
"Ada apa Sunny? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu?" tanya tuan Mark kepada Sunny sang manager.
Pagi ini Sunny sudah kembali bekerja di perusahaan milik Mark. Presdir itu sudah sangat dekat dan merasa cocok memperkerjakan Sunny di perusahaan nya. Selain itu, Mark merasa Sunny bisa menjadi teman bicara nya. Sepertinya bisa menjadi teman curhatnya. Demikian juga dengan Sunny yang merasa dekat dengan Mark, padahal mereka baru saling mengenal. Namun entah kenapa keduanya merasa cocok.
"Daddy ku menyuruh ku kembali ke rumah. Demikian juga aku disuruh kembali menjadi presdir di perusahaan daddy ku itu. Memimpin perusahaan yang selama ini aku pegang. Tapi sekarang ini kedudukan presdir dirangkap oleh daddy ku yang juga menjadi CEO di perusahaan itu," cerita Sunny.
"Ini kabar bagus dong! Tapi jika kamu mengundurkan diri dari perusahaan ku ini, pasti aku sangat kehilangan kamu, sobat! Ini seperti halnya kamu meninggalkan aku ketika aku sudah sayang-sayang nya dengan kamu, hahahaha," ucap Mark. Tentu saja kedua nya terkekeh dengan ucapan itu.
"Hahaha, aku masih laki-laki normal, tuan Mark! Aku tidak suka terong. Demikian juga halnya kamu bukan? Apa enaknya terong dari pada bakpao? Hahaha," sahut Sunny dengan bahasa absurd namun penuh kiasan.
"Gila!! Ucapan kamu membuat aku tiba-tiba menjadi kepingin. Sudah lama aku tidak jajan dan berkencan dengan wanita. Terakhir kali aku berkencan dengan seorang wanita tuna susila yang membuat aku ingin menjadi kan dia seorang wanita ku satu-satu nya. Akulah laki-laki pertama yang sudah membuka segel dan menikmati keperawanan nya," cerita Mark.
"Wow, aku menjadi penasaran dengan wanita itu, Mark!" sahut Sunny.
"Hahaha, sudah lama aku tidak berkencan dengan wanita itu. Hem, sebentar yah, aku akan menghubungi mami Susi, untuk menanyakan wanita itu. Jika memungkinkan malam ini aku akan mengajaknya berkencan. Setelah itu aku akan mengenalkan nya pada kamu, Sunny!" kata Mark. Dia langsung mencari kontak mami Susi untuk memesan jasa wanita yang dimaksudkan oleh Mark.
"Hahaha, kamu selalu terburu-buru sekali, Mark!" ucap Sunny. Mark hanya nyengir kuda lalu mulai berbicara dengan mami Susi.
*****
"Hem, jadi dia sudah tidak bekerja di tempat mami? Di mana dia sekarang?" tanya Mark pada mami Susi di seberang sana.
"Padahal aku ingin wanita itu untuk menemani ku malam ini," kata Mark lagi.
"Tidak, tidak, aku tidak minat dengan yang lain. Aku hanya ingin wanita itu saja. Terima kasih!!" sambung Mark.
__ADS_1
Percakapan antara Mark dengan mami Susi. melalui sambungan di handphone itu terputus. Sunny menyipitkan bola matanya melihat raut wajah kecewa pada Mark.
"Ada apa tuan Mark?" tanya Sunny. Mark menarik nafasnya dalam-dalam lalu mulai berpikir. Mark menyalakan batang rokoknya setelah mematikan AC di ruangan itu.
"Wanita itu sudah tidak bekerja lagi dengan mami Susi, Sunny! Lalu dia pindah ke kota mana yah? Atau ganti mami lain lagi kah?" gumam Mark.
"Jangan-jangan wanita tuna susila yang kamu cari itu sekarang ini berhenti dari pekerjaan itu. Mungkin saja dia memilih bekerja lain. Atau dia insaf, hahaha," sahut Sunny. Mark mengerutkan dahinya.
"Padahal aku ingin menjadikan dia wanita satu-satu nya bagiku. Namun saat itu dia belum menjawab ajakan ku. Aku pikir dia pun memiliki hati dengan ku. Namun aku rasa dia tidak ingin baper dengan setiap hubungan kilat seperti kita. Aku pikir, dia menganggap pembicaraan ku tidak serius. Padahal aku benar-benar sudah menyukai nya. Dia sangat berbeda," ungkap Mark.
"Hahahaha, dari cerita kamu aku menjadi sangat penasaran ingin melihat wanita itu. Wanita seperti apa yang membuat seorang Mark menjadi tergila-gila pada wanita tuna susila," kata Sunny.
Dalam hal pribadi Sunny selama ini yang menikah dengan Ayana, yang masa lalu nya juga seorang wanita tuna susila tidak diceritakan oleh Sunny. Memang Mark sudah tahu kalau dia menikah dengan seorang wanita yang tidak direstui oleh orang tua Sunny. Namun soal latar belakang istri Sunny sendiri, Mark tidak mengetahui nya. Demikian juga Sunny pun tidak ingin menceritakan aib Ayana, istrinya sendiri.
"Sunny, malam ini kita minum yuk! Aku benar-benar bete sekali," ajak Mark.
"Oke, kamu benar-benar suami yang sangat menghargai istri. Oh iya, sampai sekarang aku belum berjumpa dan berkenalan dengan istri kamu. Ayolah Sunny, kapan-kapan kita dinner bersama yah! Ajak istri kamu dan aku akan mengajak pasangan ku," ucap Mark.
"Oke, oke! baiklah! Tapi jangan naksir istriku yah, Mark jika nanti sudah berjumpa dan berkenalan dengan istriku," kata Sunny.
"Hahaha, gila kamu! Masak istrimu akan aku embat sih?! sahut Mark.
"Siapa tahu saja kamu jadi suka dengan istriku," kata Sunny.
"Sunny, Sunny, Ih posesif sekali sih kamu! Simpan saja istri kamu itu. Bila perlu jangan boleh keluar dari rumah," sahut Mark.
__ADS_1
"Hahaha," Sunny terbahak-bahak.
" Oh iya, kita keluar yuk! Aku akan mencari wanita itu di tempat lain. Aku ingin sekali menemukan dia. Setelah ketemu, aku akan mengajaknya berkencan," ajak Mark.
"Kemana kita mencari wanita itu, Mark?" tanya Sunny.
"Pokok nya ikut saja aku! Selain mami Susi, ada madam Leni yang memiliki banyak wanita-wanita yang dipekerjakan untuk menjual jasa esek-esek. Siapa tahu wanita itu bekerja di sana," terang Mark.
"Gila kamu, Mark! Ternyata jam terbang kamu cukup tinggi untuk urusan ranjang," sahut Sunny. Mark terkekeh-kekeh mendengar nya.
*****
"Jadi, putra dan menantu kita belum mau kembali ke mansion ini, mas?" tanya mama Reta yang duduk di kursi roda.
"Sementara dalam waktu dekat ini, mereka masih belum mau kembali ke rumah kita ini, Reta! Tapi kata Sunny putra kita, weekend nanti dia akan datang bersama dengan menantu kita untuk mengunjungi kita," sahut tuan Apollo.
"Aku sudah kangen sekali dengan putra ku itu, mas! Semoga mereka selalu sehat dan tidak kurang suatu apa," kata mama Reta.
"Mereka tentu saja bahagia. Walaupun jauh dari kata mewah," ucap tuan Apollo.
"Kemewahan dan banyak harta tidak menjamin kebahagiaan. Semoga mereka selalu sehat dan mendapatkan kedamaian," sahut mama Reta.
"Hem, cepat atau lambat Sunny akan kembali. lagi di rumah ini, Reta!" kata tuan Apollo.
"Aku akan selalu menanti putraku kembali di rumah ini. Rumah ini menjadi sepi tanpa Sunny, putra kita," sahut mama Reta.
__ADS_1
"Hem, dia sangat keras kepala seperti aku, Reta," kata tuan Apollo.
"Benar! Dia seperti kamu, mas!" ucap mama Reta.