
Manda mengerjapkan matanya berkali-kali ketika dia bangun,Manda yang sadar bahwa saat ini dia dalam bahaya hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi nanti.
Dengan usaha kerasnya Manda mencoba melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kakinya berbagai macam cara telah di coba namun hasilnya tetap nihil.
"Sudah bangun sayang..?"
"Siapa kamu,kenapa kamu menculikku hah,apa maumu katakan..!!"
"Sssttt..jangan membentakku sayang nanti kalau aku emosi kau akan celaka bagaimana hahaha..."
"Cuih...lepaskan aku bajingan "
Damien yang sudah panas seketika langsung menjambak rambut Manda dengan menggunakan kekuatan yang lumayan bisa membuat Manda meringis kesakitan.
"Sudah aku katakan jangan membentakku apa kau tuli hah..!!"
"Apa maumu sebenarnya kenapa kau menculikku padahal kita tidak mengenal satu sama lain apa motifmu bajingan..!!"
"Hahaha ..rupanya istri dari Davin Andrea Smith tangguh juga ya tapi aku suka sayang, bagaimana kalau kita pemanasan dulu sebelum ke permainan inti kita aku sudah sangat menginginkan tubuhmu sayang"
"Aku lebih baik mati daripada melayani bajingan seperti mu cuih.."
PLAKK... tamparan keras mendarat sempurna di pipi Manda dan membuat sudut bibirnya berdarah
"Lebih baik kau diam dan tunggu kehancuran suamimu saja"
"Lepaskan aku bajingan akhhh... lepaskan aku..."
***DI TEMPAT LAIN ****
Davin yang terlihat begitu khawatir akan keadaan dan keselamatan istinya tidak bisa diam saja menantikan kabar dari anak buahnya
__ADS_1
"Bagaimana Albert apa kau sudah menemukan lokasi istriku"
"Sudah tuan lokasinya ada di gudang dekat perbatasan kota X "
"Baiklah ayo kita habisi mereka"
Mereka berangkat menuju lokasi Manda berada sementara Manda hanya bisa pasrah dan memikirkan cara bagaimana bisa keluar dari sini.
"Penjaga,hey apa kalian mendengar ku ..?"
Tak berapa lama seorang penjaga berbadan besar masuk
"Ada apa..?"
"Aku ingin ke kamar mandi bisa kalian lepaskan ikatan ini..?"
"Tidak bisa nanti kau kabur "
Setelah menimbang-nimbang akhirnya Manda di lepaskan dan segera menuju kamar mandi
Di kamar mandi Manda melihat-lihat celah agar ia bisa kabur dari kurungan ini.
"Apa ventilasi itu muat dengan badanku ini ya..hmm baiklah kita coba dulu semoga bisa "
Setelah mencoba menyingkirkan kaca yang ada di ventilasi itu akhirnya Manda berhasil melewati nya dengan sedikit goresan-goresan di sekujur tubuhnya.
"Akhirnya aku bisa keluar juga,Tuhan bantu aku, selamatkan aku dan anak-anak ku "
Manda terus berlalu menghindari penjagaan supaya tidak terlihat
Dengan susah payah Manda berjalan dan akhirnya Manda semakin menjauh dari gudang tersebut, sekarang Manda hanya tinggal memikirkan bagaimana agar dia bisa pulang ke mansion Davin dengan selamat.
__ADS_1
DI TEMPAT LAIN.....<<<<<<
Davin dan anak buahnya kini tengah di perjalanan menuju gudang tempat penyekapan Manda tapi ketika di pertengahan jalan mata Davin melihat sosok yang sangat ia kenal sedang berjalan dengan tertatih-tatih memegangi perutnya yang besar.
"BERHENTI..."Davin dan yang lainnya berhenti,Davin langsung turun dari mobil nya dan menghampiri sosok yang sangat ia kenal itu, seketika mereka berpelukan dengan eratnya.
"Sayang apa kau baik-baik saja..??" tanya Davin dengan wajah penuh syukur sang istri telah di temukan
"Hmm..Davin aku lelah perutku sakit tolong bawa aku ke rumah sakit " jawab Manda lirih sambil meringis menahan sakit di perut nya
"Ayo kita ke rumah sayang "
Tak lama Davin menggendong Manda yang sudah sangat lemah dan pucat jujur Davin begitu sakit melihat kondisi istrinya saat ini.
DI GUDANG PENYEKAPAN>>>>>>>.....
"Bagaimana keadaan wanita itu sekarang..?" tanya Damien pada salah satu penjaga
"Wanita itu sedang di kamar mandi bos!!"
"Sudah berapa lama ..?"
"Sekitar 30 menit bos katanya perutnya sakit "
"Bodoh kalian...cepat dobrak pintu nya"
Pintu telah di buka dan Damien tidak melihat siapapun di dalam sana seketika wajahnya di penuhi amarah yang membuncah
"Cari wanita itu dan seret dia ke sini baik hidup ataupun mati cepat..."
"Baik bos"
__ADS_1
"Dasar tidak berguna hanya menjaga satu wanita hamil saja mereka tidak becus huh, baiklah akan ku cari sampai ke lubang semut sekalipun sayang..!!"