
Seperti setiap malam-malam sebelumnya, penampilan mereka selalu memukau siapapun yang melihat mereka. Walaupun mereka perform di club malam, tapi mereka tidak minum alkohol atau menari dengan pakaian terbuka. Meskipun tidak erotis, tapi penonton tetap kagum dengan dance mereka. Sampai banyak kaum Adam menyebut mereka The Angel's of Lounge.
"Penampilan kalian luar biasa. Ga salah Mas Awan rekomendasi kalian ke CEO kami untuk pembukaan mall baru kita." Puji Rafli, klien mereka yang dari Surabaya.
"Makasih banyak, Mas. Semoga bulan depan kita juga bisa membuat puas semua orang." jawab Aezar.
"Tapi, ini beneran kalian ga minum?" tanya Awan.
"Ga, Mas. Kami semua dilarang Alexis minum alkohol karena takut merusak citra dan nama baik tim kita. Ga semua yang mabuk bisa kontrol dirinya kan?!" balas Bianca.
"Keren lah Amare. Salut saya sama kalian."
"Yang repot saya, Mas, kalo sampe mereka doyan minum. Delapan orang mabuk, saya bisa ikutan mabuk. Tapi bukan karena minuman, karena ngurus mereka tiap hari. Duuuuuuh." Aezar menimpali sambil menepuk jidatnya.
"Hehehehehehhe, tapi lu sayang ama kita kan, Bang?" Alexis kedip-kedip manja.
"Yaa.. yaa.. yaa.." sahut Aezar pasrah.
Mereka pun tergelak bersama. Jam 2 mereka pulang, begitu juga dengan klien mereka. Alexis pulang dengan Bianca, membawa mobil Mini Cooper warna putih milik Jovanka. sedangkan yang lainnya nebeng mobil Range Rover milik Aezar.
*****
Sesampainya di rumah, Alexis merebahkan tubuhnya di sofa. Dia melihat ada pesan di aplikasi hijau, dari nomer tidak dikenal.
Aezar langsung pulang, sedangkan adik-adiknya sudah masuk kamar mereka masing-masing.
[Assalamualaikum, Al.] Pesan dikirim dari jam 10 malam tadi. Tapi, Alexis baru membacanya.
[Waalaikumsalam. Maaf, dengan siapa ya??]
[Oiya, lupa. Ini sama Abhi, Al. Kamu belum tidur?]
__ADS_1
[Ohh, Abhi. Aku save ya ๐๐. Maaf baru bales ๐๐Belum Bhi, aku baru pulang dance. Seminggu sekali kan aku perform di club malam.]
[Ko ga langsung istirahat, Al. Nanti kamu cape lho?!]
[Iya, bentar lagi. Kan sekalian bales kamu, soalnya penasaran ada no baru masuk]
[Ok. Kamu tidur ya?! Besok disambung lagi. Nite, Al. Sweet dream ๐๐]
[Thanks, Bhi. U too]
Setelah membalas pesan, Alexis masuk ke kamarnya. Membersihkan diri, dan bersiap untuk tidur.
Sedangkan, jauh disana ada yang senyum-senyum sendiri karena pesannya dibalas bidadari kesayangannya.
"Jiiiaaaah, dia kumat lagi senyum-senyum.Lu beneran ok kan, Bhi?" tanya Bagas.
Sebelum Abhimanyu menjawab, hp Bagas berdering. Setelah melihat siapa yang menelepon, Bagas langsung menjawabnya.
"Halo, Gas. Pa kabar lo?" jawab Maximus, sahabatnya yang menelepon.
"Alhamdulillah, gue baik. Lo sendiri gimana kabar, masih di Amerika kah? Atau, udah balik ke Rusia?"
"Gue di Indo, Gas. Gue sehat, Puji Tuhan. Btw, lu masih jadi manajer artis?"
"Weees, kapan dateng lo? Ga ada kabar, tau-tau udah nongol aja di Indo. Ada proyek baru?"
"Iya, gue masih jadi manajer. Belum siap gue kayak lo, hehehehehhe."
"Aaah, kampret lo. Gue kalo ga kepaksa, ga akan mau, Gas."
"Iya, Gas. Bulan depan ada pembukaan mall baru di Surabaya. Gue mau lo dateng, bawa artis lo juga gapapa. Biar makin rame acara gue." ujar Maxim.
__ADS_1
"Waah, ga tau bro gue bisa dateng apa engga. Soalnya, tiga bulan ke depan artis gue ada syuting di Bandung, jadi masih penuh schedule kita."
"Yaaa elo, ga asiik ah. Sekalian reuni kita. Kata manajer gue, ada dancer dari terkenal dari Bandung. Yaaaa, siapa tau ada yang bisa lo lirik buat gantiin dia yang udah lo patahin hatinya. Hahahaha hahahaha."
"Sialan. Ga ada yang bisa gantiin dia, Max. Gue **** banget waktu itu." jawab Bagas sambil menerawang menatap bintang. Dia sudah pindah tempat, keluar dari ruang tamu apartemen artisnya ke ruang balkon.
"Yaaaa, lo emang cowok brengsek sih."
"Udahlah, lo tau kan gue ga pernah terima penolakan. See you in Surabaya. Byeee." Maxim langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban sahabatnya.
"Diiih, sue ni anak. Kebiasaan banget hidupnya, maen tutup aja telpon." Bagas masuk kembali, dan merebahkan pantatnya di sofa, bersebelahan dengan Abhimanyu yang masih setia menatap layar hp nya.
"Nape lo, kusut amat tuh muka. Kayak kemeja belum di setrika." gurau Abhi.
"Maxim nge invite kita buat pembukaan acara dia di Surabaya. Tapi, jadwal kita sibuk banget. Gue sih pengen dateng, tapi takut lu capek, Bhi." tawar Bagas.
"Gue sih ok, ga lama kan kita disana?'
"Ga sih, paling pergi Jum'at balik Minggu."
"Kalo lu ok, gue pesen tiket seminggu sebelumnya."
"Atur aja, Gas."
"Gue tidur duluan, lu nginep apa balik?"
"Gue balik lah, besok gue jemput jam 8 soalnya lokasi syuting lumayan jauh."
"Ok. Ati-ati lu, udah tengah malem." bisik Abhimanyu, yang sukses membuat Bagas merinding.
"Sialan."
__ADS_1
Abhimanyu menutup pintu apartemennya setelah Bagas masuk ke dalam lift. Setelah membersihkan diri, Abhimanyu naik ke tempat tidur. Sebelum memejamkan matanya, dia memandangi foto wanita pencuri hatinya, Alexis.