
"Di mana Ayana!?" teriak Sunny saat malam semakin larut, Ayana tidak juga kembali ke rumah. Beberapa asisten rumah tangga yang mendengar teriakan Sunny langsung menghambur keluar dari kamar mereka. Sunny menatap tajam ke arah mereka.
"Di mana Ayana? Apakah kalian tahu di mana istriku? Kenapa sudah jam segini belum juga di rumah," ucap Sunny.
"Nyonya muda sejak tadi siang pergi, tuan!? Kata nyonya Ayana, beliau ke salon untuk melakukan perawatan," terang salah satu asisten rumah tangga di rumah Sunny itu angkat bicara.
"Tapi kenapa belum pulang? Bahkan ini sudah larut malam. Dan kenapa ponselnya juga tidak aktif," gumam Sunny. Dia kini dalam kepanikan. Semua pembantu di rumah itu saling berpandangan dan mulai menduga-duga.
Sunny kembali menyambar kunci mobil yang tadi sudah ia gantung di dekat garasi mobil di rumah nya. Sunny mulai menghidupkan mobilnya lalu menjalankan mobilnya setelah penjaga di rumahnya membukakan gerbang rumah itu lebar-lebar.
Tujuan pertama Sunny adalah tempat salon kecantikan. Walaupun jam segini salon itu sudah jelas-jelas tutup, namun Sunny akan memastikan bahwasanya istrinya tadi ke tempat salon itu. Siapa tahu ada rekaman CCTV-nya ketika Ayana berkunjung di salon itu.
Sunny tiba di salon itu. Benar! Tempat salon kecantikan itu sudah sepi dan tutup. Sunny tidak bisa mendapatkan informasi itu saat ini. Bahkan mobil Ayana masih berada di tempat salon kecantikan itu. Selanjutnya Sunny hanya berusaha menelusuri jalan untuk mencari Ayana, istrinya.
"Ayana, sayang!? Sebenarnya, kamu ada di mana, sayang!? Kenapa tidak menghubungi aku sayang!? Bahkan nomer handphone kamu tidak aktif dan tidak bisa dihubungi," gumam Sunny.
"Jika mobil Ayana masih di area parkir salon kecantikan ini, lalu Ayana pergi dengan siapa?" pikir Sunny.
Sunny tiba-tiba kepikiran dengan tuan Mark. Sunny menghubungi Mark karena dalam benaknya Sunny sudah sangat panik.
"Tuan Mark!?" ucap Sunny.
__ADS_1
"Oh, tuan Mark sedang di kafe saat ini? Kafe biasanya? Saya ke sana, tuan Mark!?" kata Sunny. Kini Sunny memutar arah mobilnya menuju kafe di mana tuan Mark saat ini berada. Paling tidak Sunny ingin menghilangkan rasa kacau, galau dan gelisah nya karena istrinya sampai larut belum juga pulang ke rumah. Bahkan mobil Ayana masih terparkir di halaman salon kecantikan itu. Ini yang membuat Sunny semakin mengkhawatirkan Ayana. Sunny kini menghubungi orang rumah untuk mengambil mobil Ayana dan membawa kembali ke rumah dengan kunci cadangan.
"Bahkan mobil Ayana masih di depan halaman salon kecantikan itu. Itu berarti, Ayana tadi siang memang berada di tempat itu. Tapi di mana Ayana sekarang??" gumam Sunny mulai berpikir.
*****
Mark pura-pura tidak mengetahui perihal kegelisahan yang dirasakan oleh Sunny. Mark masih saja menyesap minuman nya sembari menikmati setiap hisapan rokoknya. Sampai akhirnya Sunny menyampaikan semuanya.
"Mark, istriku diculik!" ucap Sunny. Mark tentu saja pura-pura terkejut dengan apa yang dia dengar. Namun setelah itu Mark terlihat tertawa terbahak-bahak. Sunny mengerutkan dahinya menatap tajam ke arah Mark.
"Kenapa kamu malah menertawakan aku, Mark!? Ini serius, Mark! Aku khawatir, Ayana kenapa-napa karena sampai jam segini belum tiba di rumah. Biasanya juga tidak begitu. Apalagi nomer handphone nya tidak bisa dihubungi," terang Sunny.
"Hahaha tenang, tenang lah kamu Sunny!!. Istri kamu itu bukan anak kecil lagi. Dia. wanita dewasa yang memiliki banyak teman di kota ini. Mungkin saja istri kamu sedang bertemu teman lamanya hingga lupa pulang. Ayolah, teman! Lebih baik kita minum dan lupakan sesuatu yang menjadi beban pikiran mu," ucap Mark.
"Sudahlah, sobat! Kamu tunggu saja kabarnya besok. Jika istri kamu belum memberikan kabar, kamu baru mulai bingung dan mencari informasi tentang istri kamu itu. Di mana terakhir kali istrimu pergi," ucap Mark.
"Tadi aku sudah ke tempat salon kecantikan. Mobil Ayana masih terparkir di sana. Benar! Tadi siang istriku nyalon. Tapi kenapa sampai sekarang belum kembali," cerita Sunny.
"Nah sudah jelas bukan? Besok pagi kamu ke salon kecantikan itu untuk mencari informasi mengenai istri kamu itu. Beres kan? Ayolah sobat! Jangan pusing dong! Lebih baik kita minum dulu," kata Mark.
"Hem, baiklah! Besok pagi aku akan mencari informasi itu ke salon kecantikan," sahut Sunny sambil menenggak minuman yang diberikan oleh Mark.
__ADS_1
"Oh iya, aku dengar perusahaan kamu memenangkan proyek besar dari perusahaan asing milik tuan Jacob yah?" kata Mark.
"Hahaha, wah cepat sekali kamu mengetahui informasi itu, tuan Mark!? Rasanya aku pun tidak percaya jika tuan Jacob memberikan kepercayaan proyek besar itu pada perusahaan SA. Padahal perusahaan SA baru saja mulai mengembangkan sayapnya. Perusahaan ku masih kalah besar dengan perusahaan kamu, tuan Mark," ucap Sunny panjang lebar.
"Selamat yah, sobat! Padahal proyek itu sudah lama aku mengincarnya. Ternyata tuan Jacob mempercayakan semua itu pada perusahaan SA yang kamu pimpin," kata Mark.
"Hahaha, sepertinya kali ini aku lagi beruntung, Mark! Semoga saja perusahaan SA tidak mengecewakan tuan Jacob dalam menjalankan proyek besar itu," ucap Sunny.
Mark dan Sunny masih di kafe itu. Dua wanita dewasa dengan berpakaian seksi mendekati mereka berdua. Tentu saja mereka berusaha menggoda Mark dan Sunny.
"Boleh kami ikut bergabung, mas??" ucap salah satu wanita itu. Kedua wanita itu langsung saja duduk di dekat Mark dan Sunny tanpa menunggu jawaban dari keduanya. Mark tersenyum seringai seraya menyesap minuman nya.
"Mark, aku tidak berminat dengan wanita-wanita ini," bisik Sunny di telinga Mark. Mark terkekeh mendengar nya.
"Hahaha, kamu belum mencobanya sobat! Tidak salahnya juga kalau kamu mencoba barang baru. Jangan hanya istri kamu saja hahaha," sahut Mark dengan suara pelan.
"Ah, Mark! Aku cabut sekarang, Mark! Bye, sampai jumpa, Mark!?" kata Sunny seraya kabur meninggalkan Mark yang masih digoda oleh dua wanita penghibur itu.
"Eh?? Sunny!? Hahaha malah kabur dia!? Kalian berdua membuat temanku takut. Akhirnya kabur deh. Lebih baik aku juga cabut saja! Bye manis, maaf yah aku juga sudah tidak minat dengan kalian berdua. Ada barang bagus di rumahku saat ini," ucap Mark seraya melenggang meninggalkan Dua wanita penghibur itu.
"Sombong sekali laki-laki itu! Awas saja kalau besok-besok membutuhkan jasa kita. Giliran kita akan jual mahal dengan mereka," kata salah satu wanita tuna susila itu.
__ADS_1
Mark menjalankan mobilnya. Dia saat ini sangat bersemangat karena di mansion pribadi nya ada Ayana di sana.
"Aku ingin melihat, apakah Ayana akan terkejut jika aku tiba-tiba berada di tempat itu," gumam Mark sambil mengemudikan mobilnya.