Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
BAB 39


__ADS_3

"Di mana Ayana?!" tanya Sunny yang kini mendatangi mansion pribadi Mark.


Mark tersenyum menyeringai saat sahabatnya dulu itu mendatanginya. Bahkan tiba-tiba datang dengan mencari Ayana, istri Mark. Benar! Mark sudah menikahi Ayana setelah Ayana siap untuk dinikahi oleh Mark. Betapa perceraian nya dengan Sunny membuat Ayana trauma. Karena apa? Sunny mengungkit masa lalu Ayana yang dulunya sebagai seorang pelacur. Dan tentu saja hal itu tidak ingin Ayana alami lagi, jika Mark kembali mengungkit masa lalu nya.


Hingga sampai akhirnya putri kecil Ayana sudah sekolah, Ayana akhirnya mau dan memutuskan menikah dengan Mark. Putri Ayana sendiri adalah darah daging Sunny. Tapi tentu saja Sunny tidak mengakui itu. Sunny menduga bahwasanya putri Ayana adalah karena hubungan perselingkuhan Ayana dengan Mark.


"Kamu mencari Ayana, Sunny? Ada kepentingan dan urusan apa lagi dengan istriku? Apakah kamu belum mengetahuinya, bahwasanya Ayana sudah menjadi istriku sudah dua bulan ini?" ucap Mark dengan sinis.


Sunny tanpa menunjukkan persahabatan dan ramah, mendengus kesal dengan Mark. Padahal di sana Sunny mendatangi mansion pribadi Mark.


"Kamu sangat bangga rupanya mendapatkan Ayana, mantan istriku yang dulunya adalah seorang pelacur dan wanita yang selalu dibeli oleh pria-pria hidung belang untuk menghangatkan ranjang nya," ucap Sunny. Mark tanpa ragu menampar muka Sunny tanpa ada rasa sungkan.


Plak.


Plak.


Sunny melebar bola matanya. Bahkan biji matanya seperti hendak keluar menatap tajam ke arah Mark.


"Jangan suka menghina istriku lagi jika kamu sudah tidak menyukai nya. Bahkan kamu merasa jijik dengan Ayana. Bagiku Ayana adalah wanitaku dan istriku yang harus aku bela dan jaga kehormatan nya. Sekarang jika kamu datang hanya membuat onar dan keributan di tempat tinggal ku, lebih baik pulang saja Sunny!!?" kata Mark.

__ADS_1


Mark duduk di ruang tengah. Anak buahnya telah menyediakan minuman dingin untuk Mark. Mark menyalakan batang rokok nya seraya menatap ke arah Sunny yang masih berdiri mematung, enggan untuk duduk.


"Apakah kamu ada masalah dengan pantat kamu? Apakah kamu ada bisul di sana? Susah sekali diajak duduk," ucap Mark masih berusaha bersikap baik dengan Sunny. Sunny akhirnya duduk di sofa itu seraya ikut menyalakan batang rokoknya.


"Buatkan kopi cappucino dingin untuk, tuan Sunny!" perintah Mark pada anak buahnya yang ada di ruangan itu.


"Siap, tuan muda!?" sahut anak buahnya Mark.


Mark masih menikmati minuman dinginnya seraya menarik setiap tarikan rokoknya.


"Ayana lagi jalan-jalan bersama putri kami. Biasa lah berbelanja bulanan. Tunggu saja, sebentar lagi istriku itu juga akan kembali bersama putri kami," ucap Mark. Sunny menyipitkan bola matanya mendengar Mark mengatakan itu.


"Benarkah? Kamu juga yang aku lihat selalu beruntung, Sunny!" sahut Mark.


"Tidak juga. Bahkan beberapa kali wanita yang dekat dengan ku selalu saja berhubungan dengan kamu. Mungkin aku selalu mendapatkan bekas daripada kamu. Contohnya seperti Ayana. Aku bahkan dulu mendapatkan Ayana sudah tidak virgin lagi. Bahkan dia adalah seorang wanita panggilan atau tuna susila. Maaf! Aku harus kembali mengungkit masa lalu Ayana, istri kamu!?" ucap Sunny.


Mark hanya tersenyum saja mendengar Sunny bicara panjang lebar.


"Dan kamu Mark!? Bahkan dulu lebih dahulu mengenal Viviana dari pada aku," sambung Sunny.

__ADS_1


"Viviana? Siapa Viviana?" sahut Mark. Sunny tertawa sinis mendengar Mark bertanya soal Viviana.


"Bahkan kamu sudah lupa dengan Viviana. Apakah saking banyaknya kamu berhubungan dengan banyak wanita, sehingga kamu lupa dengan Viviana?" kata Sunny.


"Tunggu sebentar! Apakah Viviana si model itu? Ada apa lagi Sunny? Apakah kamu juga saat ini sedang dekat dengan wanita itu?" tanya Mark.


"Benar! Dia pacarku. Aku ingin menikahi nya. Tapi setelah aku menyelidikinya ternyata dia adalah salah satu wanita yang dekat dengan kamu. Bahkan mungkin saja kamulah yang merenggut kesucian Viviana," kata Sunny.


"Hahaha, astaga Sunny! Kamu selalu saja menengok ke belakang terus. Masa lalu dari pasangan kamu selalu saja kamu permasalahannya. Benar! Memang benar kalau dulu aku sempat berhubungan dengan Viviana. Bahkan kamu tahu, Sunny? Aku juga laki-laki pertama yang merasakan sempit nya lubang surga seorang gadis itu," ucap Mark. Sukses ucapan Mark membuat Sunny mendidih otaknya.


"Bangsat kamu, Mark!? Kamu selalu saja beruntung!?" umpat Sunny.


"Mereka yang menyodorkan Viviana padaku. Klien-klien ku selalu saja memberikan hadiah istimewa seperti itu. Kamu tahu bukan? Perusahaan ku sudah cukup besar dengan banyak kolega dan rekan bisnisku di mana-mana. Namun setelah aku berencana menikah dengan Ayana. Aku janji untuk menyudahi petualangan ku. Aku menjadi pria setia untuk Ayana. Demikian juga seperti Ayana yang ingin menjadi lebih baik sebagai seorang wanita dan istri," ucap Mark panjang lebar.


"Aku salah, Mark! Seharusnya aku percaya dengan Ayana. Aku bodoh telah menghina dan membuat Ayana kecewa dengan ku," sahut Sunny.


"Sudahlah!! Semuanya sudah berlalu! Sekarang Ayana sudah bersanding bersama dengan ku. Biarkan kami bahagia, Sunny! Tanpa bayang-bayang masa lalu kami yang sama-sama buruk. Selagi kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, aku dan Ayana akan berusaha lebih baik lagi," kata Mark.


"Mark!!? Kamu hebat! Kamu benar-benar hebat! Maafkan aku Mark! Bolehkah kita kembali berteman lagi?!" sahut Sunny seraya merangkul Mark.

__ADS_1


__ADS_2