
Menjelang persalinan sang istri Keenan jadi lebih semakin posesif pada Cate ntahlah yang sabar ya Cate...
Semula kamar mereka berada di lantai tiga namun semenjak Cate hamil Keenan memilih untuk pindah ke lantai satu yaitu kamar utama juga tapi hanya untuk istirahat saja jika lelah naik ke atas oleh Keenan.
"Baby..kau sedang apa HM..?"tanya Keenan ketika melihat sang istri tengah meraba perut buncitnya.
"Hm..aku sedang ngobrol dengan baby sayang,kata Manda jika kita melakukan hal ini maka si baby juga akan bisa merasakan kehangatan orang tuanya"jelas Cate pada Keenan .
Keenan juga ikut mengusap perut Cate dan sesekali menciumi nya tak teeduga dia mendapat respon tentangan maut dari sang baby.
Hal itu tentu saja membuat keduanya tertawa kecil apalagi sebentar lagi mereka akan bertemu di dunia ini oh sungguh cepatlah mereka ingin segera menggendong nya.
"Baby kapan dia akan lahir..?"tanya Keenan
"Menurut dokter kemarin sih seharusnya Minggu depan sayang"
"Hmmm...aku sudah tidak sabar ingin menggendong nya baby"
"Sabar nanti kau akan puas menggendongnya setiap saat kau ingin hingga kau bosan"
"Hey..apa yang kau katakan baby,tiada kata bosan untuk anak ku dan kau karena kalian adalah jiwaku kau mengerti baby..jadi jangan ucapkan kata-kata itu lagi jika tidak aku akan marah"ancam Keenan
"Iya maafkan aku sayang,akhh..sshh..."
"Baby kau kenapa..?"tanya Keenan khawatir
"Awww... sepertinya aku akan melahirkan sayang sshhh..."
"Apa..kau jangan bercanda baby"
__ADS_1
"Akhh...Kee bawa aku ke rumah sakit sshh.."
"Baiklah,tahan baby"
Keenan dan Cate mwnuju rumah sakit tak lupa juga dia menghubungi Davin dan Albert tentu saja kedua bapak baru itu begitu antusias apalagi kedua istrinya jangan di tanya lagi lah.
Setelah sampai di rumah sakit Keenan segera membawa Cate menuju ruang bersalin tentunya di dampingi dokter dan suster yang akan membantu proses persalinan nya.
"Tuan maaf anda mau ikut menemani istri anda atau menunggu di sini..?"
"Saya ikut dok ,dan lakukan yang terbaik untuk istri saya"
"Baik tuan mari silahkan"
Keenan ikut masuk kedalam menemani Cate yang akan berjuang untuk melahirkan anak nya..sungguh jika bisa di gantikan maka dia akan lebih memilih menggantikan posisi Cate untuk dirinya..
"Baby kau yang kuat ya berjuang lah untuk anak kita baby..aku mencintaimu baby"ucap Keenan menenangkan istrinya.
"Ayo baby kamu pasti bisa aku akan menemani mu berjaung bersama"
Setelah beberapa saat pembukaan nya sudah lengkap dokter dan para suster sudah bersiap untuk melakukan tindakan.
"Nona bukaannya sudah sempurna,mwngwjanlah jika anda merasakan dorongan dari sang baby ya nona"
"Baik dok akhhh"
"Ayo nona mengejan jika merasakan dorongan"ucap dokter itu
"Dokter akhhhhhh ssakit..."
__ADS_1
"Ayo terus nona dorong lagi..iya nona ..sebentar lagi nona...ayo dorong lagi nona... kepalanya sudah terlihat nona dorong lagi nona..."dan....
OEKKK...
OEKKK...
OEKKK....
"Selamat tuan,nona anak anda laki-laki dan sangat tampan "
Cate dan Keenan tersenyum bahagia tak bisa di pungkiri raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka berdua.
"Terimakasih baby.. terimakasih" ucap Keenan pada Cate di barengi ciuman di kening nya.
"Terimakasih dok "tak lupa juga Keenan mengucapkan terima kasih pada dokter dan rekannya.
Setelah di pindahkan ke ruang VVIP, kini Cate dan anaknya sudah bersih dan bisa beristirahat.
"Sayang kau sudah menyiapkan nama untuknya..?"tanya Cate penasaran
"Sudah baby"
"Siapa namanya sayang..?"
"Namanya, Kenzie Calvin Hutson"
"Yang artinya pria jujur dan baik yang ramah ,kau suka baby..?"
"Sangat suka sayang, terimakasih ya"
__ADS_1
"Sama-sama baby justru aku yang berterima kasih padamu "