
"Mas Sunny!? Tuan besar Apollo telah meninggal dunia,"ucap pak Robert pada Sunny yang baru tiba di rumah sakit itu. Sunny tentu saja tidak percaya begitu saja semua ucapan pak Robert.
" Pak Robert jangan bercanda dong! Di mana daddy sekarang? Di ruangan mana?" sahut Sunny.
Ayana langsung menggenggam tangan Sunny. Ayana juga takut jika apa yang dikatakan oleh pak Robert semuanya adalah benar. Pak Robert tidak bercanda dan memang tuan besar Apollo benar- benar telah meninggal dunia.
"Mas Sunny?!" gumam Ayana sambil tetap menggenggam tangan Suaminya. Pak Robert berjalan ke sebuah ruangan di mana di dalam nya ada tuan besar Apollo. Sunny dan juga Ayana mengikuti nya dari belakang.
Pak Robert berhenti di depan brankar dimana di depannya ada tubuh yang terbujur dengan ditutupi dengan kain. Sunny dan Ayana tentu saja belum yakin jika tubuh yang ditutupi seluruh kain hingga menutupi wajahnya nya itu adalah tuan besar Apollo. Sunny mendekati tubuh yang tidak bergerak itu. Dia membuka penutup wajahnya.
"Daddy!? Daddy, jangan bercanda dong! Ini sangat tidak lucu sama sekali. Ayolah daddy, bangunlah! Apa yang ingin daddy katakan, aku sekarang sudah di sini bersama dengan Ayana, istriku," ucap Sunny. Pak Robert melihat Sunny dan Ayana secara bergantian. Pak Robert malah menangis tersedu-sedu saat menyaksikan bos nya sudah terbujur kaku.
Untuk beberapa saat, Sunny menunggu daddy nya membuka mata dan terbangun karena dirinya sudah datang sesuai permintaan nya. Namun Sunny sudah menunggu nya lama tetapi daddy nya tidak juga bangun. Sunny menatap tajam ke arah pak Robert.
__ADS_1
"Pak Robert??! Kenapa daddy ku tidak juga bangun dan membuka mata? Ada apa dengan daddy ku pak Robert??! Pak Robert, katakan kenapa daddy ku tidak bangun!?" kata Sunny.
"Bos besar sudah meninggal, mas Sunny!!?" sahut pak Robert pelan.
"Kalian bohong!! Kalian saat ini sedang bersandiwara bukan? Supaya aku kembali memimpin perusahaan dan juga kembali tinggal ke mansion?? Hem, kalian benar-benar hebat telah bersandiwara nya," kata Sunny.
Ayana mendekati tuan besar Apollo. Ayana memegang pergelangan tangannya dan mencari denyut nadinya. Nyatanya benar, bahwa tuan besar Apollo telah meninggal dunia.
"Mas, daddy telah meninggal dunia, mas!? Mas Sunny, kamu harus sabar mas!!" ucap Ayana pelan. Sunny mengerutkan dahinya mendengar ucapan istrinya yang mengatakan bahwa daddy nya telah meninggal dunia.
"Daddy!!? Daddy tidak boleh mati!! Daddy!!?" teriak Sunny. Kini suami Ayana itu menangis hingga bahu nya berguncang. Sunny tidak menyangka jika panggilan malam-malam dari daddy nya itu adalah panggilan terakhir dari daddy nya. Bahkan daddy nya berpesan pada dirinya untuk kembali memimpin perusahaan milik tuan besar Apollo itu.
"Mas Sunny, yang sabar mas!!? Semua makhluk Nya akan kembali. kepada Nya. Kita hanya menunggu gilirannya saja, mas!? Siap. tidak siap, kita harus menerima semua itu," urai pak Robert seraya mengusap pundak Sunny.
__ADS_1
"Kenapa begitu cepat dan tiba-tiba, pak Robert?! Bahkan aku berpikir kalau daddy hanya tertidur karena kelelahan seharian bekerja," ucap Sunny.
"Ajak seseorang tidak ada yang tahu, mas!?" sahut pak Robert.
"Ayana, sayang!!? Daddy ku, daddy ku telah meninggal dunia, Ayana!? Bahkan disaat-saat terakhir keinginan nya, aku tidak memenuhi permintaan nya untuk kembali ke rumah utama dan kembali memimpin perusahaan," kata Sunny seraya memeluk Ayana.
"Sabar mas!!? Semua nya adalah ujian, mas!? Sekarang saatnya kita menjalankan semua wasiat dari daddy," ucap Ayana.
"Ayana, kamu mau kan jika kita kembali ke mansion bersama ku? Aku harus menggantikan daddy ku untuk memimpin perusahaan dan mengembangkan bisnis nya. Mommy, kita harus memberi kabar mommy kalau daddy telah meninggal dunia," kata Sunny.
"Iya, mas!!?" sahut Ayana.
Sunny kembali memeluk dan menciumi daddy nya yang saat ini sudah terbujur kaku.
__ADS_1
"Daddy, selamat jalan daddy! Semoga Tuhan mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa daddy selama hidup di dunia ini. Aku akan membagi-bagikan rejeki pada anak-anak yatim dan juga janda-janda miskin atas nama daddy. Supaya di alam kubur nanti, daddy mendapatkan tempat yang lapang dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Nya," ucap Sunny seraya mengusap air matanya yang jatuh di pipi.
Ayana tidak pernah melihat suaminya itu menangis. Betapa kehilangan daddy nya membuat Sunny merasakan kesedihan yang mendalam. Tentu saja, di saat terakhir mereka berdua saling berseteru hingga Sunny diusir dari mansion itu. Namun ketika mendekati ajalnya, tuan besar Apollo mencari Sunny untuk memintanya kembali. Namun Sunny tidak menyanggupi permintaan daddy nya untuk kembali. Hal itulah yang membuat Sunny merasakan sedih.