Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
Bab 2


__ADS_3

Selesai acara, tim Amare Dancer langsung meluncur pulang. Jam 5 subuh mereka sampai di Bandung. Seperti biasa, Alexis selalu mengingatkan adik-adiknya untuk sholat dulu sebelum tidur.


"Bang, lu langsung balik?


kenapa ga tidur dulu disini, Bang? kesian lu nya, cape." tanya Alexis setelah mereka sholat berjamaah di mushola kecil di dalam rumahnya yang di pimpin oleh Aezar.


"Lu nanya kayak gue balik jauuuuuh banget Al." jawab Aezar sambil berlalu ke ruang tamu. Diikuti oleh ketujuh wanita-wanita cantik, sedangkan Felicia sibuk didapur sedang bikin kopi, susu, dan sarapan buat mereka semua.


"Rumah Bang Aezar kan emang jaaauuuuuuh banget hehehehhee.." Leta menimpali sambil tiduran di karpet dan menyandarkan kepalanya di paha Bianca, yang langsung dapat lemparan bantal sofa dari Aezar.


"Kampret emang si Al, rumah sebelahan aja sok-sok an kesian." Alexis yang duduk di sofa santainya pun tak luput dari lemparan Aezar.


"Lagian, kenapa Abang ga mau pindah sih. Kita semua disini tuh merasa dihantui tauk. Bang Aezar udah kayak CCTV berjalan aja." sahut Zanna, sambil membantu Felicia meletakkan minuman dan makanan di meja. Jovanka duduk diantara Aezar dan Zeline, langsung menyeruput susu hangatnya.


"No, no, no.. Kalian semua cewe cewe, yang auranya selalu menggoda laki-laki. Abang ga mau you, you, you semua salah jalan." Aezar berdiri dan menunjuk semua anak-anak didiknya sambil berkacak pinggang, persis kayak emak-emak yang lagi ngamuk kalo Tupperware nya ilang, wkwkwkwkwk


"Lebay lu.." sahut Alexis, sambil menyalakan rokoknya,


"Bang, tuh bocah berdua gue cabut fasilitasnya dan sebulan mereka dilarang keluar rumah. Kecuali latihan, karena sebulan lagi kita ada event di Surabaya."


"Al, enak banget hukumannya cabut fasilitas. Kenapa ga disuruh bantuin mba Surti beberes rumah sama nyuci baju kita aja sih." ujar Felicia, yang langsung membuat mata Bianca dan Adela membulat sempurna.


"Tadinya gue pengennya gitu.." belum selesai Alexis bicara, Adela dan Bianca berteriak bersama


"KAAAAAKKKKKKK...." serempak yang diruangan menutup telinga.


"Iissshh, ini rumah bukan hutan. Bikin kaget aja siiik." jawab Alexis sambil mengusap telinganya, dan berlalu membukakan pintu karena ada yang datang.


"Assalamualaikum." Ternyata Mba Surti (35 tahun), art panggilan di rumah Alexis. Dia bekerja mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Mba Surti bekerja dengan Alexis sudah 5 tahun, awalnya mba Surti tukang masak di panti alm. Ibu Mutia.


"Waalaikumsalam." jawab semua serempak.


"Ya udah, Abang balik ya. Udah siang ternyata.

__ADS_1


Al, hari ini gue kosongin jadwal, meeting sama penyelenggara di Surabaya besok aja."


"Ok, Bang. Ntar sore gue ama bocah nyalon aja paling, bosen gue kalo sehari ga ngelayap wkwkwkwkwk."


"Susah sih kalo turunan drakula. Siang molor, malem keluyuran. Assalamualaikum."


"Resek lu. Waalaikumsalam." Setelah punggung Abangnya menghilang, Alexis masuk ke rumah.


"Mba, masak buat makan siang aja. Nanti sore Al jalan ama anak-anak, mubazir kalo ga ke makan." pesan Alexis pada art nya.


"Iya, Teh. Oiya Teh Al, hari ini mba pulang jam 3 gapapa?? Soalnya mau nganterin mertua ke dokter, biasa kontrol." tanya Mba Surti pada Alexis yang sedang membuka pintu kamarnya. Kamar Alexis di lantai 1, sedangkan ketujuh adiknya di lantai 2.


"Ya boleh atuh mba, tapi tunggu saya bangun ya pulangnya. Sekalian saya ada titipan buat emak." sebelum Mba Surti menjawab, Alexis sudah menutup pintu kamarnya. Bukan apa-apa, pasti Mba Surti akan menolak dan Alexis ga suka penolakan.


'Si Teteh mah kebiasaan, pasti mau ngasih ini itu. Ya ALLAH, semoga rezeki Teh Al terus mengalir dan semoga dipercepat jodohnya aamiin.' gumam Mba Surti mendo'akan.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


"Mba, tolong bangunin bocah. Bilangin, saya nunggu dibawah mau ngajak ke salon." pintaku setelah menutup pintu kamar.


"Baik, Teh,"


Mba Surti berlalu dan naik ke atas. Alexis menuju meja makan, menyantap makanan kesukaan. Ayam penyet dan lalapan. Dia sudah biasa makan sendiri, karena adik-adiknya selalu bangun belakangan.


Selesai makan, Alexis menunggu di ruang tamu. Menyalakan dan menghisap rokoknya. Berselancar di media sosial, karena ada notifikasi permintaan mengikuti.


'Abhimanyu??' gumamnya


Alexis klik pemilik akun centang biru, dan terlihatlah pria tampan berwajah blasteran Arab. Asik memikirkan siapa pemilik akun, Alexis dikagetkan suara centil salah satu adiknya.


"Ehem.. fans baru Al?" tanya Jovanka


"Gue aja bingung dia siapa. Lu kenal ga? Soalnya, gue ga ngerasa punya temen artis." Alexis menyodorkan hp nya ke tangan Jovanka

__ADS_1


"Lhoooooo, ini kan aktor film yang terkenal itu Al. Waktu kita show di Jakarta kemarin kan, kita satu panggung. Masa lu ga inget?!" Jovanka mengembalikan hp kepada empunya.


"Yang mana sih?? Sumpah, gue ga inget soalnya banyak banget artis yang show satu panggung ama kita kan?!"


"Siapa, Kak?" Zeline ikut nimbrung dan duduk di samping Alexis untuk mengintip pria yang sedang dibicarakan kakak-kakaknya.


"Itu, si Abhimanyu. Aktor dan bintang iklan. Yang Zanna ngefans banget." Jovanka yang menjawab.


"Wuidiiiiih, Kakak keren amat di follow artis. Cie..cie...cie..." Zeline meledek kakaknya, dan disambut cubitan kecil di pinggangnya.


"Aaawww.. ampun Kak, hehehehehehhe"


"Berisik, gue ga kenal dan ga mau kenal. Bodo amat."


"Kalian udah makan? Yang lain mana?" tanya Alexis.


"Kita udah makan, Al. Tuh, bocah yang lain masih pada makan"


"Kita mau nyalon, Kak?"


"Iya. Gue ke mba Surti dulu. Oiya Jo, lu Ama bocah-bocah bawa dua mobil ya?? Gue mau bawa mobil sendiri, ntar ketemuan di mall biasa aja."


"Ok, gue panasin dulu. Bantuin gue manasin mobil, Zel." Jovanka menarik lengan Zeline menuju ke garasi.


"Mba, ini titip buat emak sama anak-anak mba Surti. Jangan ditolak, pamali. Anggep aja bonus dari kami semua."


"Jazakallah khayr, hatur nuhun teh. Semoga teh Al sama adik-adik diberi kesehatan, rezeki halal, dan cepet dapet jodoh..."


"AAMIIIIIIIIIIIIIIN....." serempak yang di ruang makan mengaminkan. Entah tentang rezeki atau jodoh, hanya mereka dan Tuhan yang tahu


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Hatur nuhun, terima kasih readers kesayangan yang udah mau baca novelku. Minta vote dan dukungannya, juga krisannya ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2