Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
Bab 3


__ADS_3

Selesai ke salon dan shopping untuk menyenangkan adik-adiknya, Alexis menyuruh adik-adiknya pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Emang kakak mau kemana dulu?" tanya Adela


"Kepooooo.. Gue mau ngopi dulu, kalian istirahat. Besok kita briefing sama pelatih buat perform di Surabaya. Jo, anak-anak jangan tidur malem. Gue kayaknya balik telat." pesan Alexis ke Jovanka, sebelum mereka pisah.


"Ok, Al. Tapi, jangan larut banget baliknya. Lu juga harus istirahat, kan besok pagi lu meeting dulu sama bang Aezar sebelum briefing."


"Siiaaap."


Mereka berpisah di basement parkiran mall. Alexis meninggalkan mall, dan belok ke cafe yang terkenal di Bandung dengan band yang keren juga.


Usai memarkirkan mobilnya, Alexis memilih duduk di meja pojok karena dia nyaman seperti itu.


"Mau pesan apa, Kak?" tanya pelayan.


"Maxx coffee, sama red velvet cake ya."


"Baik, ditunggu ya kak?!"


Selang 15 menit pesanan Alexis datang, sebelum dia menikmati datanglah Abhimanyu.


"Haii, kamu Alexis kan?!" tanya Abhimanyu


"Ya, betul. Lo siapa?" Alexis bertanya balik, keningnya mengernyit heran.


"Gue Abhimanyu, panggil aja Abhi." jawabnya sambil mengulurkan tangan.


"Alexis." jawabnya sambil menyambut uluran tangan Abhimanyu.


"Lo nunggu orang atau.."


"Gue boleh bareng di meja lo?"


"Ohhhh, boleh. Silahkan duduk."


"Lo mau pesen dulu?" tanya Alexis.


"Bentar. Mas.." Abhimanyu memanggil pelayan.


"Iya, Kak. Mau pesan apa?"


"Saya mau dalgona coffee aja."


"Baik, ditunggu ya kak."


"Lo sendirian aja, Al?" Abhimanyu memulai obrolan.

__ADS_1


"Gue tadi ama adik-adik gue, abis nyenenengin mereka. Tapi, gue nyuruh balik duluan soalnya besok kita ada briefing sama pelatih."


"Eehhhh, lo yang follow gue kan di sosmed?" Alexis baru menyadari bahwa yang menyapanya aktor tampan, yang baru dia obrolin sore tadi sama adik-adiknya.


"Hehehe, iya Al. Makasih udah di follback."


10 menit kemudian, pesanan Abhimanyu pun datang.


"Gue yang harusnya makasih. Kaget kan?! gue di follow akun centang biru." jawab Alexis sambil tertawa lepas, yang membuat Abhimanyu deg-degan.


'Ya ALLAH boleh dibungkus pulang ga ya nih cewe, gemesin soalnya.' gumamnya dalam hati.


"Bisa aja lo, Al."


"Betewe, lo ga lagi sibuk syuting? Terus, berani sendirian keluyuran. Ga takut diculik fans fanatik gitu?!" tanya Alexis, sambil memakan cakenya.


'Lo yang gue culik. Duuh, bikin jantung gue makin senewen nih cewe.'


"Manajer gue masih meeting. Gue tadi dari sana tapi bete, makanya gue keluyuran. Gapapa kalo lo yang nyulik gue." sahut Abhimanyu sambil senyum-senyum.


"Diiihhh, pede banget lo mau diculik ama gue. Ogaaaaah." cibir Alexis, yang disambut gelak tawa Abhimanyu.


Dan obrolan mereka makin seru, dari ngobrolin hobi, masa-masa sekolah, dan pekerjaan. Alexis melirik jam tangannya, dan dia pun pamit undur diri.


"Bhi, sorry, udah jam 11 ternyata. Ga kerasa ya ngobrol ama lo udah tengah malem aja."


"Gue dijemput manajer gue, Al. Barusan udah nge wa. Oiya, gue boleh minta no lo ga, Al?"


"Boleh. Sini hp lo." Abhimanyu memberikan hp nya, Alexis mengisikan no nya dan mengembalikan lagi ke empunya.


"Ok, thanks ya, Al."


Ketika Alexis hendak memanggil pelayan, Abhimanyu melarang.


"Udah biarin, gue aja yang bayar. Itung-itung salam perkenalan."


"Eehhhh, tiap ketemu aja lo traktir gue." jawab Alexis dengan derai tawa indahnya.


'Masya ALLAH, kuatkan imanku. Jangan sampai malaikatMu murka, gara-gara aku nyulik bidadariMu."


"Gue anter ke parkiran yuk, Al." tawar Abhimanyu setelah melakukan pembayaran di kasir, disambut anggukan kepala Alexis.


Sesampainya di mobil, sebelum membuka pintu Abhimanyu sudah mendahului Alexis untuk membukakan nya.


"Thanks, Bhi. Gue balik ya?!"


"Ok, ati-ati ya, Al." Abhimanyu menutup pintu

__ADS_1


"Byeee.." Mobil Alexis berlalu dari hadapan Abhimanyu, cowo itu senyum-senyum sendiri.


"Kesambet apaan, bhi." suara dibelakang Abhimanyu membuyarkan lamunan nya. Abhimanyu menengok, dan ternyata sudah ada Bagas, manajernya.


"Kesambet bidadari gue, Gas. Balik yuk ah, ngantuk." Abhimanyu melenggang pergi menuju mobil mereka.


"Wuidih, siapa bro?" tanya Bagas, sambil menyamai langkah artisnya.


"Kepo."


"Gimana Gas, hasil meeting tadi?" tanya Abhimanyu setelah mobil mereka berjalan.


"Kepooooo..." kelakar Bagas, dan langsung mendapatkan tinju di lengannya.


"Seraaah ah, gue tidur aja. Bangunin kalo udah nyampe hotel." Abhimanyu menutup matanya, dan terbayang senyum cantik bidadari nya.


********


Alexis sampai dirumah pukul setengah 12 malam. Setelah memasukkan mobilnya ke garasi, dia masuk lewat pintu yang berbatasan langsung dengan ruang keluarga di rumahnya. Alexis merebahkan dirinya di sofa, dan menyalakan rokoknya. Dia memikirkan meeting besok akan seperti apa.


Alexis tak sadar bahwa salah satu adiknya turun, dan mengagetkannya.


"Hayooo, Al, ngelamunin siapa?" Alexis yang kaget, refleks melemparkan bantal ke arah suara.


"Zaaaaaannnaaaaaa, ngagetin aja."


"Ciee.. ciee.. ciee.., pasti dapet gebetan nih." sahut Zanna sambil meringis, dan duduk di samping Alexis.


"Mana ada gue gebetan. Tapi tadi emang gue kenalan ama cowo. Artis kesayangan lu."


"Whaaaat??? U mean, Abhimanyu??? Serius Al, ketemu dimana?" tanya Zanna antusias.


"Biasa aja siiiiik. Iya, Abhimanyu.Gue ketemu di cafe biasa gue ngadem. Orangnya asik, ga sombong, baik juga. Gue di traktir tadi."


"Eheeeem, lu muji dia jangan-jangan lu suka ya?!" ledek Zanna.


"Mana ada, ogah. Gue cuma seneng aja, artis papan atas humble kayak gitu."


"Lu masih inget.." belum selesai Zanna menjawab, Alexis berlalu ke kamar dan mengatakan.


"Udah ya, gue mau tidur. Cape."


"Jangan lupa matiin lampu ya, Na." Alexis menutup pintunya, dia merebahkan diri di tempat tidurnya.


Dia membuka galeri foto hp nya, mencari foto. Dan,terlihatlah foto laki-laki berusia 18th memeluk bahu Alexis. Tertawa lepas di foto itu, memakai baju couple warna putih dengan background laut Labuan Bajo. Di slide selanjutnya, foto pria yang sama mencium kening Alexis mesra dengan latar taman bunga Tulip yang terkenal di Belanda.


"Dimana kamu, Mas? Aku kangen."

__ADS_1


Alexis menangis memeluk hp nya, tak lama dia tertidur dengan mimpi yang sama.


__ADS_2