
"Mas Sunny!?" ucap Ayana seraya memeluk suaminya dari arah belakang.
Sunny masih memunggungi Ayana. Dalam pikiran dan hati Sunny masih kesal jika mengingat ucapan Mark bahwasanya Mark lah yang pertama menyentuh Ayana sebelum Ayana benar-benar terjun menjadi wanita panggilan anggota mami Susi.
"Apakah benar semua yang dikatakan oleh Mark, kalau Mark lah laki-laki pertama yang menggauli kamu?" tanya Sunny tanpa ragu. Sunny sudah tidak memikirkan lagi dengan ucapan nya itu akan berdampak buruk atas hubungan mereka berdua. Bahkan bisa jadi akan menyakiti Ayana. Bukankah sebelumnya mereka telah sepakat untuk tidak mengungkit masa lalu. Apalagi masa lalu Ayana yang buruk bisa menorehkan lara pada hati Ayana.
"Mas!?" gumam Ayana. Namun sebelum Ayana menjawab pertanyaan dari suaminya itu, Tiba-tiba saja Ayana didera rasa pusing kepalanya. Perut nya pun kembali mual. Ayana segera berlari menuju toilet di kamar utama mereka. Ayana kembali muntah-muntah. Dan anehnya tidak ada rasa tergerak sedikit pun bagi Sunny untuk menolong Ayana. Seolah seperti sudah tidak memperdulikan Ayana.
"Hem, aku jadi meragukan kehamilan kamu saat ini. Apakah benar, kamu hamil itu karena aku!?" ucap Sunny setelah Ayana kembali keluar dari dalam toilet kamar mereka. Ayana melebar matanya mendengar ucapan dari Sunny.
"Mas? Apakah itu artinya kamu menuduh aku berzina dengan laki-laki lain?" tanya Ayana.
"Siapa tahu saja!? Bukankah sudah hampir satu minggu ini kamu disembunyikan oleh Mark. Bahkan Mark dulu nya laki-laki yang sudah meniduri kamu bukan? Dan Mark lah orang pertama yang menikmati mahkota pertama kamu itu??" sahut Sunny tanpa perasaan.
__ADS_1
Ayana tidak menyangka jika laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu sangat tega menyakiti hatinya. Tanpa terasa kedua sudut mata Ayana menetes butiran air mata. Ayana tidak bisa membendung air matanya. Betapa hatinya sangat sakit dituduh seperti itu pada Sunny. Bahkan dia bukan orang lain melainkan suaminya sendiri yang membuat dirinya memutuskan lepas dari dunia hitam menjadi wanita panggilan atau tuna susila.
"Katakan padaku, Ayana!? Siapa yang sudah menghamili kamu??" kembali Sunny mengulangi lagi keraguannya. Ayana semakin menangis terisak isak dengan pertanyaan Sunny.
"Mas Sunny!? Jika kamu meragukan kesetiaan ku. Aku rela jika kamu ingin menyudahi pernikahan ini. Aku rela jika kamu ingin menceraikan aku?!" ucap Ayana dengan tangis yang semakin deras di kedua matanya.
"Katakan!? Jangan berbelit belit, Ayana! Aku butuh pengakuan dari kamu!?" sahut Sunny dengan suara yang keras. Tentu saja membuat Ayana semakin terisak.
"Benar!!? Iya benar! Semua yang mas Sunny bilang!? Sekarang silahkan jika mau menceraikan aku!!?" ucap Ayana tanpa ada lagi pembelaan.
"Jadi benar? Kalau kamu hamil karena Mark? Benar-benar wanita murahan!? Seperti kodrat kamu yang dilahirkan menjadi wanita penghibur dan tuna susila. Bagaimana pun kamu tidak akan bisa setia dan puas dengan satu pria saja," ucap Sunny tanpa filter.
"Mas Sunny?!" gumam Ayana.
__ADS_1
Betapa hatinya. sangat sesak mendengar ucapan dan makian dari laki-laki yang sudah menjadi suaminya. selama ini. Rasanya hatinya perih seperti tertusuk belati hingga beribu-ribu kali.
"Baiklah!? Sekarang juga aku ceraikan kamu Ayana!? Mulai detik ini kamu bukanlah istriku!? Silahkan kau pergi dan datanglah pada laki-laki yang menghamili mu," ucap Sunny tanpa ampun.
"Mas Sunny!?" gumam Ayana. Ayana memegang dadanya sendiri. Dia sangat terpukul dengan talak yang diucapkan Sunny terhadap dirinya. Tanpa pembelaan dan tanpa sepatah katapun, akhirnya Ayana memutuskan mengemasi barangnya. Ayana tidak butuh barang-barang pemberian Sunny. Ayana hanya membawa pakaian yang dahulunya adalah barang yang ia beli. sendiri. Dalam tangisan nya Ayana mengusap perutnya yang kini sudah ada janin hasil dari buah cinta nya dengan Sunny. Namun Sunny sendiri tidak mau mengakuinya.
"Mas Sunny!? Aku mencintaimu, mas!? Tapi aku tidak pernah menyangka jika kamu sangat tega menuduhku melakukan pengkhianatan itu pada Mark. Bahkan Mark sangat baik padaku," gumam Ayana.
Sunny keluar dari dalam kamar itu. Dia dalam kemarahan dan kesedihan menjadi satu. Namun Sunny sudah dibutakan dengan rasa cemburu dan kecurigaan yang tanpa alasan. Hingga nekat memutuskan bercerai dengan Ayana.
"Ah bangsat!!? Semua nya gara-gara Mark!? Mark, baj jingan Mark!!? Mark telah menghancurkan kebahagiaan ku!?" teriak Sunny yang mengamuk di mansion itu. Suara teriakan Sunny membuat mommy nya mendengar semua nya. Bahkan Sunny melempar barang-barang di dekat nya. Sunny dalam kemarahan.
"Ada apa dengan Sunny, anakku?" gumam nyonya Reta, mommy Sunny yang akhirnya keluar dari dalam kamarnya dibantu dengan perawat yang menjaganya mendorong kursi roda mommy Reta.
__ADS_1
Ayana kini meninggalkan mansion itu. Meninggalkan kepedihan di sana. Ayana yang selama ini berusaha menjadi wanita dan istri yang baik, namun kenyataannya masih tetap salah di mata suami nya.