Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
Penjara


__ADS_3

Mereka di antar keruangan untuk bertemu dengan Anggelina,Aditya dan Arman duduk di sebuah sofa untuk menunggu petugas membawa Anggelina ke ruangan itu,tak lama kedua petugas datang dengan memegangi lengan wanita berbaju jingga yang tidak lain adalah Anggelina.


"Ayah,,,bebasin Anggelina yah,"


Anggelina menghambur ke pelukan Ayah nya sambil terisak.


"Iya sayang,ayah akan berusaha membebaskan mu,ayah akan mencari pengacara hebat yang paling mahal untuk membebaskan mu dari sini,"


"Benarkah,ayah janji ya,Anggelina ngga betah disini yah,banyak nyamuk,,hikss,"


"Ayah janji,tapi tolong jelaskan pada ayah kenapa kamu nekad berbuat kriminal seperti itu?,"


Seketika Anggelina melihat ke arah Aditya ia mencoba mengatakan tapi ia juga begitu malu,karna mengejar lelaki yang tidak menginginkan nya.


"Anggel melakukan itu,karna Aditya mengatakan akan menikah dengan Ayu,ayah,"


"Apa kamu tau sekarang bahwa Ayu juga anak ayah?,"


"Iya ayah,"


"apa kamu menyesal,"


Mendengar pertanyaan itu Anggelina hanya diam seribu bahasa,ia jelas tak bisa menyesali,karna Ayu pun sekarang sudah tiada dan Aditya tetap menolak diri nya,bahkan iya merasakan berada di jeruji besi.


"Anggelina,katakan apa kamu menyesal?,"


"i,i,iya ayah,"


"kalau begitu kamu minta maaf dengan Ayu,"


seketika wajah Anggelina berubah heran mendengar perintah Ayah nya,ia berfikir cukup keras mengartikan perintah ayah nya tapi tetap tak menemukan jawaban untuk itu.


"Maksud ayah?,"


"Ayu,masuk nak,kesini,"


Arman memanggil Ayu yang sejak tadi berada di luar ruangan itu bersama ibu nya.


Ayu pun memutar roda kursi nya untuk masuk kedalam ruangan itu diikuti oleh Hana di belakang nya,seketika Anggelina meloncat kaget dan terjerembab ke lantai melihat Ayu yang berada di kursi roda.


"Tidak,tidak,tidak jangan mendekat,ka ka kamu hantu,kamu sudah mati,hah kamu mati,,tidakkk!!!,"


Anggelina begitu ketakutan melihat Ayu masih hidup ia berfikir pasti arwah nya gentayangan untuk membalas dendam,tak lama Anggelina pun pingsan,petugas segera membawa Ayu ke dalam untuk di bangunkan dari pingsan dan Aditya memutuskan untuk membawa Hana dan Ayu pulang kembali kerumah.


"Om sebaik nya kami pulang,kasian jika Anggel melihat Ayu dan kembali pingsan seperti tadi,"


"Oh baiklah Aditya,om antar pulang,om juga ada banyak urusan karna berita penangkapan Anggelina sudah terlanjur keluar di media,ada banyak pertanyaan klien mengenai itu,mungkin juga ada beberapa yang membatalkan kerja sama dengan perusahaan om,"

__ADS_1


"Ah Aditya turut prihatin om,"


Aditya mengungkapkan rasa prihatin nya .


Aditya pun berjalan bersama Hana dan Ayu menuju mobil untuk segera pulang kerumah,Arman segera memegang setir untuk segera mengantarkan mereka sampai ke kediaman Aditya.


Di sebuah resto ternama seseorang sedang duduk menunggu pesanan nya ,tak lama seorang kasier memanggil untuk memberikan pesanan nya yang selesai di bungkus.


"Ini mas pesanan nya,semua enam ratus tiga puluh lima ribu rupiah," Ucap seorang wanita dengan setelan batik dengan rambut di simpul ke belakang.


"Ah iya mba,ini," seorang lelaki tinggi dengan stelan jas rapi tengah menyerahkan black card nya untuk membayar pesanan makanan nya.


Lelaki itu berjalan keluar resto dan memasuki mobil mewah nya,mengemudi untuk sampai di tujuan.


"Ah kuharap Anggelina tidak menolak pemberian ku," gumam nya sambil terus menatap ke depan.


Tak lama mobil nya tiba di parkiran kantor polisi,ia lalu berjalan untuk bertanya pada petugas,ya Anggelina memang masih berada di tahanan kantor polisi dan belum dipindahkan ke lapas karna belum menjalani sidang,lelaki itu diantar oleh petugas ke sebuah ruangan untuk menunggu petugas membawa Anggelina.


Tak lama Anggelina dan dua petugas datang dan memasuki ruangan yang tidak terlalu besar itu.


"Andre,,untuk apa kamu kesini?,"


Anggelina terlihat terkejut dengan kedatangan Andre.


"Ah ya Anggelina,ini aku hanya bermaksud menjenguk dan membawakan makanan untuk mu,"


"Apa kamu ingin mengejek ku karna sekarang aku berada di penjara hah?,"


"Anggelina,aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengejek mu,aku sungguh-sungguh menghawatirkan mu,aku yakin pasti kamu sulit untuk memakan makanan yang disediakan disini,maka nya aku datang untuk mengantarkan makanan ini untuk mu,"


"Oh ya,kalau begitu sekarang kamu bisa pergi,"


"Anggel apa kamu tidak ingin sebentar lagi aku berada disini,aku hanya ingin melihat mu sebentar saja,"


"Ah ya sudah lah,"


Andre mencoba mengajak Anggelina untuk sekedar bercakap-cakap, tapi Anggelina hanya diam dan sedikit jawaban yang dipaksakan.


Di kediaman Aditya ,Ayu tengah mencoba untuk berdiri,ia merasa sangat merepotkan jika harus membiarkan Aditya mendorong nya setiap saat,belum lagi ibu nya dan ibu Aditya juga menggunakan kursi roda.


"Ayu,apa yang kamu lakukan?,"


Aditya sontak berteriak karna terkejut melihat Ayu berdiri menjauh dari kursi roda nya.


"Aditya,aku,aku hanya berusaha untuk tidak terus berada di kursi roda itu,aku ingin lekas pulih,"


"Tapi kamu akan lelah,dokter juga menyarankan agar kamu beristirahat,"

__ADS_1


"Tapi dokter juga menyarankan agar aku melatih otot-otot ku agar lekas pulih,ya kan ?,"


"Eemmm yaa juga sih,kamu yakin bisa?,"


"heem yakin,"


"Ya sudah,biar aku bantu,"


Aditya mendekat dan memegang tangan Ayu untuk menyangga nya jika Ayu mulai lemas.


Hening dalam ruangan itu,Andre sudah beberapa kali mencoba melakukan pembicaraan dengan Anggelina tapi hanya sedikit respon yang ditunjukkan Anggelina dan akhir nya Andre memutuskan untuk segera pergi dari sana.


"ya sudah Nggel sebaik nya aku pergi sekarang,dan kamu segera makan,"


"iyaaa,dari tadi ke pergi,aku udah laper nih,"


"ah iya maaf,kamu baik-baik ya,"


Andre berjalan keluar setelah sedikit memberi perhatian pada Anggelina.


Ayu masih mencoba berjalan dengan di temani Aditya,Triiing,,triing telpon di saku Aditya berdering,Aditya berusaha mengabaikan nya,tapi Ayu mendengar dan meminta Aditya mengangkat nya.


"Kenapa ngga diangkat?,"


"Oh ,biar nanti aja,"


"kali aja penting,"


"yakin kamu ngga papa?,"


"iya ngga papa,aku udah kuat ko,"


"emm sebentar ya,"


Aditya berjalan dua langkah untuk mengangkat telpon,tapi tak lama kaki Ayu terasa lemas dan ia mulai merasa pusing,saat ia hampir jatuh ke lantai,Aditya melihat nya lalu sedikit berlari untuk menangkap nya ke pelukan nya,sepasang mata itu saling bertatapan dengan Aditya yang masih memegangi tubuh Ayu yang hampir jatuh ke lantai.


"Ah maaf yu aku hanya reflek menangkap mu,karna kamu hampir terjatuh,"


"Ah iya dit,makasih,aku hanya pusing dan sedikit lemas,meskipun aku sudah bisa berdiri tapi aku sedikit lemas untuk membiasakan diri,"


"sebaik nya kamu ku antar ke kamar untuk beristirahat dan sebelum nya kamu minum dulu obat yang sudah di resepkan,agar pusing mu segera hilang,"


"ok boss,asiap,"


"Hedehh malah dipanggil boss sama calon istri,"


"emang iya?,"

__ADS_1


"Iyaa lah,masa iya donk,hahahaaa,"


__ADS_2