Aku Bukan Menantu Idaman Season 2

Aku Bukan Menantu Idaman Season 2
Bab 12: Mengganti Posisi


__ADS_3

Dalam ruangan meja Pak Mahardika. Zaidan dipanggil secara khusus olehnya.


Kini Mereka duduk saling berhadapan di ruangan Pak Mahardika.


"Zaidan, bagaimana hasil pekerjaanmu?" tanya Pak Mahardika.


"Saya telah menyelesaikan ke empat proyek dengan Bu Putri dan semua berjalan dengan lancar" jawab Zaidan.


"Lalu bagaimana dengan skandal yang sekarang beredar dan memanas?" kata Pak Mahardika.


"Saya tidak tahu Pak. Informasi itu berasal darimana. Tapi Saya sungguh tidak melakukan demikian. Apalagi menghardik para tamu untuk memeras uang Mereka, korupsi atas uang cicilan dan menghardik anak kecil yang mencoba melihat-lihat perumahan" kata Zaidan.


"Lalu ini apa?" kata Pak Mahardika dengan menyodorkan laporan keuangan masuk dan daftar cicilan yang telah terbayar oleh pelanggan.


"Itu, Maafkan Saya Pak. Saya memang sempat membutuhkan uang. Jadi Saya memakainya beberapa waktu untuk perputaran modal. Tapi sungguh, Saya berniat mengembalikannya secepatnya" kata Zaidan.


"Kamu bisa bilang seperti itu karena Saya telah mengetahuinya Zaidan. Selama ini Saya telah percaya kepadamu. Tapi, bukan berarti karena Ayahmu bangkrut. Kamu harus menyisipkan beberapa pembayaran ke sakumu" kata Pak Mahardika.


"Pak, Saya benar-benar berniat mengembalikannya Pak. Percaya padaku. Memang Saya salah tidak meminta izin padamu terlebih dahulu. Maafkan Saya" kata Zaidan.


"Maafkan Saya Zaidan" kata Pak Mahardika.


"Maksud Pak Mahardika?" kata Zaidan.


"Dengan berat hati, Kamu harus mundur" kata Pak Mahardika.


"Pak, tapi Saya,,," kata Zaidan.


"Lagi pula Kamu telah memiliki perusahaan sendiri. Mulai saat ini, kamu bisa lebih fokus mengelolanya. Dari dulu ini yang Saya takutkan padamu. Karena mengelola Instansi itu tidak mudah. Ada Biaya Operasional yang selalu mengalir. Tapi Pendapatan tidak selalu menentu. Itulah dunia pengusaha" kata Pak Mahardika.


Zaidan hanya terdiam mendengarkan penjelasan Pak Mahardika.


"Jika memang Pak Mahardika berniat demikian. Baiklah. Saya tidak bisa memaksa kehendak Pak Mahardika lagi" kata Zaidan dengan tertunduk.


"Tapi sebelum Kamu berhenti. Saya memintamu untuk duduk di kursi selama 1 bulan ke depan. Dan menunggu penggantimu. Saya akan mengumumkan keputusan ini saat acara pertemuan selesainya proyek minggu depan" kata Pak Mahardika.


"Baik Pak" kata Zaidan.


"Kamu bisa kembali ke ruangan sekarang" kata Pak Mahardika.


Zaidan melakukan apa yang diperintahkan oleh Pak Mahardika.


Saat ini Zaidan benar-benar bingung. Namanya yang buruk dimata publik. Mampu merubah hidupnya 360 derajat.


"Astaga, apa yang harus Aku lakukan?" gumam Zaidan memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


Terasa kepala Zaidan nyut-nyut pusing tidak karuan.


Benar- benar diujung tanduk. Ekonomi merosot drastis. Sementara dana penyimpanan Zaidan yang biasa Dia pakai untuk berjaga-jaga. Kini juga telah habis dipakai modal Ayahnya.

__ADS_1


Ditambah lagi, Zaidan harus berhenti dari pekerjaannya sebagai Manager.


Keluarga telah lengkap dan utuh. Sekarang, coba'an datang dari luar.


...****************...


Satu minggu kemudian. Pesta perayaan selesainya Proyek kini diselenggarakan dengan megah.


Satu pria menjadi MC di acara tersebut. Perayaan telah mulai. Semua karyawan dan karyawati seluruh PT. Search hadir dengan mengenakan baju yang mewah dan elegan. Semua berbahagia menghadiri pesta ini.


Kecuali Zaidan, Zaidan murung. Dia tahu jika malam itu adalah malam pengumumannya untuk berhenti dari PT. Search. Dan dengan terpaksa, Zaidan harus menerima dengan lapang dada atas keputusan ini.


Mc itu mulai menyuarakan suaranya di mikrofon yang Dia pegang pada tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya menggengam selembar kertas persegi. Yang di sana adalah catatan alur acaranya.


Sedangkan Karyawan dan Karyawati kini duduk di depan MC. Duduk memutar dengan meja bundar di tengah. Tak lupa, Di meja telah tertata beberapa makanan cemilan renyah dan minuman marjan rasa strawberry.


"Selamat malam semua..!" kata MC.


"Selamat malam" jawaban serentak Karyawan yang terlihat duduk di tempat duduk yang telah disediakan.


"Oke, Saya di sini selaku pembawa acara. Akan memulai acara malam ini. Sebelum itu, mari Kita bertepuk tangan semua" kata MC.


"Prok, prok, prok, prok" semua orang bertepuk tangan.


"Pertama-tama, mari Kita sambut. Kepala PT. Search Bapak Mahardika yang terhormat. Waktu dan tempat dipersilahkan" kata MC.


"Beri tepuk tangan" kata MC.


"Prok, prok, prok" semua orang bertepuk tangan.


"Selamat malam semua" kata Pak Mahardika.


"Malam" jawab semua orang.


"Saya di sini, sangat senang karena selesainya keempat proyek kita. Dimana dana yang digunakan untuk modal tidak tanggung-tanggung. Tapi Saya percaya jika proyek ini akan berhasil" kata Pak Mahardika.


"Dan Alhamdulillah, Proyek ini telah berhasil. Berkat ide-ide menarik dari seseorang. Meski ada beberapa skandal yang telah terjadi. Tapi, ini tidak dipungkiri jika proyek ini telah berhasil" Kata Pak Mahardika.


"Prok, prok, prok, prok" semua orang bertepuk tangan.


"Dan Keberhasilan ini. Saya ingin semua anggota Staff karyawan dan karyawatiku semua juga merasakan kebahagiaan ini. Dengan mengadakan pesta ini" kata Pak Mahardika.


"Ye,,,,, Prok, prok, prok" semua orang bertepuk tangan dengan meriah.


"Dan tentu Saya akan memanggil nama Mereka yang telah ikut berpengaruh besar dari proyek ini. Saya panggilkan Bu Putri. Silahkan bu Putri" kata Pak Mahardika.


"Prok, prok, prok" semua orang bertepuk tangan.


Bu Putri naik ke atas berjalan di samping Pak Mahardika.

__ADS_1


"Dan orang yang satunya adalah Pak Zaidan. Silahkan Pak Zaidan" kata Pak Mahardika.


Saat nama Zaidan dipanggil. Semua orang tidak ada yang bertepuk tangan untuknya. Mereka telah mengetahui skandal kasus yang telah terjadi atas nama Zaidan.


Melihat Pak Mahardika kepala yang baik. Lalu mendengar Managernya berani menggelapkan dana. Tentu saja staff karyawan mendadak tidak menyukai Zaidan.


Tak sedikit Mereka berbisik-bisik tentang kasus ini di meja Mereka.


"Bukankah Dia telah korupsi?" bisik salah satu karyawan.


"Astaga, padahal Pak Mahardika baik sekali. Tega sekali Dia melakukan hal itu" bisik karyawan lainnya.


"Tapi salutnya, sudah tahu telah melakukan seperti itu. Pak Mahardika masih mengapresiasi hasil kerja Zaidan. Pak Mahardika memang orang yang sangat baik" bisik karyawan lainnya.


"Berkat Mereka berdualah ide-ide itu muncul dan menciptakan sebuah model rumah yang unik dan banyak peminatnya. Beri tepuk tangan kepada Mereka berdua" kata Pak Mahardika.


"Prok, prok, prok, prok" semua orang bertepuk tangan.


Sedangkan Putri tidak lagi memandang Zaidan lagi. Mengingat bagaimana penolakan Zaidan terhadap dirinya. Membuat Putri bertingkah seakan tidak mengenal Zaidan dengan baik.


Dalam keramaian itu. Tentu Zaidan merasa terasing di sana.


"Baiklah, Saya ucapkan terimakasih kepada kalian berdua atas kerja keras kalian. Sekarang kalian bisa kembali ke tempat duduk" kata Pak Mahardika.


Zaidan dan Putri kembali ke tempat duduk semula.


"Di sini, Saya juga akan menyampaikan sesuatu. Bahwa Pak Zaidan mulai bulan depan akan tidak lagi berada di mejanya" kata Pak Mahardika.


Kini semua tatapan tertuju kepada Zaidan setelah mendengar penjelasan Pak Mahardika.


"Dan tempat duduknya akan di ganti oleh Pak Angga. Silahkan Pak Angga" kata Pak Mahardika.


"Klotak, klotak, klotak"


Bunyi sepatu itu terdengar jelas saat suasana sedang sunyi. Karena semua orang penasaran dengan sosok yang disebutkan oleh Pak Mahardika.


"Silahkan perkenalkan Nama Anda" kata Pak Mahardika.


"Selamat malam semua" kata Angga.


"Malam" jawab semua orang.


"Perkenalkan nama Saya Anggara Kurniawan. Panggil saja Saya Angga" kata Angga.


"Prok, prok, prok, prok" Semua orang bersorak ria.


Sedangkan Zaidan terbelalak melihat sosok Angga. Wajahnya, suaranya, dan postur tubuhnya. Tidak asing bagi Zaidan. Dia mirip sekali dengan Niko.


"Niko" gumam Zaidan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2