
Tak lama kedua perawat yang membelikan baju untuk Ayu datang dan memberikan lima stel pakaian serta dua pasang high hilss dengan harga yang cukup fantastis,itu karna Aditya mentransfer uang ke rek mereka dalam jumlah yang banyak,Aditya yang melihat itu merasa puas karna pilihan mereka sudah sangat sesuai yang diinginkan Aditya.
Aditya segera meminta Ayu untuk memakai nya dan benar saja Ayu terlihat mempesona dengan Dres sabrina berwarna dusty dan high hilss berwarna putih tulang itu,meskipun Ayu terlihat tidak biasa mengenakan pakaian yang sedikit terbuka itu,tapi Aditya bisa memaklumi nya.
Setelah selesai dengan berganti pakaian dan Hana merapikan segala yang di butuhkan Ayu,mereka pun keluar bermaksud untuk pulang ke rumah Aditya.
"Ayo Yu,Bu Hana kita pulang sekarang,Aku akan meminta kursi roda untuk mu sebentar Yu,"
Aditya menekan tombol yang berada di sisi ranjang,tak lama seorang perawat datang menghampiri membawa kursi roda ,Aditya segera meminta perawat untuk mendudukkan nya di kursi roda,sebenar nya jika harus berjalan mungkin bisa tapi sedikit gemetar karna cukup lama kaki nya tidak di gerakkan,menghindari Ayu terjatuh Aditya memilih untuk menggunakan kursi roda.
Mereka keluar beriringan, Aditya mendorong kursi roda Ayu dan mang udin berada di belakang Hana karna sedang mendorong kursi roda Hana,ruangan demi ruangan mereka lewati,mereka memasuki lift untuk turun ke bawah,tak lama mereka sampai di lantai dasar.
Ayu sangat senang ia bisa kembali melihat keramaian setelah lama koma,pandangan nya menyapu seluruh ruangan,dan tepat berhenti ketika melihat seorang wanita yang tak asing bagi nya,ia segera menarik lengan Aditya untuk melindungi wajah nya,Aditya berusaha menanyakan tapi Ayu langsung memonyongkan bibir nya ke arah wanita yang ia maksud,seketika Aditya mendorong dan membawa nya dengan cepat.
Amora merasa ada seseorang yang tengah memperhatikan nya segera berbalik dan melihat seseorang yang berada di kursi roda dengan rambut panjang yang tergerai,tanpa melihat wajah nya.
"Aku seperti tak asing dengan wanita itu,ah sudahlah aku harus segera menyelesaikan administrasi untuk segera keluar dari rumah sakit ini,"
Amora bergumam sendiri,ia sedang berada di kasir untuk melakukan pembayaran rawat inap nya,karna Farel sama sekali tidak menghubungi ataupun menjemput nya,ia memutuskan untuk pulang sendiri.
"Halo om dimana sekarang?,"
Aditya menghubungi Arman setelah mereka berada dalam mobil untuk perjalanan pulang.
"Apa om bisa ke rumah Aditya sekarang,ada hal penting yang harus kita bicarakan om,iya om,"
panggilan di putus dan Aditya menoleh ke arah Ayu yang berada di samping nya.
"Yu apa kamu benar ingin bertemu dengan ayah mu?,"
"Iya dit,biar bagaimana pun dia adalah Ayah ku,tidak pantas jika aku membenci nya terlalu lama,"
"Emm kamu seorang pemaaf yu,"
__ADS_1
"Kita sesama manusia harus saling memaafkan ,"
"Apakah kamu juga akan memaafkan Farel?,"
Seketika pertanyaan itu meluncur dari mulut Aditya tanpa bisa ditarik kembali,Ayu yang mendengar pertanyaan itu seketika diam seribu bahasa,bagaimana tidak ia bahkan masih mengingat setiap perlakuan dan hinaan Farel terhadap nya.
Mereka pun larut dalam diam.
Tak lama mobil yang dikendarai mang Udin sampai disebuah Rumah mewah,security segera membuka pagar,dan mobil masuk ke dalam ,bi darmi keluar dari dalam segera menyambut kursi roda Hana untuk membawa nya masuk,bi Darmi cukup terkejut melihat Ayu berada di kursi roda.
Mereka masuk menuju ruang keluarga,Ayu baru kali ini memasuki rumah Aditya,dan sama terpukau nya dengan Hana waktu pertama kali di bawa Aditya masuk ke rumah itu,Ayu tidak mengira rumah yang terlihat biasa saja tapi di dalam nya mewah bak istana.
"Sebaik nya kita menunggu disini,aku akan minta bi darmi memasak untuk kalian,"
"emm," Jawab Ayu sembari mengangguk.
Tak lama terdengar suara mobil di halaman depan,Aditya berjalan ke pintu setelah terdengar bel berbunyi,ia membuka dan mendapati Arman berada di balik pintu.
"Aditya hal penting apa yang kamu ingin bicarakan?,"
"Jadi om maksud Aditya meminta om kesini,karna saya ingin melamar putri om,"
"Hah melamar,tapi kamu tau sekarang Anggelina tengah berada di penjara?,"
"Apa di penjara,kenapa Arman?,"
Hana yang sejak tadi berada si situ tiba-tiba menimpali pernyataan Arman mengenai Anggelina .
"Nanti aku jelaskan tapi ku harap kamu jangan membenci nya,"
"Iyaa Arman,"
Arman kembali menatap Aditya sambil mengerutkan dahi nya karna cukup bingung dengan lamaran yang tiba-tiba itu.
__ADS_1
"Maaf om tapi yang Aditya maksud bukan Anggelina,tapi Ayu indira,"
Arman pun dibuat semakin bingung,bukankah ia berfikir Ayu sudah meninggal dan menjadi korban tabrak lari yang dilakukan Anggelina anak istri nya.
"Aditya om mohon kamu lupakan Ayu,dia sudah meninggal,om juga sangat sedih tidak pernah bertemu dengan nya,tapi om harap kamu bisa menerima kenyataan ini,"
Arman berkata panjang lebar seolah menasehati Aditya yang tak bisa menerima kenyataan itu.
"Sekarang apa om merestui jika Aditya menikah dengan Ayu?,"
"Apa pun itu akan om restui andai Ayu berada disini saat ini,"
"Baiklah om kalo begitu Aditya akan membawa Ayu kesini,ke hadapan om,"
Aditya berjalan masuk menuju ruang keluarga,Arman yang terheran mendengar pernyataan Aditya hanya bisa menatap Hana dan dijawab dengan kedua bahu Hana yang sedikit naik,serta raut wajah yang sulit di tebak.
Aditya pun datang dengan membawa seorang wanita cantik berambut panjang yang duduk di kursi roda nya.
"Ini om karena Ayu sudah berada disini ,berati om menerima dan merestui lamaran Aditya,"
Ayu yang mendengar lamaran ia terkejut tak menyangka tentang keseriusan seorang Aditya terhadap nya.
Arman di buat melongo dengan kehadiran dan perkataan Aditya.
"Si siapa dia Aditya,jelaskan pada om,"
"Dia Ayu Indira putri om dan bu Hana,"
"Bu bukankah Ayu sudah meninggal,bagaimana mungkin bisa hidup kembali,?"
Arman tergagap karna terkejut mendengar bahwa wanita yang duduk di kursi roda itu adalah Ayu Indira putri nya yang dinyatakan meninggal.
"Aditya bisa jelaskan om,sebaik nya kita masuk dulu,"
__ADS_1
Aditya pun beranjak dari sofa ruang tamu dan mendorong kursi roda Ayu menuju ruang keluarga diikuti Hana dan Arman,bi Darmi pun telah menata sedikit cemilan dan minuman dingin untuk tamu nya.