menjagamu maafkan aku sayang"
Tiba-tiba ponsel Davin bergetar dan tanpa menunggu lama Davin mengangkatnya.
__ADS_1
"Bagaimana Al apa kau sudah menemukan sesuatu..?"
"Sudah tuan,penyebab nyonya muda masuk rumah sakit adalah akibat dorongan dari salah satu karyawan perusahaan tuan "
"Dorongan..? siapa yang berani melakukan itu pada istriku Albert..?"
"Salsa tuan manager HRD dari devisi perencanaan tuan"
"Sialan..pecat dia dan jebloskan dia ke penjara buat dia mendekam selama mungkin bila perlu seumur hidup "
"Baik tuan sesuai perintah anda"
DI KANTOR............
"Panggil Salsa ke ruangan saya..!" ucap Albert melalui intercom
Tak selang berapa lama Salsa masuk ke ruangan Albert dengan wajah panik,cemas dan ketakutan.
"Permisi pak,apa anda memanggil saya..?"
"Duduk"
"Salsa Anastasia Lauren ...kamu tau mengapa kamu di panggil ke ruangan saya..?"
"T-tidak pak.." jawab Salsa gugup
__ADS_1
"Begitu..?"
"KAMU SAYA PECAT" ucap Albert menekankan setiap katanya.