
"Kak Mark!?" gumam Ayana saat melihat Mark sudah berdiri di depan pintu kamar. Pintu kamar itu terbuka lebar. Sudah lama Ayana terkungkung di dalam kamar itu dan tidak bisa keluar. Hanya mengitari kamar dan sesekali bengong di balkon kamar itu.
"Hai, apa kabar Ayana!?" ucap Mark seraya berjalan mendekati Ayana. Mark segera merengkuh tubuh Ayana yang wangi. Walaupun disekap di dalam kamar itu, di dalam kamar itu lengkap dengan keperluan Ayana. Lemari es yang penuh dengan makanan. Lemari pakaian yang lengkap dengan baju-baju dan peralatan wanita. Ditambah di dalam kamar itu lengkap kamar mandi dengan bathtub nya.
"Kak, aku harus pulang! Mas Sunny pasti bingung mencari ku," ucap Ayana. Mark masih enggan melepaskan pelukan nya pada tubuh Ayana.
"Kakak, mereka telah mengurung ku di kamar ini. Apakah kakak mengenal mereka semua? Tolong bantu aku kak, supaya keluar dari tempat ini," kembali Ayana berkata.
Ayana berpikir kalau Mark bukan lah salah satu kelompok yang menculiknya. Sehingga Ayana minta kepada Mark supaya membantunya keluar dari kamar atau tempat itu.
"Aku tidak mengenal mereka, Ayana sayang!? Tapi aku akan mencoba bernegosiasi dengan mereka. Sebenarnya apa yang diinginkan mereka sehingga sampai kamu di culik oleh mereka," kata Mark.
"Benar, kak!? Apakah mereka musuh-musuh mas Sunny? Sehingga aku sebagai istrinya mas Sunny dijadikan sandera karena mereka menginginkan sesuatu dari mas Sunny," ucap Ayana. Mark mengerutkan dahinya.
"Santai saja, Ayana! Ada aku di sini. Mereka tidak akan berani macam-macam apalagi menyakiti kamu, oke? Oh iya?! Bagaimana dengan kamar ini. Apakah kamu suka dengan kamar ini? Mereka sangat peduli dengan kamu, Ayana! Bahkan barang-barang sekecil apapun itu yang kamu butuhkan, sudah disediakan di dalam kamar ini," kata Mark. Ayana menyipitkan bola matanya.
"Apakah semua pakaian ganti, tas, sepatu, perhiasan yang ada di dalam lemari itu sengaja disiapkan untuk aku? Bahkan mereka juga banyak menyiapkan buah-buahan di lemari es. Tapi aku ingin makan berat, Mark!?" ucap Ayana.
"Hahaha, kamu ingin apa Ayana?! Biar pelayan ku menyiapkan semua nya yang kamu inginkan," kata Mark.
Ayana kembali menyipit matanya menatap lekat Mark. Tiba-tiba saja Ayana menjadi curiga kalau keberadaan nya di tempat itu karena perbuatan Mark atau perintah dari Mark sendiri. Mungkin saja Mark lah pimpinan dari mereka. Itulah yang menjadi pikiran Ayana.
"Pelayan kamu, kak?" sahut Ayana.
__ADS_1
"Eh? Maksud aku, pelayan disini atau orang-orang ku," ralat Mark.
"Oh?!" gumam Ayana.
*****
Sudah lima hari Ayana berada di mansion pribadi milik Mark. Ayana sebenarnya sudah menaruh curiga kalau Mark lah yang menyembunyikan keberadaan dirinya di mansion itu. Karena Ayana masih selalu dikurung di dalam kamar itu, sehingga Ayana tidak mengetahui secara pasti kalau Mark lah dalang dari semuanya. Walaupun demikian, Mark masih saja bersikap manis terhadap Ayana, sehingga Ayana juga menjadi ragu-ragu jika benar-benar Mark lah yang menyembunyikan dirinya di tempat itu.
"Mas Sunny?! Aku disini mas!? Apakah orang-orang itu tidak meminta tebusan padamu? Lalu apa tujuan mereka menyekap aku di sini?" gumam Ayana.
Tiba-tiba saja kepala Ayana pusing. Dia rasanya ingin muntah karena mual. Ayana segera berlari menuju toilet di kamar itu. Ayana memuntahkan semua makanan yang baru saja ia makan tadi. Sedangkan di tempat lain, di mana Mark berada di ruang kerjanya di mansion itu melihat CCTV-nya.
"Eh, ada apa dengan Ayana?" gumam Mark yang melihat Ayana baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat.
"Aku harus melihat Ayana!? Ayana pingsan!?" gumam Mark segera berlalu dari ruangannya lalu bergegas ke kamar Ayana. Dengan langkah kaki nya yang lebar, Mark telah menghubungi dokter keluarga supaya datang secepatnya di mansion nya.
"Apakah Ayana demam? Atau masuk angin?" pikir Mark.
*****
Prank
Prank
__ADS_1
"Sudah lima hari, Pak Robert! Istriku, Ayana belum juga ditemukan. Bahkan jejak orang-orang yang membawa kabur Ayana tidak ditemukan. Pak Robert, tolong bantu aku menemukan istriku, Ayana pak!? Lama-lama aku bisa gila jika tanpa Ayana," ucap Sunny yang kini berada di dalam ruangan kerja nya.
Di depan ada pak Robert berdiri mematung berusaha memutar otaknya mencari keberadaan Ayana saat ini disembunyikan oleh mereka.
"Tuan Mark!? Yah, tuan Mark!? Apakah mas Sunny tidak menaruh kecurigaan dengan tuan Mark. Aku yakin pasti tuan Mark dibalik semua ini. Karena proyek besar dari Pak Jacob kitalah yang memenangkan nya. Saya yakin tidak lama lagi, tuan Mark atau orang kepercayaan nya pasti akan menghubungi mas Sunny. Mereka akan mencoba memberikan penawaran itu pada mas Sunny, istri anda atau menyerahkan proyek besar dari perusahaan pak Jacob," urai pak Robert panjang lebar.
Sunny menyipitkan bola matanya menatap ke arah pak Robert.
"Itu tidak mungkin, pak Robert! Mark itu teman sekaligus sahabat ku sendiri. Mana mungkin dia menyembunyikan istriku dengan tujuan untuk mendapatkan proyek besar itu,"sahut Sunny.
" Kenapa tidak mungkin, mas Sunny!? Dalam dunia bisnis seperti ini, segala cara akan dilakukan. Baik dengan mengorbankan teman dekat dan saudara. Bahkan bisa juga sampai melenyapkan nyawa seseorang," kata pak Robert.
"Tapi Mark tidak mungkin yang melakukan nya,"kembali Sunny mengelak semuanya.
" Kalau begitu, mas Sunny bisa menunggu orang-orang itu menghubungi mas Sunny untuk membuat pilihan proyek itu atau istri mas Sunny," ucap pak Robert.
"Aku tidak bisa menunggu besok, pak Robert!? Aku sudah gila memikirkan Ayana, istriku. Aku takut jika mereka menyakiti Ayana," sahut Sunny.
"Kalau begitu, mas Sunny harus ke mansion tuan Mark! Pastikan istri mas Sunny ada di sana. Istri mas Sunny disembunyikan oleh tuan Mark di kediamannya itu," ucap Pak Robert yang dengan sangat yakin kalau tuan Mark lah dalang dibalik semua ini.
"Baik! Tidak ada salah nya jika aku tiba-tiba saja datang ke mansion Mark tanpa pemberitahuan Mark. Pak Robert, ikut aku!" kata Sunny.
"Siap, mas Sunny!?" sahut Pak Robert.
__ADS_1