Aku Bukan Menantu Idaman Season 2

Aku Bukan Menantu Idaman Season 2
Bab 23: Meeting


__ADS_3

Di kantor Pak Mahardika. Angga terlihat bekerja layaknya seorang manager.


Padahal, melihat hasil kerjanya tidak seperti kelihatannya. Justru sekretaris pribadi Anggalah yang banyak berperan dalam menyelesaikan pekerjaannya.


Angga hanya tinggal menggajinya, setengah dari gajinya.


Dan saat Angga duduk di kantor. Dia hanya perlu berakting menjadi orang yang sangat rajin dan gila kerja.


Sedangkan sekretaris yang diangkat oleh Angga. Merupakan siswi terbaik yang dapat prestasi di sekolah SMA nya. Namun, Dia tidak memiliki title karena batas biaya. Dan juga karena tidak memiliki kerabat orang dalam. Siswi ini sulit mendapatkan pekerjaan di Instansi besar.


Jadi, dengan terpaksa Dia menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Angga. Menjadi orang bayangannya. Yang mengerjakan semua pekerjaan Angga di belakang layar. Tanpa harus satu pun ada orang yang tahu.


Karena keadaan, meski mendapat gaji kotor dan tidak sepadan dengan beratnya pekerjaan Angga. Siswi ini terpaksa menerima tawaran ini. Dan memilih untuk bertahan. Karena kebutuhan hidup keluarganya, Dia ingin membantu ekonomi orang tuanya. Sebut saja namanya adalah Bella.


Di lain sisi, tak jarang juga Angga menekan pelanggan untuk membayar biaya lebih dari tarif bulanan kesepakatan awal pelanggan. Dengan alasan jika ada sebuah kenaikan harga. Dan harga mengikuti pasar pada umumnya.


Padahal, uang lebih yang Dia bilang kenaikan itu. Masuk ke kantongnya sendiri. Alias bukan perintah dari kantor. Melainkan dari inspirasi Angga sendiri. Demi mendapat uang yang lebih banyak dari pendapatannya.


Pelanggan merasa terperas, tapi karena kesepakatan awal telah bertanda tangan. Jika tidak melunasi cicilan perumahan hingga akhir. Akan ada denda sebesar 20 juta. Atau menyita sebuah jaminan yang telah ditawarkan.


Tentu, angka ini sangat berat untuk Mereka yang ekonominya masih pas-pas an.


Dengan pintarnya, Angga tidak ketahuan melakukan hal ini. Dengan segala akting yang Dia punya. Dia sangat pintar memanipulatif dan memutar balikkan fakta hingga Dia tampak orang yang benar.


Walau demikian, karena pelanggan telah merasa gemas melihat harga pasar terus naik dan naik. Menyebabkan ada dua sampai 3 orang yang memutus cicilan rumah ini. Dan rela terpaksa membayar denda yang telah disepakati.


"Hei, jangan beli di perumahan itu. Harga selalu naik di setiap bulannya. Kalo ekonomi masih seperti Kita, tentu saja itu terasa sangat berat" kata salah satu mantan pelanggan memberi kabar kepada orang-orang sekitar tentang ketidaknyamanannya atas sistem pembayaran yang semakin lama harga semakin terus melonjak.


"Benarkah? Astaga, designnya sebenarnya menarik. Tapi sayang sekali harganya mahal" kata orang yang diberitahu.


Dan kabar itu terus terdengar dari telinga ke telinga lain.


Menyebabkan perumahan kantor yang dinaungi oleh PT. SEARCH kini menjadi turun daya tariknya.


Banyak orang yang lari dan tidak tertarik. Meski designnya sangat unik dan menarik.


Mungkin ada satu atau dua orang yang benar-benar kaya. Yang tetap membelinya.


...****************...


Di lain sisi, Zaidan yang melakukan briefing kepada seluruh karyawannya. Dia benar-benar menekan dan memberi semangat kepada Karyawannya agar lebih semangat untuk melakukan taktik pemasaran.


Salah satunya, Zaidan mulai membuat sebuah aplikasi khusus untuk penjualan online. Yang ini akan diserahkan kepada kak Heni.

__ADS_1


Kak Heni di beri tugas untuk mempromosikan barang Instansi lewat online.


Sedangkan lainnya, fokus kepada offline. Memenuhi pasar. Kalau bisa hingga ke luar provinsi.


Saat Briefing, Zaidan berpidato di depan para Karyawan dengan sangat berwibawa.


"Saya di sini sebagai pimpinan PT. MAJU TERUS. Sebelum itu Saya sangat berterimakasih kepada rekan-rekan kerja yang mau membantu kerja operasional di Instansi yang Saya bangun. Secara tidak langsung, kalianlah salah satu aset pendukung berdirinya Instansi dan berkembangnya Instansi. Saya tidak menganggap kalian bawahan Saya. Tapi Saya menganggap Kalian adalah tim kerja di PT. MAJU TERUS. Seperti namanya, meski Instansi saat ini jatuh. Kita harus bisa menumbuhkan semangat Kita agar terus maju dan pantang menyerah. Itulah alasan Saya memberi nama Instansi ini. Saya sangat percaya kepada Kalian semua. Mari Kita bangun bersama-sama. Dan yang terpenting, lakukanlah semua dengan rasa ikhlas dan senang. Terimakasih" kata Zaidan.


"Yuk! Kita angkat tangan kanan kita dengan mengepal di atas!" perintah Zaidan.


Semua karyawan melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Zaidan.


"Mari kita tinju ✊ udara atas kepala Kita dengan berkata lantang. "Maju Terus" hingga tiga kali" kata Zaidan.


Mereka memulai beryel-yel serentak dengan kompak dan lantang.


"Maju Terus"


"Maju Terus"


"Maju Terus"


"Prok, prok, prok, prok, prok"


Bahwa Zaidan ingin Mereka bekerja tanpa tekanan. Tapi, justru Mereka dapat mengembangkan kreativitas Mereka dan menuangkan ide untuk pengembangan Instansi.


Tentu, Zaidan juga tidak tanggung-tanggung memberikan prestasi kepada Karyawan yang rajin dan smart.


"Saya akan memberikan penghargaan dan kenaikan gaji kepada karyawan yang paling rajin dan kreatif dalam memberikan ide dalam pengembangan Instansi" kata Zaidan.


Perkataan Zaidan yang sangat mendukung dalam hal prestasi ini membuat para karyawan berlomba-lomba mengerahkan kinerja Mereka yang terbaik.


...****************...


Sedangkan di kantor PT. SEARCH. Pasar semakin hari semakin sepi.


Sebenarnya tidak ada penurunan omset di perusahaan. Namun, dalam 3 bulan terakhir beberapa pelanggan ada yang memotong pelunasan. Dan tidak ada pemesan perumahan lagi.


Membuat ini menjadi tanda tanya besar kepada para anggota Manager PT. SEARCH.


"Adakan rapat nanti setelah istirahat siang!" perintah Pak Mahardika.


"Baik Pak" jawab Sekretaris Pak Mahardika.

__ADS_1


Setelah siang itu, Meeting telah diselenggarakan. Dengan para anggota Manager dan Pak Mahardika.


Pak Mahardika duduk di kursi yang paling ujung di depan layar monitor.


Sedangkan para Manager duduk di samping meja panjang berwarna cokelat yang telah diplitur dengan sangat cantik.


5 orang Manager telah masuk. Angga adalah salah satunya.


"Bukkkkkk!!!"


Pak Mahardika melempar hasil laporan pemasaran Instansinya.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Pak Mahardika.


Semua Manager terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Pak Mahardika.


"Kenapa diam semua? Jawab?" tanya Pak Mahardika.


"Maaf Pak, Saya lihat memang pasar masih sepi" jawab salah satu manager di sana.


"Biaya operasional Instansi terus mengalir. Pendapatan Kita untuk menutup modal masih berjalan. Dengan mudahnya Kamu bicara pasar memang masih sepi?" kata Pak Mahardika dengan nafas yang terengah-engah.


"Kenapa diam semua? Aku butuh jawaban?" kata Pak Mahardika.


Dengan cerdiknya, Angga berdalih menjadikan bagian Manager pemasaran dan salles marketing sebagai kambing hitam.


"Maaf sebelumnya Pak, menurut Saya. Jam selles marketing untuk keliling ini perlu ditambah. Selama ini Mereka hanya bekerja selama 7 jam dan satu jam istirahat. Membuat Mereka sangat santai di lapangan" kata Angga.


Seketika Manager pemasaran geram mendengar pernyataan Angga seakan-akan tim pemasaran hanya bersantai dan tidak becus dalam menangani hal demikian.


"Tapi Pak Angga, di Indonesia memang batas bekerja maksimal adalah 8 jam. Jika Kita melebihi itu sama saja Kita melanggar UU negara" ucap Manager Pemasaran membela diri.


"Sepertinya tadi sudah Saya jelaskan jika Mereka hanya bekerja dalam waktu 7 jam. Apa salahnya jika ditambah 1 jam lagi?" kata Angga.


"Tapi Pak Angga,,,," kata Manager Pemasaran terpotong oleh Pak Mahardika.


"Yang diucapkan Angga benar. Seharusnya kalian mencontohnya, Dia lebih menjawab kesolusi masalah. Dibandingkan dengan hanyut akan suasana dan pasrah tanpa tindakan" kata Pak Mahardika.


Seketika Manager lama yang lain merasa iri kepada Angga. Angga dengan mudah merayu Pak Mahardika. Padahal Dia termasuk Manager baru di sana.


Akhirnya, Meeting itu menghasilkan peraturan baru kepada salles marketing menjadi kerja 8 jam full tanpa istirahat.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2