Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
BAB 15


__ADS_3

"Daddy!?" ucap Sunny terkejut. Dirinya tidak mengira kalau daddy nya bisa menemukan tempat tinggal nya yang baru bersama dengan Ayana, istrinya. Tuan Apollo tersenyum lebar melihat putra satu-satu nya itu terlihat terkejut saat dirinya sudah berada di tempat tinggal mereka.


"Jangan tegang seperti itu, dong Sunny! Ayo kita duduk santai sambil menikmati kopi buatan istri kamu. Bagaimana?" sahut tuan Apollo. Sunny melepaskan pelukan Ayana yang sejak tadi seperti ketakutan dengan kedatangan daddy nya.


"Ayana, tolong buatkan kopi untuk daddy," kata Sunny seraya berjalan ke ruang tamu. Tuan Apollo mengikuti langkah Sunny. Sedangkan Ayana mulai membuatkan kopi untuk suami dan juga mertuanya.


"Sebenarnya aku tadi sudah minum kopi susu buatan istri kamu. Tapi karena sudah habis, tidak apalah jika aku minum lagi. Itupun kalau dibuatkan kopi oleh istri kamu," ucap tuan Apollo.


"Hanya kopi, daddy! Jangan dipermasalahkan. Ayana sangat pintar membuatkan kopi," sahut Sunny. Tuan Apollo tersenyum sinis.


"Hem, seperti nya kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan," kata tuan Apollo memperhatikan penampilan Sunny yang seperti pekerja kantoran. Sunny tidak menggubris ucapan daddy nya.


"Aku harus bekerja, daddy! Aku seorang suami. Tentu saja menjadi tulang punggung bagi keluarga ku. Oh, iya daddy!? Bagaimana keadaan mommy?" ucap Sunny.


"Justru itulah aku kemari, Sunny! Sebenarnya aku tidak sudi jika harus mengalah dengan kamu. Apalagi kamu sudah nekat menikahi wanita pelacur itu," kata tuan Apollo dengan senyuman sinis nya.

__ADS_1


"Cukup, daddy! Jika kedatangan daddy hanya untuk menghina masa lalu istriku, lebih baik daddy jangan lagi ke rumah ini," sahut Sunny.


"Hahaha, baik, baik, baik, maaf, daddy minta maaf!" ucap tuan Apollo.


"Mommy kamu saat ini semakin hari semakin parah. Aku minta kamu kembalilah ke rumah. Selain itu, kita sama-sama mengembangkan perusahaan lagi. Aku ingin kamu seperti dulu memimpin perusahaan. Daddy tidak mungkin mengurus semua itu seorang diri. Kamu adalah putra daddy satu-satu nya. Harta berlimpah yang aku miliki tentu saja itu semuanya akan diwariskan untuk kamu. Namun tolong lah, kembalilah lagi ke rumah," ucap tuan Apollo.


"Bukannya daddy sudah mengusir kita dari rumah itu? Dan lagi daddy tidak menganggap aku sebagai putra daddy? Kenapa harus menyuruhku kembali lagi di rumah itu. Dan juga mengajakku kembali mengelola bisnis di perusahaan daddy?" sahut Sunny.


"Ayolah, Sunny! Saat itu daddy hanya emosi. Sekarang kamu harus kembali ke rumah itu. Silahkan kamu membawa istri kamu ke rumah itu. Mommy mu juga ingin melihat istri kamu. Mommy kamu sudah sakit-sakitan. Semakin hari semakin lemah dan tidak bersemangat lagi. Apalagi di rumah itu tidak ada kamu lagi," kata tuan Apollo.


"Silahkan diminum kopinya, mas! Om!?" kata Ayana. Tuan Apollo tersenyum mendengar panggilan Ayana yang tetap memanggil dirinya dengan sebutan om.


"Panggil aku daddy, Ayana! Mulai sekarang, aku merestui kalian menjadi suami istri kok," ucap tuan Apollo. Sunny menyipitkan bola matanya seperti tidak percaya.


"Ayana, duduklah!" perintah Sunny. Ayana duduk di sebelah Sunny. Dengan kepala menunduk Ayana siap menyimak pembicaraan antara suami dan juga daddy mertua nya.

__ADS_1


"Daddy mengajak ku kembali ke rumah. Selain itu aku juga akan kembali bekerja mengurus perusahaan yang selama ini aku pimpin.Bagaimana menurutmu? Apakah kamu mau jika aku mengajak kamu pulang ke rumah. Kita akan tinggal di rumah itu. Kamu tahu, Ayana! Mommy ku semakin hari semakin memburuk keadaan dan kesehatan nya. Mungkin saja karena mengetahui aku tidak lagi di rumah itu. Mommy menjadi banyak berpikir tentang aku," jelas Sunny.


Cukup lama Ayana terdiam tidak mau menjawab nya. Dia khawatir jika tinggal di rumah itu. Di mana di sana satu atap dengan daddy Sunny. Tuan Apollo dulu adalah salah satu pria yang memakai jasa nya sebagai seorang tuna susila. Tentu saja Ayana takut jika tuan Apollo masih menganggap dirinya wanita seperti itu. Sedangkan Ayana benar-benar ingin berubah. Sunny menatap. daddy nya dan juga Ayana secara bergantian.


"Kamu keberatan yah kalau aku kembali pulang ke rumah?" tebak Sunny karena Ayana diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Sunny.


"Eh? Em bukan seperti itu, mas!? Tetapi aku sudah betah di sini, mas! Bagaimana kalau mas Sunny pulang ke rumah orang tua, mas Sunny. Kalau soal aku, biar saja aku disini dan mengurus Warung kopi ku," ucap Ayana. Tuan Apollo dan Sunny saling berpandangan.


"Oke, oke, kalian silahkan dirundingkan terlebih dahulu, mana yang terbaik. Sepertinya aku harus pamit dulu, Sunny!" sahut tuan Apollo seraya bangkit dari tempat duduk nya.


"Oke, pintu rumah itu sudah terbuka lebar untuk kalian! Daddy dan juga mommy akan sangat senang jika kamu kembali ke rumah itu bersama istrimu," sambung tuan Apollo. Sunny dan Ayana saling berpandangan.Sunny meraih pergelangan istrinya dengan lembut.


"Kamu mencintai ku, kan Ayana? Jika kamu mencintai ku, kamu juga harus menyayangi daddy dan juga mommy ku," kata Sunny akhirnya.


"Mas," gumam Ayana.

__ADS_1


__ADS_2