
Selama pesta berlangsung Davin tengah sibuk menyapa rekan bisnisnya sedangkan Manda dan yang lain berkumpul di taman belakang .
"Silahkan Tian minumnya"ucap seorang pelayan yang tidak lain adalah Kania yang tengah menyamar.
"Terimakasih" ucap Davin
Terlihat Davin tengah beranjak menuju toilet untuk membersihkan jasnya yang terkena cipratan minuman.
Kania mengikuti Davin dari belakang karena setelah Davin meminum minuman yang ia berikan kepala Davin terasa pusing berkunang karena ternyata minuman itu telah di campuri dengan obat tidur oleh Kania.
"Akhh..kepalaku kenapa pusing sekali " Davin mencoba berpegangan pada dinding di sekitar tapi tidak lama kemudian ia terkapar tak sadarkan diri.
"Tuan apakah anda baik-baik saja" Kania mencoba membangunkan Davin untuk berjaga-jaga.
"Huh.. akhirnya kau pingsan juga sayang mari kita mulai permainan ini"
Kania membawa Davin ke sebuah kamar tamu ketika sudah masuk ke dalam kamar Kania segera membuka jas dan kemeja Davin serta pakaiannya sendiri agar terlihat sudah melakukan hubungan intim.
Sebelum itu Kania mengirim pesan pada Manda lewat ponsel Davin untuk membawakan minuman ke kamar tamu karena terlalu banyak minum wine.
Manda yang menerima pesan Davin kemudian bergegas membawakan pesanan Davin dan melangkah masuk ke dalam kamar tamu,tanpa mengetuk pintu dulu setelah sampai di depan kamar tamu Manda mendengar suara-suara de**han dari dalam.
"Sa-sayang.. pelan-pelan sayang hmmmphh..!!"
__ADS_1
Manda yang mendengar itu sontak langsung menjatuhkan gelas yang berisi air putih itu.
"Aku hampir sampai Davin akhhh..."
Di dalam kamar Kania tersenyum penuh kemenangan setelah mendengar suara gelas pecah artinya rencana Kania berhasil.
Tanpa menunggu lama Manda membuka pintu kamar dan terlihatlah Kania di atas tubuh Davin dengan berte***jang bulat serta Davin juga tel**jang .
BRAKKK....
"Kania apa yang kau lakukan..?" tanya Davin ketika sadar dari pingsannya.
"Davin..apa yang kalian lakukan " teriak Manda dengan sudah menangis terisak sungguh hancur melihat orang yang dia cinta tengah berbuat tak senonoh dengan perempuan lain.
"Kau jahat Davin hiks..kau jahat " ucap Manda yang hancur melihat suaminya seperti itu.
"Sayang aku tidak tau tadi aku menuju toilet untuk membersihkan jasku yang kotor tapi ketika di tengah jalan kepalaku sakit sayang benar aku tidak tau kalau aku berada di kamar bersama wanita itu.."
"BERHENTI DI SITU DAVIN..mulai sekarang jangan pernah dekati aku atau anak-anak lagi,aku kecewa Davin aku kecewa padamu hiks.."Manda berlari setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan.
"Sayang..tunggu mandaaaa.."
"Davin kau harus tanggung jawab sayang" ucap Kania
__ADS_1
"DIAM KAU JA*ANG ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU"
"Davin kau sudah meniduri ku aku tau kau begitu menyukai tubuhku kan..??"
Kesal dengan semua ocehan Kania Davin mendekat dan mencekik nya dengan kuat hingga hampir kehabisan nafas nya.
"Dengar jal*ng ,aku tak Sudi menikmati tubuh burukmu itu..kau ingin bermain denganku hm.. baiklah aku akan bermain denganmu hingga kau terkapar tak bernyawa sekalian"
"Ayolah sayang kita ulangi percintaan panas kita tadi"
Davin tak menjawab pertanyaan Kania,Davin mengambil ponselnya dan menghubungi Albert untuk membawa 4 penjaga masuk kedalam kamar tamu.
"Davin apa maksud mu membawa penjaga ke sini hah..?" tanya Kania ketakutan
"Hey Butch kau ingin bermain kan maka aku akan bermain dengan permainan kotormu ini kau nikmati saja *****"
Davin sudah memakai pakaian nya kwmbali karena memang hanya jas dan kemejanya yang di lepas sementara celana panjangnya masih utuh dan itu semakin membuatnya yakin jika dia dan Kania tidak melakukan apapun tadi dan saat ini Davin hanya memikirkan Manda yang salah paham dengan mereka.
"Permisi tuan,saya sudah bawakan apa yang anda minta"
"Bagus..kalian layani jal*ng itu sampai tak berdaya " titah Davin pada 4 penjaga tadi
"Baik tuan terimakasih"sahut ke empat penjaga itu dengan senyum di wajah mereka.
__ADS_1