
"Makanlah yang banyak, nak! Kamu sekarang berada di rumah daddy mommy nya Sunny, suamimu. Jadi, itu artinya kamu juga sudah kami anggap sebagai anak kami seperti hal nya Sunny. Benar begitu kan, mas Apollo?" ucap Reta. Sunny tersenyum lebar.
"Hem, betul sekali, Reta! Sunny bersama dengan Ayana, istrinya akan memberi warna di rumah ini lagi. Mereka pasti mau kembali lagi ke rumah ini dan rumah ini akan ramai lagi, Reta," sahut tuan Apollo.
Sunny langsung menatap Ayana dan juga mommy daddy nya secara bergantian. Dia begitu bahagia istrinya diterima dengan baik oleh mommy nya dan juga daddy nya. Setelah sekian lama daddy nya tidak merestui hubungan nya dengan Ayana bahkan saat menikah pun, daddy nya tetap tidak mau merestui nya. Sehingga pernikahan Sunny dengan Ayana hanya keluarga Ayana saja yang menyaksikan nya.
Tuan Apollo terlihat sangat menjaga image nya. Dia ingin terlihat berwibawa di mata Ayana. Namun demikian Sunny tidak bisa memaksakan Ayana kembali ke rumah utama itu. Bukankah hal itu sudah dibicarakan antara Ayana dengan Sunny saat itu. Ayana bersikeras belum mau tinggal bersama dengan mertuanya. Walaupun mertua nya sudah menyuruh Sunny berserta istrinya untuk tinggal di rumah besar itu.
Ayana ingin membangun rumah tangga nya sendiri bersama dengan Sunny di rumah sendiri. Mungkin ini lebih enak daripada tinggal satu atap dengan mertuanya. Apalagi tuan Apollo dahulu nya pernah menjadi pelanggan nya saat dirinya menjadi seorang wanita penghibur. Bahkan tuan Apollo pernah mengajaknya menikah. Ayana sangat takut jika bisa menimbulkan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi menjadi terjadi hingga merusak hubungan suami istri antara dirinya dengan Sunny.
Benar! Sampai sekarang rahasia bahwasanya Ayana dulu pernah menjadi partner ranjang bagi tuan Apollo belum diketahui oleh mommy Reta. Walaupun Sunny sendiri sudah mengetahui bahwasanya daddy nya dulu pernah berkencan dengan Ayana sebelum Ayana memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan menikah dengan Sunny. Hal itu juga dijaga oleh Sunny, dimana masa lalu itu bisa membuat Ayana menjadi berkecil hati saat berhadapan dengan daddy nya apalagi harus tinggal satu rumah.
Sunny akhirnya angkat bicara setelah menyelesaikan makannya. Dia melihat Ayana belum juga menghabiskan makannya. Ayana terlihat kurang nyaman saat dilihat terus menerus oleh tuan Apollo. Tentu saja Sunny sangat tahu itu.
__ADS_1
"Maaf, daddy, mommy! Aku dan Ayana sekarang ini sudah menjadi anak kalian. Namun maaf, mommy daddy! Kami belum bisa tinggal di rumah ini bersama dengan kalian. Namun kami usahakan untuk lebih sering mengunjungi mommy daddy. Benar begitu kan, sayang?!" ucap Sunny seraya meraih tangan Ayana lalu menggenggam nya erat di depan mommy daddy nya. Tuan Apollo terlihat kurang suka melihat Sunny sengaja menunjukkan kemesraan nya bersama dengan istrinya itu di depan nya.
"Ehem, ya sudah! Kami tidak akan memaksa kalian untuk tinggal di rumah ini. Tapi jika kalian ingin tinggal di rumah ini sewaktu-waktu, pintu rumah ini akan terbuka lebar-lebar untuk kalian berdua. Benar kan, Reta!?" ucap Tuan Apollo.
"Tentu saja! Tapi usahakan dalam seminggu sekali minimal kalian datang ke rumah ini. Kita makan bersama dan ngobrol seperti ini. Aku ingin kita selalu berkumpul seperti ini," sahut Mommy Reta.
"Tentu mommy! Kami akan usahakan sering ke rumah ini," kata Sunny.
*****
Sepulangnya dari mansion tuan Apollo, Sunny mengajak Ayana berbelanja kebutuhan bulanan. Sunny sudah mendapatkan gaji pertama nya saat bekerja menjadi karyawan di perusahaan milik Mark. Namun saat mereka berdua sedang berbelanja, berjumpa dengan tuan Mark bersama dengan asisten pribadi Mark yaitu Rendra. Keempatnya akhirnya masuk ke sebuah kafe untuk sekedar ngopi dan mengobrol sebentar.
"Aku pikir saat weekend seperti ini kamu bakalan jalan dengan wanita mu, Mark. Ternyata kamu bersama dengan Rendra. Apakah kamu tidak takut jika orang-orang mengira kalian berdua sedang menjalin asmara?" ucap Sunny dengan asal. Tentu saja itu hanyalah guyonan belaka. Dan nyatanya Mark dan juga Rendra tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Astaga, Sunny! Aku pria normal. Bahkan sangat normal. Demikian juga halnya Rendra. Kamu ingin aku membuktikan nya di depan mata kamu, hah?" sahut Mark sambil melirik ke arah Ayana yang sedang menyeruput kopi cappucino dingin dengan kue nya. Ayana hanya bisa menunduk tidak berani menatap mata tajam seperti elang milik tuan Mark.
Betapa masa lalu Ayana membuat dirinya seperti lingkaran setan. Dunia serasa begitu sempit dan dimana dirinya masih saja dipertemukan dengan laki-laki dari masa lalu nya yang pernah menikmati keindahan tubuh nya. Rasanya ingin menghindar namun selalu saja dipertemukan dengan laki-laki yang pernah tidur bersama dengan nya.
"Kenapa sih, aku selalu saja dipertemukan dengan laki-laki yang pernah tidur dengan ku? Kenapa disaat aku sudah bertaubat dan ingin menjadi manusia yang lebih baik, kembali diingatkan lagi dengan masa-masa itu. Masa disaat aku semakin terlena setelah aku menikmati pekerjaan ku. Walaupun awalnya itu membuat aku menjadi wanita paling hina dan menjijikkan. Tetapi seiring berjalan nya waktu, aku semakin terbiasa dan enjoy menjalaninya. Sekarang aku ingin lebih baik. Aku tidak ingin kembali menjadi wanita yang bergelimang dosa. Aku harus menebus semua itu dengan kebaikan," batin Ayana.
Ayana selalu saja menundukkan kepala Pilihannya saat ini adalah mulai menyibukkan diri bermain handphone nya disaat suaminya ngobrol bersama dengan tuan Mark dan Rendra.
"Ayana, sayang!? Kamu kalau bosan boleh ke salon kok. Kami akan menunggu mu di sini," kata Sunny yang sudah mulai paham kalau Ayana mulai bosan berada diantara pria-pria yang sedang mengobrol itu.
"Hem, sepertinya itu lebih baik! Kalau begitu aku ke salon dulu mas!" sahut Ayana. Tuan Mark masih saja memperhatikan Ayana yang berusaha menjaga sikap nya. Dalam hati tuan Mark tersenyum saja.
"Aku tahu kalau kamu pasti sangat canggung ketika bertemu dengan ku," batin tuan Mark.
__ADS_1