
Tak terasa kini sudah memasuki bulan lahiran bagi Manda,Davin terus mewanti-wanti istrinya supaya tidak terlalu lelah lah,tidak keluar rumah lah,tidak ini tidak itu dan masih banyak lainnya.
"Sayang kamu mau makan apa ..?" tanya Davin lembut pada Manda
"Salad aja sayang " jawab Manda dengan senyum hangatnya
" Baiklah tunggu di sini jangan kemana-mana"
Tak berapa lama Davin kembali dengan membawa semangkuk salad tangannya.
"Ini sayang makan dulu "
"Makasih sayang kamu perhatian sekali"
"Selama kamu belum melahirkan aku akan selalu memperhatikan kamu dan aku juga akan bekerja dari rumah saja agar bisa terus memantau mu "
"Iya aku ikut saja asal itu terbaik untuk kami"
"Terimakasih sayang tidak membantah ku"
"Ka Cate menurut ku yang warna pink lebih bagus"
"NO..yang warna ungu lebih bagus titik."
"Pink ka"
__ADS_1
"Ungu Rica"
"Pink"
"Ungu"
Itulah yang tengah di perdebatkan kedua kakak Manda hanya warna baju tidur untuk bayi saja sudah seperti itu padahal mereka tidak tau bayinya laki-laki atau perempuan huh dasar aunty posesif...
Albert tengah duduk di kursi ruangannya dengan setumpuk pekerjaan yang terbengkalai akibat insiden beberapa waktu lalu,ya semenjak kejadian itu Davin makin posesif dan jarang masuk kantor alhasil Albert lah yang repot huh bos mah bebas....
"Sial kalau begini kapan aku bertemu dengan jodohku huh"
Sebenarnya Albert ada rasa dengan kakaknya Manda yaitu Erica tapi masih tahap pendekatan saja dan sejauh ini mereka sudah semakin dekat bahkan pernah beberapa kali makan malam bersama.
Setelah berkutat dengan pikirannya Albert memutuskan untuk menghubungi Erica dan mengajaknya makan malam dan betapa senangnya dia karena Erica juga mengiyakan ajakan nya.oh sungguh Dewi Fortuna sangat baik pada jomblo sepertinya...
<<<<<<Malam menjelang sekitar pukul 7 malam Davin dan Manda tengah berada di ruang keluarga dan mereka saat ini tengah berbincang tentang kehamilan yang sudah memasuki kelahiran nya."Sayang kata dokter Rissa HPL-nya Minggu depan kan..?" tanya Davin memastikan"Iya sayang tapi katanya HPL cuma perkiraan dan belum tentu baby juga lahirnya bisa maju atau mundur dari HPL ""Hmm baiklah pokoknya aku akan selalu di rumah selama kamu akan melahirkan karena aku gak mau sampai ada apa-apa nantinya yang bisa aku sesali seumur hidupku""Iya sayang terserahmu saja "Waktu terus berjalan hingga menandakan pukul 11 malam di saat orang-orang tengah lelap tertidur lain halnya dengan Manda yang gusar membolak-balikkan posisi tidur nya karena merasakan perutnya sakit "Aduh..kenapa dengan perutku ini,sayang kalian kenapa ..?"Tak tahan dengan sakitnya lagi akhirnya Manda membangun kan Davin "Sayang..bangun ""Hnggg...ada apa sayang..?""Perutku sakit sepertinya aku mau melahirkan aw..sshh"Mata Davin langsung melebar sempurna ketika mendengar istrinya akan melahirkan dengan cepat Davin langsung menggendong istrinya dan membawanya menuju Rumah Sakit ."Sayang kamu tahan ya sebentar lagi kita sampai" ucap Davin yang melihat istrinya terus mengaduh kesakitan sesekali meremas tangannya dan mencakar nya dengab kuat"Sayang akhh...s-sakit sshh...""Iya sebentar lagi ya tahan "Mobil Davin sampai di Lobi rumah sakit,Davin segera membawa sang istri menuju ruangan bersalin di sana sudah ada dokter Rissa beserta tim yang sudah bersiap karena sudah Davin kabari sewaktu di jalan tadi ."Tuan sebaiknya anda ikut masuk menemani istri anda ""Baiklah"
Malam menjelang sekitar pukul 7 malam Davin dan Manda tengah berada di ruang keluarga dan mereka saat ini tengah berbincang tentang kehamilan yang sudah memasuki kelahiran nya.
"Sayang kata dokter Rissa HPL-nya Minggu depan kan..?" tanya Davin memastikan
"Iya sayang tapi katanya HPL cuma perkiraan dan belum tentu baby juga lahirnya bisa maju atau mundur dari HPL "
"Hmm baiklah pokoknya aku akan selalu di rumah selama kamu akan melahirkan karena aku gak mau sampai ada apa-apa nantinya yang bisa aku sesali seumur hidupku"
__ADS_1
"Iya sayang terserahmu saja "
Waktu terus berjalan hingga menandakan pukul 11 malam di saat orang-orang tengah lelap tertidur lain halnya dengan Manda yang gusar membolak-balikkan posisi tidur nya karena merasakan perutnya sakit
"Aduh..kenapa dengan perutku ini,sayang kalian kenapa ..?"
Tak tahan dengan sakitnya lagi akhirnya Manda membangun kan Davin
"Sayang..bangun "
"Hnggg...ada apa sayang..?"
"Perutku sakit sepertinya aku mau melahirkan aw..sshh"
Mata Davin langsung melebar sempurna ketika mendengar istrinya akan melahirkan dengan cepat Davin langsung menggendong istrinya dan membawanya menuju Rumah Sakit .
"Sayang kamu tahan ya sebentar lagi kita sampai" ucap Davin yang melihat istrinya terus mengaduh kesakitan sesekali meremas tangannya dan mencakar nya dengab kuat
"Sayang akhh...s-sakit sshh..."
"Iya sebentar lagi ya tahan "
Mobil Davin sampai di Lobi rumah sakit,Davin segera membawa sang istri menuju ruangan bersalin di sana sudah ada dokter Rissa beserta tim yang sudah bersiap karena sudah Davin kabari sewaktu di jalan tadi .
"Tuan sebaiknya anda ikut masuk menemani istri anda "
__ADS_1
"Baiklah"