
Alex dan Alexa telah sadar dari obat bius itu kini mereka tengah menangis mencari orang tua mereka namun hanya ada beberapa anak buah Damien saja yang berada di situ.
"Mommy..hiks..momy.." tangis mereka memanggil sang ibu bersamaan.
Mereka yang mendengar hanya bisa menuliskan telinga mereka katna jujur tangis kedua bocah itu begitu memilukan hati.
Karena tak tega akhirnya salah satu dari mereka mencoba menenangkan kedua bocah itu dengan cara bertingkah konyol hingga yang lainnya menahan tawa mereka.
"Sshhh...jangan nangis ya anak pinter yuk main sama om"
"Hey sudahlah kau tak berhasil menghibur mereka lihat saja mereka masih menangis malah mereka tambah takut melihat mukamu itu"
"Si*lan ..kau pikir aku ini hantu apa "
Peletak.....
"Awwww...hey kenapa kau memukulku sialan"
"Kalian begitu berisik mengganggu saja"
"Hey kau pikir hanya aku saja yang berisik,dia juga berisik sialan"
Pletak...peletak...
.
.
__ADS_1
"Hahahahahhahahahaha" si kembar tertawa melihat pertikaian ketiga orang itu.
"Hey..hey..hey lihat mereka tertawa sangat menggemaskan "ucap salah satu penjaga di sana
"Iya benar tapi kenapa bos Damien menjadikan mereka tawanan ya..?"ucap satunya lagi
"Sudahlah sebisa mungkin jangan sakiti mereka karena mereka sebenarnya tidak tau apa-apa yang bermasalah kan orang tuanya ,jadi layani mereka dengan baik"
Di rumah sakit Manda tengah histeris menangis hingga tak sadarkan diri karena begitu terpukul atas hilangnya si kembar sungguh ibu mana yang rela berpisah dengan buah hatinya.
"Davin bagaimana Manda ..?"tanya Cate pada Davin
"Masih sama ka"
"Davin maafkan Kaka ya seharusnya Kaka lebih peka lagi hiks" sahut Erica dengan terisak
"Sudahlah ka sebaiknya kita lacak keberadaan si kembar, bagaimana Al apa ketemu titik lokasi si kembar..?"
"Baiklah setelah ini kita berangkat ke sana"
"Aku iku" ucap Manda lirih
"Sayang.."
"Aku ikut Davin.. anak-anak ku hiks"
"Tapi kondisi mu tidak memungkinkan sayang kau tengah mengandung dua nyawa sayang"
__ADS_1
"Lalu aku harus merelakan dua nyawa di sana begitu hah hiks...aku hanya ingin anakku Davin kembalikan anak-anak ku hiks..kembalikan hiks..."
"Baiklah-baiklah tapi kau harus ikuti semua perintah kami kau paham..?"
"Baik.. asal aku bisa bertemu mereka lagi"
"Baiklah sekarang kau istirahat agar tenaga mu bisa pulih lebih cepat nanti malam kita berangkat ke sana"bujuk Davin pada Manda
"Baiklah "
"Syukurlah Manda mau beristirahat aku sangat merasa bersalah padanya " ucap Cate
"Sudah baby ini takdir dan bukan kesengajaan juga kan jadi berdoalah agar si kembar baik-baik saja Sampai kita bisa menemukan mereka dan berkumpul bersama lagi" Keenan menenagkan sang istri
Malam pun menjelang kini Davin, Manda, Keenan, Albert, Cate dan Erica tengah berada di perjalanan menuju tempat penyekapan si kembar tentunya dengan membawa beberapa anak buah juga untuk berjaga-jaga ya sekitar 50 orang .
Sesampainya di tempat itu mereka segera turun dan berjalan perlahan kemudian berpisah untuk mengecoh lawan.
"Apa kalian sudah paham..?"
"Paham "
"Baiklah sekarang aku,Manda,Keenan dan ka Cate ke arah sana dan kau Al bersama ka Rica ke arah sana dengan beberapa anak buah untuk berjaga jika ada keadaan yang mendesak"
"Baiklah kalian hati-hati selalu kabari kami situasinya" ucap Albert
"Ok sekarang kita mulai misi penyelamatan si kembar"
__ADS_1
Setelah musuh sudah tumbang Manda beserta kelompoknya menuju ke suatu ruangan tentunya mengikuti GPS tracker yang masih aktiv itu .
"Alexa, Alex..."