
"Baiklah hari ini kau bekerja menjadi sekretaris pribadi ku "
Manda terkejut dengan penuturan sang bosnya dengan menjadikan nya sebagai sekretaris pribadinya bagaimana tidak dia bahkan bukan lulusan university
"Apaaaa...?? apa tuan tidak salah memilih tuan??" ujar Manda sambil memastikan pendengaran nya
"Tidak, baiklah tugas pertama mu adalah membuatkanku kopi sudah sana jangan terlalu manis dan jangan terlalu panas satu lagi jangan lama-lama" Davin dengan santainya mengatakan itu sambil duduk kembali di kursi kebesarannya
"Hah..?" Manda hanya bingung mendengar perintah Davin hingga ia hanya melongo
"Hey..kau tak dengar apa yang ku perintahkan???"
"Ah..ba..baik tuan "
Setelah mengatakan itu Manda bergegas menuju pantry untuk membuat kopi sambil mengumpat di sepanjang jalan
"Apa-apaan dia main seenaknya saja memutuskan,tapi bagus juga sih apalagi itu posisi yang sangat langka wah semoga gajinya juga besar jadi aku bisa meringankan sedikit beban kakak-kakak ku"
Setelah siap manfa bergegas menuju ruangan CEO untuk mengantarkan kopinya
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Permisi tuan ini kopi yang anda minta"
"Hm.. apakah kau mengumpat ku tadi..???"
"Hah bagaimana anda tau ups..?" Manda tak sengaja keceplosan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya serta merutuki diri sendiri
"Apa kau bilang barusan..?"Davin mengernyitkan dahi setelah mendengar perkataan Manda
"Ti..tidak t..tuan maaf saya keceplosan " Manda menundukkan kepalanya merasa bersalah akan ucapan nya barusan
" Jadi kau mengumpat di belakang ku dan menjelek-jelekkan aku begitu..?" Davin sengaja memancing Manda karena dia gemas dengan ekspresi lucu wajah Manda jika sedang ketahuan seperti ini
"Emm..tuan maafkan saya,saya tadi kelepasan sebenarnya saya bersyukur karena mendapat posisi sebagai sekertaris pribadi anda karena pasti gajinya besar iya kan tuan..?" Manda dengan polosnya menjelaskan kegembiraan nya dan melupakan kesalahan nya dan itu membuat Davin menahan senyumnya
"Jadi kau mengakui kesalahan mu karena berani mengumpat ku di belakang ?"
"I..iya tuan maafkan saya"
"Baiklah saya maafkan dengan satu syarat ..!"
"Syarat apa tuan saya siap melakukan apapun asal tuan memaafkan saya dan saya tidak kehilangan pekerjaan saya "
__ADS_1
Seketika senyum licik terpancar di wajah Davin yang artinya ada sebuah ide muncul di kepalanya itu
"Baik, syarat nya kau temani aku ke acara pesta pernikahan temanku nanti malam jam 8 dan kau tidak boleh menolak "
"Hah..ta..tapi saya tidak pernah menghadiri acara seperti itu tuan "
"Kau hanya perlu diam dan mengikuti perintah ku paham setelah pulang kerja kau langsung ikut aku ke suatu tempat "
"Baiklah tuan..oh ya tuan ruangan saya di mana ya ??"
"Ruanganmu ada di depan ruangan ku Albert sudah merombak nya agar kau nyaman bekerja di sana "
"Baik tuan kalau begitu saya permisi "
"Hm"
Setelah kepergian Manda kini Davin hanya tersenyum geli mengingat ekspresi wajah Manda yang menggemaskan itu.
Sementara Manda yang tengah jengkel dengan sikap semena-mena bosnya hanya bisa menggerutu dan mengumpat dalam diam sambil menghentakkan kakinya
"Sungguh bos yang menyebalkan dan seenaknya sendiri mentang-mentang dia bos-nya bisa seenaknya begitu menyuruh bawahan nya huh...sabar demi kebaikan semua kau sabar Manda yang kuat seperti biasa."
__ADS_1
Tak terasa waktu semakin sore kini para karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing sementara Manda masih setia menunggu bosnya karena akan di bawa ke suatu tempat yang ntahlah diapun tak tau
"Sudah siap..?"