Aku Bukan Pilihan

Aku Bukan Pilihan
Adik ku


__ADS_3

Setelah tiba di ruang keluarga mereka duduk di sofa untuk melanjutkan cerita yang tertunda,Aditya pun memulai bercerita .


Arman mendengarkan dengan serius setiap yang diucapkan Aditya,sebenar nya ia sangat kecewa Aditya sudah menyembunyikan Ayu dari nya,tapi alasan Aditya tepat,ia tidak ingin membahayakan keselamatan Ayu dan memutuskan untuk merahasiakan semua nya hingga Ayu di nyatakan sembuh,Arman pun akhir nya bisa mengerti dengan keputusan Aditya.


"Maaf nak Adit bukankah pelaku sudah tertangkap,apa motif penabrakan itu,apa sudah ada keterangan dari pelaku?,"


"Ah iya bu,sebaik nya biar om Arman yang menjelaskan semua nya,"


"Arman?,"


Hana sedikit bingung mendengar perkataan Aditya,ia pun menoleh ke arah Arman,Arman pun mulai menarik nafas dalam,seolah begitu rumit untuk di jelaskan,ia mengambil minuman yang diletakkan bi Darmi di meja,perlahan ia menyesap minuman dingin untuk membasahi kerongkongan nya.


"Begini Hana,kamu tau kan aku memiliki seorang putri,dan aku kesini waktu itu kamu ingat?,"


"Iya karna itulah kita bisa bertemu,"


"Seminggu sebelum hari itu Anggelina memintaku untuk menjodohkan kembali Aditya dengan nya,karna aku melihat ada rasa kekalahan dalam diri nya,aku dan Anggelina lalu kesini,saat itu kalian sedang berada di rumah sakit,dan aku berjanji untuk menemui Aditya minggu depan,saat kita bertemu,


gagal sudah rencana untuk meminta Aditya menikahi nya,Apa menurut mu Anggelina sangat mencintai Aditya?,"


"Iya Arman menurut ku begitu,"


"Nah karna itulah Anggelina berusaha menjauhkan siapa pun wanita yang dekat dengan Aditya termasuk Ayu putri kita,"


"Jadi apa maksud nya,aku tak mengerti ucapan mu?,"


"Dan hari ini tepat pukul 08:00 pihak kepolisian membawa Anggelina secara paksa,karna harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya,"


"Jadi maksud mu,Anggelina yang sudah menabrak Ayu karna kecemburuan nya melihat kedekatan Ayu dengan Aditya?,"


"iya Hana,aku minta maaf karna aku tidak bisa mendidik nya hingga ia mencelakai putri kita,"

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu tiba-tiba larut dalan diam,termasuk Ayu yang sama sekali tidak tau menau mengenai pelaku dan motif penabrakan itu,bahkan iya baru tau sekarang bahwa penabrakan itu terjadi karna kedekatan nya dengan Aditya,dan Arman menjelaskan bahwa pelaku adalah anak nya,Ayu berfikir itu pasti adik nya.


"jadi adik ku sendiri yang sudah menabrak ku waktu itu,aku rasa ia mungkin sangat mencintai Aditya hingga tega melakukan itu semua,terlalu sempit hidup ku hingga berurusan dengan adik ku sendiri,"


Ayu bergumam dalam hati.


Tak lama Aditya mulai sedikit ber empati terhadap Anggelina,karna semua yang terjadi atas dasar rasa suka Anggelina terhadap nya.


"Om Arman,ibu,Ayu,sebaik nya kita ke kantor polisi untuk menjenguk dan segera membebaskan Anggelina,"


"Tapi Dit?,"


"Oh maaf yu,apa kamu masih dendam dengan Anggelina?,"


"Ayah mengerti Ayu,kamu pasti masih marah dengan Anggelina karna sudah membuat mu koma berbulan-bulan,"


"Ah bukan begitu yah,dit,Ayu cuman menyampaikan,meskipun Ayu masih hidup tapi ada satu korban lain yang harus dapat keadilan,"


"Kamu benar Ayu,meskipun begitu mau kah kamu sekedar bertemu dengan Anggelina?,"


"Ayu mau yah,"


Perlahan Arman mendekati Ayu dan memeluk putri nya yang sangat pemaaf itu,ia memegangi puncak kepala Ayu,sambil terisak,tangis haru dari Ayah dan Anak yang tidak pernah bertemu selama dua puluh tahun,Hana dan Aditya yang melihat momen mengharukan itu membuat mata mereka berkaca-kaca .


Di kediaman Farel,Amora baru saja tiba dari rumah sakit dan berjalan masuk ke kamar nya,dilihat nya Farel yang sedang bersantai dengan handphone nya,Amora kemudian meletakkan tas dan sedikit barang nya dari rumah sakit,Farel hanya menoleh sebentar dan tidak memperdulikan nya sama sekali.


"Sayang kenapa tidak menjemput ku?,"


"Bisa pulang sendiri kan?,"


"Ah iya,"

__ADS_1


"Ya udah,"


Nada bicara nya terhadap Amora sangat sakit untuk di dengar,entah mengapa Amora tidak sedikitpun marah atau merajuk atas perlakuan Farel yang sudah sangat berubah terhadap nya.


Farel kemudian menghidupkan televisi yang menempel di dinding kamar nya untuk sekedar mengurangi emosi nya terhadap Amora.


"BERITA TERKINI,PENANGKAPAN TERSANGKA KASUS TABRAK LARI TERHADAP SEORANG WANITA BERINISIAL AI BERLANGSUNG DRAMATIS, YANG MELIBATKAN TERSANGKA UTAMA ANAK PENGUSAHA SUKSES TERNAMA DI KOTA INI BERINISIAL A,TERSANGKA A SEMPAT MENOLAK UNTUK DIBAWA KE KANTOR POLISI,"


Berita gosip sedang memberitakan perihal penangkapan Anggelina.


"Hahahaha itu karma mu Arman,karna kamu sudah memecat ku,anak yang satu mati yang satu nya masuk penjara,hah aku tidak perlu repot-repot membalas dendam pada mu Arman,"


Farel merasa puas mendengar berita bahwa anak kesayangan mantan bos nya itu kini tengah berada di penjara,karna ia berfikir tidak perlu lagi membalaskan rasa sakit nya.


Amora yang melihat Farel bersikap seperti itu,ia sama sekali tidak menyangka,karna sebelum nya Farel tidak seperti ini bahkan terhadap nya Farel dulu sangat manis dan baik.


Di ruang keluarga Aditya, mereka juga menyaksikan media menyiarkan berita penangkapan Anggelina,dengan sangat terkejut Arman segera menghubungi seseorang.


"Hallo ,saya minta sekarang kamu datangi beberapa stasiun televisi yang memberitakan penangkapan putri ku,suruh mereka membuang rekaman nya dan berhenti membuat berita tentang putri ku,jika mereka menolak katakan aku akan mencabut saham ku yang ada disana seluruh nya,baiklah ku tunggu laporan selanjut nya,"


Arman kemudian menutup panggilan itu,ia segera membawa Ayu,Hana dan Aditya untuk menemui Anggelina di kantor polisi.


Mereka berempat menggunakan mobil Arman menuju ke kantor polisi,Ayu dan Hana yang sama-sama menggunakan kursi roda duduk di belakang ,Aditya dan Arman duduk di depan ,mobil membelah padat nya lalu lintas kota yang tak pernah sepi.


Tring,,,tring,,, Handphone Arman Berdering,ia masih sibuk membalap beberapa mobil di depan nya untuk segera sampai di kantor polisi,dibiarkan nya terus berdering,tak lama akhir nya mereka tiba di kantor polisi.


"Ya hallo,bagaimana,apa sudah kamu lakukan perintah ku?,bagus kalo begitu,"


Arman puas mendengar perintah nya sudah dilaksanakan dengan baik.


Ia membuka pintu belakang mobil untuk menurunkan Hana ,Aditya juga melakukan hal yang sama pada Ayu,Ayu dengan selendang dan kacamata hitam nya,sengaja berdandan seperti itu untuk menghindari berbagai tuduhan,ia memang akan membongkar rahasia nya pada publik tapi tidak sekarang.

__ADS_1


__ADS_2