
"Tolong!? Lepaskan aku!? Siapa kalian!? Kenapa kalian membawaku? Lepaskan!! Kalian akan membawaku kemana, hah?!" ucap Ayana.
"Diam lah, nona!? Jangan memancing emosi kami! Nanti nona juga akan tahu, kami akan membawa nona ke mana?" sahut salah satu pria dengan postur badannya yang tegap. Seketika Ayana ciut nyalinya karena suara keras pria itu. Berontak dan berteriak-teriak pun, tidak ada orang yang mau menolong Ayana. Bahkan itu akan membuang-buang energi saja.
Saat ini Ayana di tangkap tiga laki-laki dengan perawakan tinggi besar dan dibawa masuk ke dalam mobil. Saat Ayana keluar rumah berada di salon, Tiba-tiba saja ada beberapa pria yang mendekati nya lalu menangkapnya. Orang-orang yang sempat melihat kejadian itu tidak berani menolong Ayana. Apalagi kejadian itu begitu cepat dan Ayana langsung dibawa masuk ke dalam mobil serta merta mobil itu melaju dengan cepat. Padahal kejadian nya di siang bolong.
Mobil itu segera memasuki pagar besi yang menjulang tinggi setelah gerbang itu secara otomatis terbuka. Ayana melihat bangunan mewah dan megah bak istana itu dengan tanya di benaknya.
Mobil itu berhenti di halaman rumah bak istana itu. Satu pria itu membuka pintu mobilnya lalu satu pria yang masih berada di dalam mobil mendorong Ayana dengan kasar. Jika Ayana tidak siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, mungkin dirinya akan terjerembab jatuh ke bawah.
"Turun!" perintah seorang pria berkumis tipis dengan kulit hitam.
Satu pria satu nya mendorong Ayana hingga turun dari mobil itu. Tanpa diikat tangan dan kaki nya, Ayana digiring masuk ke dalam bangunan itu. Ayana diam, namun dalam benaknya mulai menduga-duga. Siapa orang yang memerintahkan tiga pria dengan perawakan seperti bodyguard itu untuk menangkap dan membawa nya ke bangunan yang belum pernah Ayana singgahi.
Masuk di dalam bangunan itu, Ayana dibuat takjub dengan isi perabotan di dalam nya. Tidak ada barang murah di dalam nya. Termasuk guci-guci besar dan juga beberapa lukisan abstrak pelukis terkenal. Tentu saja semua barang-barang itu asli dari penciptanya. Bukan barang palsu yang bisa dibeli dengan harga murah tanpa tanda tangan asli penciptanya.
Sampai di ruangan tengah, Ayana belum menemukan seseorang yang mungkin saja yang menjadi tuanya dari ketiga pria yang menculik nya. Ayana masih digiring hingga menaiki anak tangga sampai ke lantai tiga. Sampai tiba di sebuah kamar di lantai tiga itu, Ayana di dorong pelan ke dalam kamar itu. Tanpa diikat tangan dan kaki nya, Ayana bebas di kamar itu. Namun saat Ayana membuka handle pintu kamar itu, ternyata mereka telah mengunci kamar itu.
"Akhhh, sial! Mereka sengaja mengurung ku di kamar ini. Sebenarnya siapa yang menyuruh mereka menculik ku?" gumam Ayana.
Di kamar itu cukup luas. Tempat tidur nya pun luas. Di kamar itu juga lengkap dengan meja kerja, lemari pendingin, AC ruangan, televisi plat. Bahkan balkon kamar itupun dibiarkan tidak dikunci. Jika Ayana nekat hendak kabur, Ayana bisa meloncat dari lantai tiga. Tapi Ayana tentu tidak gila dan bodoh, kabur dengan jalan melompat dari lantai tiga.
__ADS_1
Di kamar itu pun juga lengkap dengan almari pakaian wanita. Ayana dibuat tertegun saat membuka almari di kamar itu yang isi pakaiannya seorang wanita. Bahkan pakaian di almari itu dengan ukuran sama seperti badan Ayana.
"Eh?? Semua almari pakaian ini, pakaian wanita. Apakah seseorang yang menyuruh menculik ku ini seorang wanita? Sepertinya aku tidak memiliki musuh," gumam Ayana yang kagum dengan pakaian wanita yang tersusun rapi di lemari itu. Dari sepatu, tas branded semuanya sama dengan selera Ayana. Yang membuat heran Ayana adalah sampai ukuran sepatu nya pun pas di kaki Ayana.
"Astaga!? Aku menjadi penasaran. Sebenarnya siapa pemilik kamar ini? Apakah dia lah dalang yang menculik ku?" gumam Ayana.
Diam-diam dari jarak jauh, di ruang kerjanya ada seorang pria tersenyum lebar sambil melihat di layar laptop nya melihat gerak-gerik Ayana yang berada di dalam kamar itu. Benar! Diam-diam pria itu sudah memasang kamera CCTV-nya di kamar itu. Sehingga apa saja yang dilakukan oleh Ayana bisa dilihat dan dipantau oleh pria itu.
"Ayana?!" gumam laki-laki itu seraya tersenyum lebar.
Tok.
Tok.
Ketukan pintu ruangan kerja itu diketuk dari luar. Seorang pria masuk ke ruang kerja itu setelah si empunya menyuruh nya masuk.
"Tuan muda!? Apa yang harus kita lakukan setelah berhasil menculik wanita itu, tuan? Apakah kita akan meminta tebusan dari suaminya?" tanya pria yang baru saja masuk ke ruang kerja itu.
"Jangan terburu-buru, Rendra! Aku ingin bermain kucing-kucingan dulu dengan Sunny. Ini benar-benar membuatku senang. Lihatlah, Ayana! Dia sangat menikmati kamar nya. Kamar yang sudah aku persiapkan untuk nya dan lengkap dengan semua kesenangan serta apa saja yang dia sukai," kata pria itu yang tidak lain adalah Mark.
"Jadi?" sahut Rendra.
__ADS_1
"Tunggu satu minggu lagi, Rendra! Kita baru menghubungi Sunny. Kita berikan pilihan padanya menyerahkan proyek dari tuan Jacob atau memilih istrinya, Ayana," kata Mark.
"Satu minggu, tuan Mark?" sahut Rendra.
"Benar!? Aku ingin melihat Sunny dalam kebingungan nya mencari keberadaan istrinya. Padahal Ayana saat ini dalam kuasaku. Kamu bisa membayangkan bukan? Pikiran Sunny jika dalam satu minggu istrinya disekap? Dia tentu saja akan berpikiran kalau istrinya sudah tidak bisa mempertahankan diri nya menjaga kehormatan nya sebagai seorang istri. Aku akan membuat asumsi seperti itu pada pikiran Sunny," ucap Mark dengan senyum lebarnya.
Tujuan nya untuk mendapatkan proyek itu dan juga merebut kembali Ayana sedikit lagi akan dapat ia wujudkan. Walaupun dengan cara apapun itu.
"Jadi, kita masih menunggu satu minggu lagi untuk meminta penawaran pada tuan Sunny, tuan?" sahut Rendra.
"Benar!" kata Mark dengan tersenyum lebar.
"Menurut, tuan Mark? Apakah tuan Sunny akan lebih memilih istrinya itu atau lebih mengutamakan proyek dari tuan Jacob?" tanya Rendra.
"Tentu saja kamu sudah tahu secara jelas apa jawaban nya, Rendra? Kenapa masih bertanya-tanya lagi padaku?" sahut Mark.
"Tuan Sunny akan lebih memilih istrinya, tuan Mark!? Karena tuan Sunny sangat mencintai Ayana, istrinya," kata Rendra.
"Benar! Namun setelah itu mungkin saja Sunny akan menaruh curiga dengan Ayana karena selama satu minggu ini, Ayana berada ditangan ku. Kepercayaan Sunny terhadap Ayana akan berkurang karena aku akan mengatakan pada Sunny bahwa akulah pria pertama yang sudah membeli keperawanan Ayana serta akulah pria pertama yang sudah menikmati Ayana sebelum yang lainnya," ucap Mark.
"Tuan Mark!? Jadi, setelah hubungan mereka retak, anda akan merebut Ayana kembali?" sahut Rendra.
__ADS_1
"Hahaha, benar! Ayana yang akan datang sendiri kepada ku setelah dicampakkan oleh Sunny!?" kata Mark dengan rencana nya.