Aku Bukan Menantu Idaman Season 2

Aku Bukan Menantu Idaman Season 2
Bab 29: Kasus Nico


__ADS_3

Karena Nico merasa telah berjasa menafkahi Ibunya selama ini setelah Ayahnya meninggal. Tentu kata-kata yang dilontarkan oleh Ibunya membuat hatinya sakit. Tidak ingin menganggapnya sebagai anak. Akhirnya api pun berkobar dengan ganas.


"Setelah semua yang Aku lakukan padamu. Dengan ringannya Kamu membuangku dan bilang seperti itu." kata Nico.


"Ha, ha, ha, memang benar, perempuan itu makhluk yang paling egois. Buktinya, anaknya sendiri kini dibuang dengan seenaknya" kata Nico.


"Aku berkata seperti itu. Bukan karena membuangmu. Tapi karena jijik dengan apa yang baru saja Kamu perbuat Nico" kata Ibu Nico.


"Jijik? Kenapa Kamu jijik yang bahkan hampir setiap hari Kamu lakukan dengan Ayah dulu? Hah?" kata Nico.


"Maksudku Caramu salah Nico" kata Ibu Nico.


"Bagaimana mungkin Kamu tidak merasa bersalah sama sekali?" kata Ibu Nico.


"Em,,,, jangan-jangan,,,!!!" kata Nico.


"Apa Ibu ingin melihat milikku? Mari Ibu" kata Nico.


"Astagfirullahhal adzim. Anak macam apa Kamu Nico" kata Ibu Nico.


Segera Nico mengunci tangan Ibunya dan menyeretnya untuk dikurung di kamar bersama Bella.


Emosi telah menguasai dirinya. Membuat akal sehatnya tidak bekerja lagi. Dan tidak berfikir lagi jika Dia adalah Ibunya sendiri. Hatinya telah ditutupi oleh kabut yang hitam pekat.


Setelah Nico mengunci pintu kamar. Ibu melihat Bella yang masih telanjang di atas ranjang.


Begitu menyedihkannya melihat keadaan Bella saat itu. Gadis yang malang.


Semua bukan keinginannya, tapi Dia yang harus menanggung kerusakan. Rusak dirinya, masa depan, dan hancur pula mentalnya. Hanya karena sebuah keegoisan seseorang.


Tidak dipungkiri lagi Bella adalah korban.


Ibu Nico segera melepas tali yang melilit tangan dan kakinya.


Lalu memberikan bajunya yang berceceran di kamar kepada Bella.


Bella terus menangis.


Dengan tangan gemetar Dia meraih bajunya tanpa otot.


Melihat begitu lemah Bella. Ibu Nico membantunya untuk mengenakan bajunya.


Ibu Nico sangat merasa bersalah kepada perempuan remaja yang sangat menyedihkan itu.


"Maafkan anak Saya nak" kata Ibu Nico saat duduk di sebelah Bella


Bella hanya mematung dengan tatapan kosong. Tanpa reaksi apa pun.


"Jika kejadian ini membuatmu hamil. Ibu yang akan bertanggung jawab atas hidupmu" kata Ibu Nico.


Seketika Bella menatap Ibu Nico dengan tatapan sangat tajam. Penuh dengan amarah, dendam, kebencian yang ditekan.


Seketika Ibu Nico menunduk karena tidak menampik jika memang anaknya salah.


Dengan suara yang terbata Ibu Nico memberitahu jika Dia telah memanggil polisi agar segera menangkap Nico.

__ADS_1


"It, itu,,, Saya sudah memanggil polisi agar menangkapnya. Dia memang harus diberi pelajaran yang nyata" kata Ibu Nico.


"Jangan menipuku! Mana ada Ibu tega melakukan seperti itu kepada anaknya sendiri" ucap Bella lirih dengan air mata yang mengalir dan tatapan kosong kembali.


"Aku tidak berbohong. Karena ini bukan pertama kalinya Nico memerkosa wanita." kata Ibu Nico.


"Dan Kamu selama itu diam saja hingga wanita itu dirusak dengan anakmu sendiri?" kata Bella tegas.


"Seperti katamu, Aku adalah seorang Ibu. Tidak ada seorang Ibu ingin anaknya masuk ke penjara. Aku hanya berharap Dia bisa berubah. Tapi ternyata,,, Dia tetap saja melakukan hal yang salah" kata Ibu Nico.


Tuit,,, tuitt,,,


Tak lama mobil polisi telah datang. Dan semua polisi mengepung rumah Nico.


Karena Nico termasuk mantan pidana, tanpa mencari polisi telah mengenalnya. Segera Polisi menangkap Nico. Dan menggeledah seisi rumahnya.


Kemudian Mereka menemukan sebuah kamar yang masih terkunci.


Lalu Mereka mendobrak pintunya.


Ada dua orang perempuan di dalamnya.


Yaitu Ibu dan Bella.


Mereka juga diperintahkan untuk ikut ke kantor polisi sebagai saksi kejadian.


Di tengah percakapan kesaksian Ibu Nico dan polisi.


Nico mendengar jika memang Ibunya yang melaporkannya.


"Ibu melakukan ini demi kebaikanmu Nico" kata Ibu.


"Persetan untukmu" kata Nico.


Perkataan Nico seketika menyayat hati Ibunya. Dia sangat teriris mendengar kata-kata itu dari darah dagingnya sendiri.


Langsung Ibu Nico memejamkan matanya dan menahan rasa sedihnya.


Tak lama kemudian, Pak Mahardika dan Pak Ramli juga melaporkan kasus tentang korupsi atas nama Angga di perusahaannya.


Polisi melihat foto dan identitas Angga.


Lalu melihat wajah Nico.


"Bukankah orang ini adalah orang itu?" kata polisi dengan menunjuk ke arah Nico yang sedang duduk dengan kedua tangannya di borgol.


Pak Mahardika dan Pak Ramli menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Pak polisi.


"Iya Pak benar" kata Pak Mahardika.


"Tapi orang itu bernama Nico" kata polisi.


"Siapa Nico?" kata Pak Ramli heran.


"Sebentar, Saya akan cek dulu kartu identitas ini di data sensus penduduk" kata polisi.

__ADS_1


Setelah beberapa jam pemeriksaan. Ternyata nama Angga yang tertera tidak ada di sensus penduduk. Dan tidak ada yang lulus dari Univ. Amerika dengan atas nama Angga.


"Apa? Jadi selama ini Saya ditipu dengan karyawan Saya sendiri?" kata Pak Mahardika terkejut dan tak habis pikir.


Pak Mahardika sebenarnya geram dan marah kepada Nico. Tapi sebagai pengusaha yang terkenal, menjaga sikap di muka umum adalah prioritas utama.


Namun, di balik senyumnya yang pahit. Pak Mahardika membuat Nico agar dipenjara selama mungkin.


Karena tuduhan korupsi, pemalsuan identitas, penipuan dan pemerkosaan wanita di bawah umur.


Kali ini Nico tidak bisa berkutik apa pun. Dengan terpaksa Dia harus menerima hukumannya.


Akhirnya Nico di penjara selama 50 tahun.


...****************...


Setelah kasus Nico selesai. Untuk Manager Exterior dan Interior kini telah kosong di PT. SEARCH.


Memang kerugian telah terjadi tahun ini. Tapi karena PT. SEARCH adalah PT yang besar. Dan memiliki Investor dalam skala jangka besar. Membuat kerugian satu tahun itu tidak berarti apa-apa untuk alasan kebangkrutannya.


Namun, Pak Mahardika menjadi teringat dengan sosok yangs selama ini setia padanya. Yaitu Zaidan.


Ditambah lagi, saat Zaidan mengajukan proposal penanaman saham. Diperberat oleh Pak Mahardika.


Tak dipungkiri, Pak Mahardika merasa menyesal telah membuang seseorang yang jujur, bertalenta dan gigih.


Akhirnya Pak Mahardika penasaran dengan kemajuan Instansi milik Zaidan.


Di depan layar laptonya yang berdiri di atas meja kerjanya.


Pak Mahardika mencari kabar tentang PT MAJU TERUS.


Kabar Terkini di Intansi PT MAJU TERUS


Tulisan itu yang diketiknya di google search.


Jawaban yang mencengangkan.


Di informasi. Bahwa PT MAJU TERUS telah berkembang pesat.


Tak hanya di dalam Negeri. Tapi juga di luar Negeri.


Kantornya juga semakin meluas. Karyawannya juga semakin bertambah.


"Ternyata Dia berhasil" gumam Pak Mahardika ikut senang.


Tak lama Pak Mahardika menelvon sekretarisnya.


"Jadwalkan Saya untuk bertemu dengan Pak Zaidan. Hubungi melalui asistennya Dimas agar mendapat tanggal pertemuannya" perintah Pak Mahardika.


"Maksud Pak Mahardika Pak Zaidan mantan Manager exterior dan Interior dulu?" tanya Sekretaris.


"Iya benar" jawab Pak Mahardika


"Baik Pak" jawab Sekretaris.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2