Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
BAB 33


__ADS_3

"Ini surat perjanjian proyek itu serta pernyataan bahwa perusahaan SA menggagalkan perjanjian kerjasama menerima proyek besar dari tuan Jacob serta melimpahkan kuasa terhadap proyek itu pada perusahaan Jaya Mark. Apakah kamu puas dengan semua ini, Mark?! Sekarang katakan, di mana Ayana kamu sembunyikan?? Kembalikan Ayana, istriku!?" kata Sunny.


Mark tertawa terbahak-bahak atas kemenangan nya. Mark masih duduk di kursi kerja nya.


"Duduklah dulu, teman!? Ayolah, kita minum dulu. Jangan tegang dan panik seperti itu, sobat!? Istri kamu, Ayana tentu saja baik-baik saja beberapa hari ini bersama dengan ku. Dia sangat bahagia kok. Aku tidak mungkin menyakiti istri kamu, Ayana!? Karena aku pun sangat menyukai nya," kata Mark. Sunny membulat matanya. Dia sudah tidak bisa bersikap ramah dan baik lagi dengan Mark setelah semua yang sudah dilakukan Mark. Mark seperti bermuka dua. Sunny tentu saja sangat kecewa dengan semua tindakan Mark.


"Setelah apa yang kamu lakukan, kamu bukan lagi sahabat ku, Mark. Bahkan kamu benar-benar tega melakukan semua ini setelah aku menganggap mu seperti saudara ku," kata Sunny.


"Hahaha, Sunny, Sunny! Ayolah, duduk dan tenang lah dulu. Aku hanya sedikit bermain-main saja dengan mu. Kenapa kamu menganggap nya sangat serius. Oh iya, aku ada kabar gembira untuk kamu. Ayana saat ini telah mengandung. Kamu pasti senang bukan mendengar berita ini?" kata Mark.


"Hah? Ayana mengandung?? Mark, sekarang katakan dimana Ayana?! Aku sudah muak melihat wajah kamu yang munafik!?" sahut Sunny.


"Hahaha, apakah kamu sudah sangat rindu dengan istri kami, Sunny? Baiklah! Kembalilah ke mansion mu! Aku pastikan, Ayana istrimu sudah berada di mansion mu saat kamu datang ke mari mengantar dokumen ini," kata Mark.

__ADS_1


"Awas saja, Mark!? Aku tidak suka dipermainkan!? Setelah ini aku tidak ingin kembali berurusan dengan mu. Cukup kita putus hubungan baik kerjasama maupun hubungan pertemanan," ucap Sunny.


"Hahaha itu tidak mungkin, Sunny! Selama Ayana masih ada didekat mu, aku akan memastikan bahwa Ayana selalu baik-baik saja dan bahagia. Jika kamu membuat Ayana menangis, aku tidak akan segan merebutnya dari kamu, Sunny!" kata Mark.


"Kenapa? Tentu saja Ayana bahagia hidup bersama dengan ku. Aku suaminya dan Ayana sangat mencintai ku," sahut Sunny.


"Hahaha, kamu terlalu naif sekali, Sunny! Kamu harus ingat, bahwa Ayana dulu seorang pelacur. Di mana dia setiap malam melayani. laki-laki yang memakai jasanya," kata Mark.


*****


"Mas Sunny!?" gumam Ayana seraya menghambur ke pelukan Sunny.


Namun Sunny seperti jijik dengan Ayana mengingat beberapa hari ini Ayana bersama Mark. Tentu saja pikiran Sunny adalah Ayana tidak bisa menjaga kesetiaannya dan pikiran buruk itu telah menguasai hati dan pikiran nya. Apalagi saat ini Sunny telah mengetahui bahwasanya Ayana saat ini telah hamil. Ada kecurigaan yang kuat pada diri Sunny kalau Mark lah yang membuat hamil Ayana.

__ADS_1


"Mas Sunny?! Apakah mas Sunny tidak suka aku kembali?" Mas, kamu tahu mas? Sekarang ini aku hamil, mas!? Kita akan segera memiliki anak mas!?" ucap Ayana.


Namun Sunny masih saja dingin. Dia tidak mau menyambut pelukan dari Ayana. Pelan-pelan Ayana melepaskan pelukan itu dan mendongak ke atas melihat wajah suaminya itu.


"Mas Sunny!?" gumam Ayana.


"Sudahlah, aku capek!? Aku mau mandi dulu!?" kata Sunny.


"Kalau begitu, aku buatkan teh manis hangat buatmu yah, mas!? Atau kopi hitam supaya kamu lebih bersemangat," ucap Ayana berusaha menjadi istri yang baik.


"Tidak usah!" jawab Sunny ketus. Ayana yang mendengar jawaban dari Sunny hanya menyipitkan bola matanya. Ayana tentu saja sangat terkejut dengan sikap Sunny yang tiba-tiba berubah terhadap dirinya.


"Mas Sunny?! Ada apa dengan mu, mas?" gumam Ayana seraya mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur di kamar utama mereka.

__ADS_1


__ADS_2