Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
BAB 37


__ADS_3

Sunny sedang bersama seseorang dan berada di dalam kamarnya. Di ruangan yang luas dengan perabotan yang mewah berada di dalam. Di ruangan itu berserakan pakaian laki-laki dan wanita di lantai itu. Entah apa yang terjadi sebelumnya, kenapa pakaian milik dua jenis itu berserakan di lantai. Dua insan yang berlainan jenis itu sama- sama mengeluarkan suara sumbang dari bibirnya.


Dengan alunan gerakan yang intens keduanya terlihat kompak sama- sama mempermainkan peranannya. Awalnya si pria ada di bawah dan terkungkung dalam kenikmatan permainan si wanita, sampai gilirannya si pria menuntut lebih untuk mengendalikan permainan itu. Hingga akhirnya laki-laki itu mendominasi dan mengguncang- guncang dengan kasar dan liar si wanita. Suara mereka saling bersahutan menciptakan irama yang indah dan memenuhi ruangan itu.


Sampai akhirnya si pria menyudahi kegiatannya setelah dirinya memekik karena sesuatu yang dari dalam hendak menyembur dengan hangatnya. Wanita itu ikut menjerit dan tidak perduli jika suaranya bisa tembus ke luar tembok. Kedua insan itu tanpa malu melakukan bahkan menjerit tanpa ragu dengan disaksikan dinding-dinding ruangan itu. Setelah nya keduanya terkulai lemas dan saling mengatur nafasnya yang memburu.


"Dulu aku pernah mempunyai istri. Aku begitu sangat mencintai nya. Namun bayang-bayang masa lalunya membuat aku tidak bisa menghapusnya. Apalagi dia dulu juga sempat dekat dengan deddy ku. Itulah sebabnya dan alasan utamanya kenapa aku sangat sulit menerima masa lalu nya yang gelap," ucap Sunny.


"Bagaimana dengan aku? Aku pun juga tidak kalah buruknya dengan mantan istri kamu itu. Aku juga sering bergonta-ganti pasangan sebelum bertemu dengan mu, Sunny!" kata Viviana seraya bergelayut manja dengan Sunny.


"Aku harap kamu menjaga kesetiaan mu padaku. Aku tidak ingin melihat kamu mengkhianati ku. Karena jika kamu sudah berani mengingkari itu, aku tidak akan pernah memaafkan kamu," ucap Sunny.

__ADS_1


"Tentu dong. Aku adalah wanita mu. Dan aku tidak akan berpaling darimu. Tapi kapan kamu akan menikahi aku, Sunny?!" tanya Viviana.


Sunny terdiam. Jujur dalam dirinya masih ada keraguan dengan Viviana. Apalagi masa lalu Viviana yang sudah beberapa kali memiliki pacar. Namun gaya berpacaran Viviana selayaknya gaya hidup orang barat yang tidak sekedar ciuman semata. Apalagi. Viviana yang notabene seorang artis dan model dengan gaya hidupnya yang glamor.


*****


"Pak Robert, bagaimana penilaian pak Robert tentang Viviana? Apakah dia bisa menjadi istri yang baik dan pendamping hidup ku? Kira-kira apakah Viviana selalu setia dengan ku tidak? Jujur, aku tidak ingin mengalami kegagalan lagi dalam berumah tangga seperti dulu," kata Sunny.


"Saya tidak tahu yang mulia!" sahut pak Robert dengan tersenyum simpul. Sunny tentu saja merasa tidak puas dengan jawaban dari orang kepercayaan nya itu.


"Mas Sunny! Dalam sebuah hubungan percintaan apalagi hubungan suami istri dalam membina rumah tangga, kedua belah pihak seharusnya saling percaya. Kita harus saling melengkapi dan menutupi kekurangan dari pasangan kita. Kalau masing-masing sudah merasakan krisis kepercayaan, tetap menaruh rasa curiga bahkan cemburu buta. Mungkin inilah yang dulu mas Sunny alami. Dimana kecemburuan mas Sunny membuat mas Sunny menjadi tidak mempercayai mbak Ayana. Sehingga percekcokan itu terjadi dan akhirnya rumah tangga antara mas Sunny dengan mbak Ayana retak dan hancur. Hingga perpisahan atau perceraian itu terjadi sudah. Padahal saat itu mbak Ayana sedang hamil," ucap pak Robert panjang lebar.

__ADS_1


"Hem, bagaimana keadaan Ayana sekarang?" sahut Sunny.


"Ah tidak mungkin mas Sunny tidak mengetahui kabar terkini dari mbak Ayana. Mbak Ayana sebentar lagi akan menikah dengan tuan Mark. Serta putri mbak Ayana sekarang sudah mulai bersekolah. Apakah mas Sunny tidak penasaran dengan putri mbak Ayana? Jika mas Sunny merasa kalau putri mbak Ayana bukanlah darah daging dari mas Sunny, tidakkah ingin melakukan tes DNA? Kalau saya sendiri menilai, tanpa melakukan tes DNA pun putri mbak Ayana sudah jelas sangat mirip dengan anda, mas Sunny. Wajahnya tidak ada kemiripannya dengan wajah tuan Mark," ucap pak Robert.


"Kecurigaan mas Sunny terhadap mbak Ayana menjadikan kehancuran rumah tangga mas Sunny. Padahal menurut saya, itu menjadi keuntungan tuan Mark untuk mendekati mbak Ayana. Pada akhirnya, sekarang mereka sebentar lagi akan menikah dan melangsungkan pesta besar-besaran untuk pernikahan mereka," kata pak Robert.


"Jadi menurut pak Robert, aku telah salah sudah bercerai dengan Ayana? Yang tidak ada bukti bahwasanya Ayana telah mengkhianati ku atau berselingkuh dengan Mark?" sahut Sunny.


"Tapi semua sudah lewat mas Sunny! Sekarang lebih baik fokus memperbaiki dan memupuk hubungan dengan non Viviana. Jika mas Sunny sudah mantap dan serius dengan non Viviana, mas Sunny jangan lagi mengungkit masa lalu yang buruk pasangan kita. Apalagi jika mas Sunny suatu saat mengetahui berapa banyak jumlah mantan-mantan pacar dari non Viviana," kata pak Robert.


"Itu benar, pak Robert! Tetapi aku ingin tahu jelas soal siapa-siapa saja mantan Viviana dulu sebelum aku serius menikah dengan Viviana," ucap Sunny.

__ADS_1


"Aduh mas Sunny! Kalau masih saja terbayang masa lalu kita tidak mudah menerima kekurangan dari pasangan kita mas Sunny. Kalau seperti itu, lebih baik mas Sunny mencari calon istri yang masih perawan atau gadis saja yang tentu saja mas Sunny lah orang pertama yang akan mendapatkan kesucian itu," sahut pak Robert mulai geram dengan Sunny.


"Sudahlah! Aku ingin mengetahui semuanya pak Robert! Laki-laki yang sudah pernah dekat dengan Viviana," perintah Sunny.


__ADS_2