Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
Hembusan nafas


__ADS_3

Amora kembali menarik nafas dalam setelah mendengar perkataan Farel yang cukup menusuk hati nya itu,ia hanya larut dalam diam tanpa bisa lagi menjawab perkataan Farel terhadap nya,ia diam-diam meneteskan air mata nya.


"Sudahlah kalau begitu,aku pulang dulu,mau istirahat,"


Farel kemudian beranjak dan berlalu meninggalkan Amora yang sendiri di ruangan itu.


Malam semakin larut Ayu yang menunggu ibu nya tersadar ,sampai sekarang masih belum tersadar juga dari pingsan nya ,Aditya pun sudah memulangkan ibu nya untuk beristirahat,ia pun juga sudah menandatangani beberapa berkas yang di ajukan Andre,serta memakan makan malam yang di belikan Andre sebelum nya.


Aditya kembali mengingat tentang pelaku tabrak lari itu,sebenar nya apa motif penabrakan yang dilakukan Anggelina terhadap Ayu,apakah itu karna kecemburuan nya terhadap Ayu yang membuat nya tega menghilangkan nyawa orang lain.


Aditya yang tengah merebahkan diri nya di sofa sedang terjaga menatap langit-langit kamar.


"Om Arman pasti sangat bingung karna kasus ini melibatkan dua putri nya,pelaku nya Anggelina dan korban nya adalah Ayu,ah aku belum menanyakan bagaimana hasil pemeriksaan nya,mungkin sekarang sudah tidur,sebaik nya besok aku akan menemui nya,kasian om Arman,"


Aditya bergumam dalam hati nya memikirkan keadaan Arman yang terjebak dalam situasi sulit.


"Aaaaahhhhhh!,"


Tiba-tiba Ayu berteriak dalam tidur nya,Aditya segera menghampiri dan membangunkan Ayu agar terjaga mungkin dari mimpi buruk nya.


"Ayu,Ayu bangun,"


Aditya berusaha membangunkan dengan memegangi tangan Ayu,dan Ayu pun terbangun.


"Maaf dit aku,aku sangat takut mengingat kejadian itu,"


Tanpa sadar Ayu bangun dan memeluk Aditya yang bingung dengan gerakan tiba-tiba dari Ayu,beberapa detik masih dalam posisi yang sama Aditya mencoba menenangkan Ayu dengan mengusap pundak nya.


"Sudah jangan takut,aku ada disini untuk menjagamu,sekarang tidur lah,"


"Ah iya,maaf dit,,ah apa kah ibu sudah bangun?,"


"Seperti nya belum,"


"Oh,ya sudah,"

__ADS_1


"kenapa kamu masih takut?,"


"e,eh"


""Kalau begitu apa aku boleh tidur di samping mu ,untuk menemani tidur mu malam ini,karna ini malam pertama kau tersadar dari koma,"


"Em iya,"


Ayu menjawab dengan anggukan,ia terlalu takut jika mimpi itu kembali saat ia tertidur,ia berharap Aditya akan membangunkan nya jika ia kembali bermimpi tentang tabrakan itu lagi.


Aditya kemudian menaiki ranjang berukuran king itu dan merebahkan kepala nya pada bantal empuk di ujung nya,ia berbalik menghadap Ayu yang masih sangat canggung seranjang dengan laki-laki yang bukan suami nya,bahkan ini kali pertama nya tidur seranjang dengan laki-laki karna saat menikah ia tidak diijinkan tidur di ranjang ,ia selalu tidur di lantai.


Malam semakin larut mereka berdua akhir nya tertidur,tanpa mereka sadari kini jarak mereka hanya sejengkal,masih dalam tidur nya Aditya merengkuh tubuh Ayu dan memeluk nya,Ayu tak menyadari karna tidur nya semakin nyenyak saat Aditya memeluk nya.


Malam panjang mereka telah berlalu,karna matahari mulai menampakan sinar nya,perlahan samar-samar Ayu membuka mata nya dan tepat menatap wajah tampan Aditya,tiba-tiba dada nya berdegup cukup kencang saat menyadari tangan Aditya berada di perut tengah memeluk nya,entah apa yang dipikirkan ,Ayu mengangkat tangan nya berusaha meraba wajah Aditya yang kini tertidur di hadapan nya,ia menjelajahi dahi,hidung,pipi dan bibir Aditya dan terus menatap nya dengan senyum,tanpa di sadari Aditya membuka mata dan tersenyum menatap nya,tiba saat Ayu menyadari Aditya telah membuka mata ia segera menarik tangan nya,Tapi Aditya segera menangkap tangan nya dan mengecup nya seperti saat Ayu koma.


Mendadak Ayu diam,ia sangat terkejut mendapat perlakuan itu,kemudian Aditya meraba wajah Ayu dan berhenti tepat di bibir Ayu,perlahan Aditya mendekat dan semakin dekat hembusan nafas nya kian terasa di wajah Ayu,Ayu yang berada sangat dekat dengan Aditya ia hanya bisa memejamkan mata nya,dirasakan nya bibir Aditya mulai mendarat di bibir nya dan sedikit gerakan Aditya ******* halus bibir tipis Ayu,Ayu yang tanpa sadar membalas ******* itu,Mereka berdua larut dalam ciuman panjang.


Aditya adalah lelaki normal,ia yang menikmati ciuman panjang itu merasa ada sesuatu di bawah sana yang sudah menegang,Ayu pun merasakan nya karna tubuh mereka menempel satu sama lain,Ayu segera melepaskan ciuman panjang itu,ia tak ingin terlalu jauh larut dalam ciuman itu.


"emm," Ayu menjawab dengan wajah bersemu merah,ini kali pertama ia merasa ciuman yang begitu sempurna,tidak seperti saat Farel mengambil ciuman pertama nya.


Kemudian Aditya segera beranjak dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi untuk segera menuntaskan sesuatu yang sudah menegang sejak tadi,ia bermain solo sebelum akhir nya mandi dan kembali dengan lilitan handuk di pinggang nya.


"Ayu kamu bisa bangun dan mandi sendiri?,"


"Belum tau dit,kan dari kemarin aku belum coba bangun dari sini,"


"Ah iya nanti biar ku bantu,aku pake baju dulu,"


Aditya kembali ke kamar mandi membawa pakaian ganti nya.


Ayu masih larut dalam ciuman panjang yang baru saja terjadi.


"Ah Ayu apakah kamu mulai mencintai Aditya,dia lelaki sempurna yang patut untuk kau cintai,dia sangat baik pada mu dan ibu mu,"

__ADS_1


Kata hati Ayu mulai menghantui pikiran nya,ia masih tersenyum-senyum mengingat kejadian tadi.


"Ayu biar kita coba ke kamar mandi,'


"Iya dit"


Ayu berusaha turun dari ranjang dan berdiri tapi tak di duga Ayu terjatuh ke bawah karna kaki nya sangat lemah untuk berdiri.


"Sini biar ku bantu,"


Aditya langsung mengangkat tubuh Ayu dan membawa nya ke kamar mandi.


"Aku akan membantu mu,"


"Aditya aku malu jika kamu harus berada di sini,"


"lalu apa kamu bisa jika aku tinggal?,"


"Emm insyaallah bisa ,"


Aditya kemudian keluar dari kamar mandi dan membiarkan Ayu mandi di bathub itu sendiri.


Ayu mulai membuka baju nya satu persatu,terlalu lama koma membuat nya sulit beradaptasi dengan air,ia rasa air nya terlalu dingin,saat ia mulai memutar keran untuk mendapat air yang hangat,tiba-tiba air panas keluar mengenai tangan nya.


"Aaahhhh panasss,"


Sontak Aditya berlari dan masuk ke dalam kamar mandi,dilihat nya Ayu sedang meringis ,di putar nya keran itu untuk segera mematikan nya,saat ia berbalik ia baru sadar bahwa Ayu tak mengenakan sehelai kain pun.


"Ah maaf yu,aku hanya spontan masuk karna mendengar teriakan mu,"


Ayu yang tersadar segera menutup tubuh nya dengan kedua tangan nya.


"Tangan mu kenapa,sakit,sebentar aku ambilkan salap,"


" Emmm,"

__ADS_1


__ADS_2