
"Ada seseorang yang mencari anda, tuan Mark!?" kata salah satu anak buah Mark yang kini mendatangi Mark di kamar yang ditempati Ayana. Mark seperti memberikan kode pada anak buahnya supaya tidak menunjukkan bahwa dirinya pemilik mansion itu. Ayana menyipitkan bola matanya mendengar ucapan anak buah Mark yang mencari dirinya karena ada tamunya.
"Siapa, kak? Jadi kakak lah pemilik mansion ini? Kak Mark?!" sahut Ayana seperti bingung dengan semuanya.
Dalam dirinya ada ketidakpercayaan jika Mark lah yang menyebabkan dirinya disekap di dalam kamar itu. Bahkan sudah berhari-hari ada di tempat itu. Dan katanya Mark akan bernegosiasi dengan orang yang menculik Ayana supaya Ayana bisa dilepaskan oleh Mark. Namun kenyataannya sampai sekarang Ayana masih berada di tempat itu. Walaupun Ayana di tempat itu seperti tidak sedang diculik karena dia mendapatkan pelayan yang bagus serta semua yang diinginkan Ayana dipenuhi tanpa kekurangan apa pun.
"Ayana, tunggu di sini dulu yah!? Ada seseorang yang sudah menunggu ku di bawah. Kalau kamu menginginkan sesuatu, kamu bisa meminta pada anak buah ku yang menjaga kamu di depan pintu. Kamu tidak boleh jatuh pingsan seperti kemarin. Karena kamu saat ini sudah mengandung. Oke? Pikirkan dulu bayi yang ada didalam perut kamu. Jangan mikir yang macam-macam dulu. Aku janji, Sunny akan datang menjemput kamu di. sini. Oke??" ucap Mark terdengar menyakinkan sekali bagi Ayana.
"Benarkah!? Baiklah, aku akan di sini, seperti apa kata kamu, kak Mark," sahut Mark.
"Nah, begitu dong! Bagus!! Aku suka kamu yang penurut seperti ini," ucap Mark sambil mengacak puncak rambut Ayana.
Mark keluar dari dalam kamar Ayana bersama anak buahnya. Kini Ayana kembali sibuk melihat drama korea di televisi plat di depannya. Benar! Sekarang ini Ayana sedang hamil dan ngidam. Dia selalu saja ngemil dan banyak makan. Beruntung, Ayana sudah tidak lagi merasakan mual seperti sebelumnya. Setelah Mark mendatangkan doker keluarga nya untuk memeriksa Ayana, dan hasil pemeriksaan Ayana dinyatakan positif hamil.
Setelah Mark mengetahui bahwasanya Ayana telah hamil, Mark semakin penuh perhatian dengan Ayana. Walaupun Mark sangat tahu kalau Ayana hamil karena Sunny suaminya. Namun Mark sangat perhatian pada ibu muda yang sudah berbadan dua itu.
*****
__ADS_1
"Hai Sunny sahabat ku!? Apa kabar??" ucap Mark.
Mark menyambut kedatangan Sunny dengan hangat dan ramah. Walaupun dalam hatinya sempat terkejut karena Sunny tiba-tiba saja datang ke mansion nya tanpa memberikan kabar terlebih dahulu. Sedangkan istri Sunny diam-diam telah disembunyikan oleh Mark. Mark sementara waktu hanya mengulur waktu saja, baru membuat kesepakatan antara Sunny untuk memberikan pilihan padanya yaitu menyerahkan proyek besar dari tuan Jacob atau lebih memilih istrinya. Itulah tujuan Mark menyembunyikan Ayana di tempat tinggalnya.
Mark memeluk Sunny erat. Demikian juga halnya dengan Sunny.
"Ayo duduklah Sunny!? Kenapa tiba-tiba saja datang ke mansion ku. Apa gerangan, sobat?!" tanya Mark.
"Aku benar-benar kacau, Mark!? Sudah hampir lima hari, Ayana istriku belum aku temukan. Sebenarnya siapa yang telah membawa lari istriku? Dimana mereka telah menyembunyikan Ayana? Aku sangat kangen, Mark!?" ucap Sunny. Mark berpura-pura ikut prihatin dengan apa yang telah terjadi.
"Aku akan membantu kamu, sobat! Aku akan mempertemukan kembali kamu dengan istri kamu. Tapi jika orang yang menculik Ayana menginginkan sesuatu syarat dari kamu apakah kamu akan menyanggupi nya?" tanya Mark.
"Apapun itu?" sahut Mark.
"Iya, apapun itu akan aku berikan!!" ucap Sunny.
"Termasuk menyerahkan proyek besar dari tuan Jacob?" ucap Mark. Sunny mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Hem, jika itu yang diminta. Aku rela menyerahkan proyek itu pada orang itu. Aku akan mundur dan bicara pada tuan Jacob kalau aku tidak sanggup menjalankan proyek itu. Eh?? Tapi siapa? Kenapa seolah-olah kamu lah yang tahu segala-galanya soal hilangnya istriku, Mark!?" kata Sunny mulai sadar.
Dirinya baru teringat akan ucapan Pak Robert yang seolah menuduh orang yang menyembunyikan istrinya adalah Mark. Walaupun Sunny sangat tidak percaya dengan semua dugaan itu.
"Sudahlah, Sunny! Besok pagi datanglah ke kafe biru dengan menyerahkan surat pernyataan pembatalan kerja sama dengan perusahaan tuan Jacob dan melimpahkan proyek besar itu pada Perusahaan Jaya Mark. Dan orang ku akan mengantarkan kembali istri kamu, Ayana ke mansion pribadi kamu," ucap Mark tanpa ragu.
Sunny benar-benar terkejut mendengar semua ucapan Mark. Ternyata benar dugaan pak Robert. Sunny tidak menyangka bahwa Ayana saat ini telah disembunyikan oleh Mark. Bahkan Mark sudah dianggap nya sebagai sobatnya sendiri. Orang yang dipercayai nya. Ternyata dalam dunia bisnis seorang teman dekat bisa menikam dari belakang. Itulah yang terjadi saat ini.
"Mark!? Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata semua ini karena perbuatan kamu, Mark!? Hanya mengincar proyek besar itu kamu rela mengorbankan persahabatan kita? Kalau saja sebelumnya kamu sangat menginginkan proyek besar itu, aku bisa saja menyerahkan nya pada perusahaan kamu, Mark. Atau bila perlu kita sama-sama menjalankan nya," urai Sunny seperti terlihat sangat kecewa dengan Mark.
"Sebenarnya tidak hanya proyek itu saja aku mengincar apa yang kamu dapatkan saat ini. Namun Ayana, istrimu pun sebenarnya ingin aku rebut. Tapi karena kamu benar-benar tulus dengan Ayana dan aku lihat kamu sangat mencintai Ayana, aku akan mengembalikan istri kamu setelah beberapa hari ini aku bersama dengan nya. Tapi aku cukup puas bisa bertemu lebih dekat dengan Ayana," kata Mark. Ucapan Mark seperti terdengar sangat ambigu.
"Maksud kamu? Apa yang kamu lakukan terhadap Ayana, istriku Mark? Apakah kamu ... " sahut Sunny. Dia tentu saja tidak rela jika Ayana disentuh laki-laki lain. Ayana adalah istrinya Sunny.
"Hahaha, maksud kamu apakah aku meniduri Ayana? Hahaha, bahkan itu sudah aku lakukan sebelum kamu melakukannya, Sunny. Dan akulah pria pertama yang menyentuh tubuh Ayana. Akulah pria itu yang telah menikmati keperawanan Ayana. Uh kalau mengingat saat malam itu, rasanya begitu manis sekali. Akulah laki-laki yang membeli keperawanan Ayana dengan harga yang mahal malam itu, Sunny!!? Sedangkan kamu hanya mendapatkan sisa dariku. Dan bahkan sisa dari beberapa laki-laki yang pernah tidur dengan Ayana...." ucap Mark.
"Cukup!? Diam baj jingan!!? Kurang ajar kamu!? Dimana Ayana!? Ayana!!? Ayana, aku datang sayang!!? Dimana kamu, Ayana!!?" teriak Sunny seraya berusaha mencari Ayana di setiap ruangan itu. Orang-orang Mark segera menangkap Sunny dan mengeluarkan Sunny dari mansion itu.
__ADS_1
Mau tidak mau, Sunny harus menyerahkan proyek besar itu pada Mark besok pagi. Demi mendapatkan Ayana kembali ke sisi nya.
"Ayana!!? Akhhhh??! Mark benar-benar bangsat!?" umpat Sunny.