
"Pagi sekali, kamu berangkat ke kantor nya, mas!?" ucap Ayana pada suaminya Sunny. Ayana membantu merapikan dasi yang dikenakan oleh Sunny. Sunny melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Ayana. Ditatapnya dengan lekat istrinya yang cantik itu.
"Pagi ini ada klien dari perusahaan asing ingin berkunjung ke perusahaan. Sepertinya mereka tertarik dengan proposal kerjasama dari perusahaan SA. Menurut pak Robert, ada banyak proposal kerjasama yang bertumpuk di perusahaan asing itu. Dan salah satunya milik perusahaan SA, perusahaan kita," terang Sunny.
"Hem, mungkin perusahaan asing itu tertarik dengan apa yang ditawarkan dari perusahaan SA, milik kamu mas!" sahut Ayana.
"Perusahaan SA bukan milikku saja, sayang!? Perusahaan itu milik kamu juga," ucap Sunny. Ayana tersenyum mendengar ucapan Sunny yang terdengar sangat manis itu.
Perusahaan SA kepanjangan dari Sunny Ayana. Sejak tuan Apollo meninggal dunia, nama perusahaan itu berganti nama. Bahkan kepemilikan nya pun sudah dilimpahkan pada Sunny. Sehingga namanya berubah menjadi SA.
Sunny masih memeluk pinggang Ayana. Tengkuk itu dia dekatkan lebih dekat supaya Sunny lebih mudah mencium bibir Ayana. Ayana pasrah ketika suaminya selalu mencium nya. Apalagi saat hendak berangkat ke kantor seperti ini.
"Nanti malam sudah selesai kan, sayang?" tanya Sunny. Ayana mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan dari Sunny.
"Belum bersih, mas! Sepertinya besok, mas!?" jawab Ayana. Sunny terlihat menarik nafasnya. Sepertinya dia sangat kecewa mendengar jawaban dari istrinya itu. Sudah lima hari ini Sunny berpuasa karena Ayana sedang datang bulan. Dan saat Sunny hendak menginginkan itu, Ayana sudah tertidur duluan. Sunny tentu saja ingin meminta bantuan Ayana menuntaskan hasrat nya dengan cara lainnya.
"Jangan cemberut dong, mas!? Nanti malam jika aku belum bersih, aku akan membantu menuntaskan semuanya deh," ucap Ayana memberikan janji.
"Tidak, tidak! Biar aku berpuasa dulu," sahut Sunny.
"Mas Sunny, yakin bisa menahan nya? Sudah hampir lima hari loh, mas!?" goda Ayana.
"Hem, baru juga lima hari, sayang!? Ya sudah deh, aku berangkat saja! Doakan perusahaan SA bisa memenangkan proyek kerjasama dengan perusahaan asing itu. Jika kita yang dipilih dan dipercaya menjalankan proyek itu, kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, sayang!?" kata Sunny.
__ADS_1
"Aku akan mendoakan dari rumah, mas! Untuk kemajuan perusahaan SA. Pasti jika daddy mengetahui kalau mas Sunny bisa memenangkan proyek sebesar itu, dia sangat senang, mas!?" sahut Ayana.
"Benar, sayang!?" kata Sunny.
*****
Di perusahaan Mark.
"Apakah sudah ada kabar tentang proyek itu, Rendra!? Perusahaan asing yang dipimpin oleh tuan Jacob, apakah sudah memutuskan perusahaan mana saja yang akan melakukan presentasi soal pengajuan kerjasama itu, Rendra?" tanya Mark.
"Sepertinya belum, tuan Mark. Mungkin satu minggu lagi, mereka akan memanggil sepuluh perusahaan yang sudah memasukkan proposal nya pada mereka. Saat itulah satu persatu mempresentasikan dari proposal kerja sama itu, tuan Mark!?" jelas Rendra.
"Hem, seperti itu yah?!" sahut Mark.
"Banyak perusahaan-perusahaan kecil yang mengajukan proposal itu, tuan Mark. Termasuk perusahaan SA milik mas Sunny," terang Rendra.
Mark menyambar kunci mobilnya dan mengenakan jas hitam nya. Rendra menyipitkan bola matanya melihat bos nya seperti hendak pergi.
"Masih jam kerja, bos! Tuan mau kemana?" tanya Rendra kepo.
"Ikutlah bersama ku! Kita ke perusahaan SA sekarang ini!" perintah Mark.
"Tapi nanti jam sebelas sebentar lagi, anda harus memimpin rapat di kantor ini, tuan Mark!?" Rendra berusaha mengingatkan.
__ADS_1
"Cancel saja! Ini lebih penting daripada rapat!?" sahut tuan Mark.
"Tapi tuan Mark!?" protes Rendra.
"Tidak ada tapi-tapian! Ikuti saja perintah ku! Cancel rapat pagi ini," kata tuan Mark. Rendra mendengus kesal. Dalam hati mengumpat bos nya itu.
"Enak sekali main cancel saja, tuan Mark ini!?" batin Rendra. Namun dia segera mendatangi sekretaris utama untuk memberitahu bahwa rapat telah diundur. Setelah nya Rendra segera menyusul bos nya yang sudah berjalan ke parkiran.
"Aku rasa di perusahaan SA tidak ada nona Ayana. Apa yang dicari oleh tuan Mark?!" gumam Rendra sambil berjalan dengan lebar.
*****
Di perusahaan SA.
"Maaf, tuan! Pak Sunny tidak bisa diganggu! Saat ini pak Sunny sedang ada tamu," kata salah satu resepsionis di perusahaan SA.
"Hah? Kalau boleh tahu, siapa tamunya?" sahut Rendra.
"Perusahaan SA hari ini kedatangan tamu penting dari perwakilan perusahaan asing, pak. Mohon dimengerti, pak. Lain kali buat janji terlebih dahulu dengan bapak CEO," ucap resepsinya itu.
"Baiklah! Terimakasih atas informasinya," sahut Rendra. Rendra segera mendekati tuan Mark lalu menyampaikan informasi penting itu.
"Rupanya, mereka tertarik dengan bentuk kerja sama dari perusahaan SA," gumam tuan Mark.
__ADS_1
"Itu belum tentu, tuan Mark! Kita belum mengetahui secara jelas, apakah mereka menyerahkan proyek itu sepenuhnya pada perusahaan SA," sahut Rendra.
"Semoga saja demikian! Jangan sampai perusahaan kita kalah dengan perusahaan SA milik Sunny itu. Itu benar-benar memalukan bagi perusahaan kita," kata Mark.