
Di suatu taman bunga yang indah tampak seorang wanita cantik tengah duduk bersama kupu-kupu yang cantik.
Wajah yang cantik,senyum yang teduh tanpa beban dan rasa sakit terpancar jelas dari nya.
"Indah sekali di sini"
Dari kejauhan tampak seorang pria dengan membawa dua anak mendekat ke arahnya namun tidak bisa ia gapai hanya bisa mendengar suaranya.
"Sayang kembalilah kami membutuhkan mu,kami menyayangi mu,kami mencintai mu..tolong jangan tinggalkan kami sayang" ucap pria tersebut pada Manda ,ya Manda yang kini berada di alam bawah sadarnya
"Mommy ,mommy,,mommy" kedua bocah k mbar itu memanggil Manda dengan semangat
"Aku lelah dan aku ingin pulang " ucap Manda
"Tidak sayang kau sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku sendiri bersama anak-anak,tolong sayang kembalilah pada kami "
Manda hanya tersenyum sebagai jawaban dan bangkit menjauh dari Davin dan anaknya untuk m buku sebuah cahaya putih di ujung taman itu.
"Sayang jangan tinggalkan kami,aku mencintaimu sayang, anak-anak membutuhkan mu sayang "
"Amanda "
"AMANDAAAAA..."
Tiba-tiba cahaya tadi hilang seakan tau jika belum saatnya ia pergi meninggalkan luka pada keluarga yang begitu mencintainya.
__ADS_1
Davin panik bukan main mendengar layar monitor menunjukan garis lurus dengan cepat dia memanggil dokter untuk memeriksa kondisi istrinya.
"Dokter keadaan pasien memburuk dok"
"Siapkan Alat Pacu Jantung sus "
"Baik dok"
Setelah semua siap dokter segera meletakan alat pacu jantung tepat di dada Manda baian atas sedikit .
"1,2 Yap,tambah 120 Joule,1,2 Yap ,ayo nona anda harua kuat jangan menyerah"
"Dok kondisinya semakin melemah"
Dan akhirnya berhasil menetralkan kembali syukurlah...
Setelah selesai dokter segera keluar menghampiri keluarga pasien untuk menjelaskan tentang kondisi pasien saat ini.
"Bagaimana keadaan istri saya dok..?"
"Tenang tuan untuk saat ini kondisi pasien sudah membaik memang tadi jantung pasien melemah tapi sepertinya pasien masih harus berjuang untuk melewati masa-masa ini dan tentunya dengan doa dan dukungan dari keluarga juga"
"Syukurlah dok terimakasih"
"Baiklah kalau begitu saya permisi mati tuan,nyonya"
__ADS_1
Setelah kepergian dokter Davin segera masuk kembali ke ruangan Manda sedangkan Gina dan Leo memilih pulang untuk mengecek keadaan si kwmbar.
"Sayang bangun lah ku mohon sayang jangan seperti ini hiks...aku tidak sanggup sayang hiks..."
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Tak terasa 5 bulan sudah Manda terbaring di ranjang rumah sakit dengan masih setia memejamkan matanya dan tak henti-hentinya Davin selalu menemani nya setiap saat.
Seperti saat ini Davin tengah membersihkan tubuh Manda dengan telaten tanpa mengeluh sedikitpun.
"Hay sayang gimana keadaan mu..? jangan lama-lama ya tidurnya anak-anak nyariin kamu sayang,kamu tau mereka semakin cerewet sekarang."
"Manda bangun sayang aku tersiksa melihatmu seperti ini aku rindu senyum hangatmu,rindu canda tawamu, rindu rengekan mu,rindu sifat pemarahmu,rindu kejahilanmu aku rindu padamu sayang hiks...bangun Manda bangun hiks..."
"Sayang Dady belum bisa bangunin momy maafkan Dady ya sayang, seperti nya momy masih pengin tidur jadi kita main sendiri dulu ya sama Dady "
Tanpa sepengetahuan Davin jari jemari Manda bergerak menandakan respon darinya.
"Momy..wake up momy.." ucap Alex yang melihat jari Manda bergerak sambil menunjuk-nunjuk ke arah tangan Manda.
Davin yang mengikuti arah tangan Alex pun langsung tercengang melihat nya kemudian Davin langsung mendekat ke arah Manda dan berbisik di telinga nya.
"Ayo sayang aku tau kamu mendengar semua ucapan ku,aku tau kau ingin segera sadar dan melihat kami ayo sayang berusahalah lebih keras lagi kami akan selalu sabar menanti mu sadar sayang i love you istriku,we love you momy"
Gerakan demi gerakan Manda tunjukan sebagai respon terhadap Davin bukan hanya jari melainkan bagian mata pun mulai bergerak tapi masih sulit untuk terbuka Davin sangat bersyukur atas respon positif dari sang istri tak sia-sia dia membawa kedua anaknya bertemu Manda dan hasilnya sungguh membuat nya bahagia sekali.
__ADS_1