
Pagi ini, selesai sholat subuh Alexis joging sebentar di taman kecil sekitaran perumahannya. Jam 6 lebih 15 menit, dia pulang untuk membersihkan diri dan bersiap-siap karena jam 8 nanti akan meeting bersama klien dari Surabaya untuk membahas perform tim nya di acara pembukaan mall baru milik pengusaha muda asli Malang, Maximus Bogdasha.
Alexis menggunakan celana jeans panjang yang membentuk tubuh indahnya,dipadu dengan atasan putih polos lengan panjang. Rambut hitam kecoklatannya di kuncir tinggi,memperlihatkan leher jenjangnya, ditambah high heels hitam 7cm, dan tas tangan logo H makin menambah aura kecantikannya.
Saat Alexis sedang menikmati sarapan yang sudah dibuat art nya, Aezar datang untuk menjemput.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, sarapan dulu, Bang." tawar Alexis.
"Tau aja, Al, gue belum sarapan." cengir Aezar sambil menarik kursi dan mengambil roti dan mengoles dengan selai coklat kesukaannya.
"Mba, tolong bikin coffee latte satu lagi ya?!" pinta Alexis.
Setelah menyeduhkan kopi, mba Surti menyuguhkan ke Aezar.
"Makasih, mba."
"Bocah masih tidur, Al?"
"Tadi sih jamaah bareng pas subuh, tapi gue tinggal joging,e h pas balik udah sepi aja di bawah. Tau deh, pada tidur lagi atau ngapain."
"Bang, kak Sofhia datang jam berapa buat nge-briefing anak-anak?" tanya Alexis tentang pelatih dancenya.
"Katanya sih jam 10 an, soalnya dia kan udah ada anak satu. Jadi, ngurus anaknya dulu."
"Ohhh, ok."
"Mba, nanti jam 9 an tolong bilangin anak-anak suruh ke studio soalnya ditunggu Kak Sophia disana. Bilangin juga, aku sama Bang Aezar nyusul setelah meeting. Terus, kalo mba udah selesai beberes sama nyuci langsung pulang aja, ga usah masak. Kunci bawa dulu, nanti biar aku atau anak-anak yang ngambil." pesan Alexis.
"Iya, teh. Oiya, kata emak yang kemarin makasih banyak teh. Semoga diganti dengan yang lebih sama ALLAH SWT."
"Aamiin."
Titip pesen sama emak teh, jaga kesehatan. Kalo mau, sering-sering maen kesini biar kita semua ngerasa masih punya ibu." Alexis menahan sedihnya, kehilangan mommy dan ibu pantinya membuat dia bisa jadi melankolis.
"Iya, teh. Nanti disampein ke emak."
"Ya udah yuk, Al, kita berangkat. Keburu siang, lumayan soalnya dari sini ke hotel tempat kita meeting."
"Lu yang bawa mobil ya, Bang." Alexis menyerahkan kunci mobilnya. Aezar pergi ke garasi, memanaskan mobil Honda Sportcar Hybrid yang terparkir mewah di rumah adiknya itu.
__ADS_1
"Mba, pergi dulu ya."
"Assalamualaikum." pamit mereka berdua serempak mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam." jawab mba Surti yang langsung menutup pintu garasi, dan masuk ke dalam rumah untuk menyelesaikan pekerjaannya.
*****
Dalam perjalanan, Alexis menyalakan rokoknya dan memulai pembicaraan.
"Ngobrol napa, Bang. Udah kayak abegeh pacaran tapi lagi musuhan, diem-dieman."
"Diiih, ogah gue pacaran ama lu. Lagian gue emang abg kali. Masih ganteng gini, buktinya Jovanka cinta ama gue?!" balas Aezar sambil menaik-naikan alisnya.
"Amit-amit Ya ALLAH, inget umur Bang.
"Iya, adek gue udah kayak gantungan, ga lu kawin-kawin."
"Lhaaaa, kan gue nungguin lu kawin sesuai janji gue ama alm Mama gue."
"Lu kapan sih, Al mau lepasin dia dari hati lu??"
"Udah ah, diem. Kalo ga, gue gorok gaji lu!!."
"Saaaadiiisssss maaaaaaaak."
45 menit kemudian, mereka sampai di hotel tempat meeting. Setelah menyerahkan kunci mobil ke petugas valley, Alexis dan Aezar melangkah menuju resto di lantai 5 dalam hotel tersebut. Mengedarkan pandangannya, Aezar melihat kliennya yang datang 2 orang, duduk di meja dengan spot menghadap jendela dan terlihat pemandangan Bandung yang indah.
"Selamat pagi, Mas Awan." sapa Aezar pada salah satu dari mereka.
"Pagi, Mas Aezar. Silahkan duduk." sambut Awan, manajer mall yang akan launching di Surabaya tersebut.
Sebelum duduk, Aezar menyalami satu persatu, dan memperkenalkan Alexis sebagai leader tim. Ya, jika untuk urusan pekerjaan, Aezar profesional. Tapi, diluar itu dengan bangga dia memperkenalkan dan mengakui Alexis adalah adiknya.
Setelah berkenalan satu sama lain, mereka duduk bersama. Memesan kopi yang memang kesukaan mereka berdua. Setelah pesanan datang, barulah mereka membicarakan proyeknya.
Pukul 11 siang, mereka sudah mendapatkan deal untuk harga perform dan akomodasi hotel yang memuaskan, dan mereka berdua memutuskan untuk undur diri.
"Ok, sampai ketemu satu bulan lagi di Surabaya ya Mas Awan dan Mas Rafli. Semoga CEO perusahaan Mas nya akan puas dengan perform dari kami."
"Terima kasih untuk jamuannya. Kalo misalnya hari ini masih di Bandung, boleh nih liat perform kami di Odeum Lounge, di PVJ." undang Alexis kepada kedua kliennya.
__ADS_1
"Wuiiih, boleh banget Mba. Itung-itung refreshing, nanti Mas Aezar shareloc aja ke saya." sahut Rafli membalas undangan Alexis.
"Ok, nanti saya share mas."
"Sekali lagi, terima kasih dan selamat siang."
"Siang, Mas. Siang, Mba." jawab mereka bersamaan.
Setelah meninggalkan kliennya, mereka berdua turun menggunakan lift dan menyerahkan kartu valley ke petugas.
Di dalam mobil, Aezar membuka suara.
"Kayak gimana ya, Al, CEO mereka?!"
"Auuuuuk. Bodo amat ah, ga minat gue, Bang. Kalo lu mau, buat lu aja tuh CEO." jawab Alexis enteng.
"Kampret lu. Ya kali, gue doyan ama terong. Hiiiiiiy!!" Aezar bergidik, dan disambut tawa lepas Alexis.
"Lagian, kurang kerjaan ngomongin orang."
'Lu kapan bisa lupain dia sih, Al?' gumam Aezar sambil melirik adiknya yang asik melihat keluar jendela mobil.
*****
Mereka sampai di studio latihan pukul 11.45, setelah memarkirkan mobilnya mereka pun masuk kedalam. Ternyata, tim mereka sedang melakukan latihan.
"Hai, Kak Sofhia. Apa kabar?" tanya Alexis, sambil memeluk pelatih sekaligus teman dekatnya itu.
"Alhamdulillah, Al, Kakak baik. Kamu gimana?" balas Sofhia, yang juga memeluk erat adik kelas SMA nya dulu. Mereka satu ekskul di sekolah, dan karena Alexis tahu bakatnya luar biasa makanya Sofhia ditawari untuk jadi pelatih mereka.
"Alhamdulillah, baik juga, Kak."
"Kok, udah langsung latihan aja, Kak?!"
"Iya, sambil nyari gerakan baru. Yaaa, anggep aja ini pemanasan lhaa yaaa."
"Bang Aezar apa kabar?"
"Kirain gue udah dianggep pajangan tembok, makanya ga ditanyain apa-apa."
"Alhamdulillah, seperti yang kamu liat. Aku baik dan sehat." jawab Aezar merentangkan tangan dan memeluk Sofhia.
__ADS_1
Selesai briefing dan sedikit latihan, jam 3 sore mereka pulang. Amare Dancer harus mempersiapkan diri untuk penampilan rutin setiap satu minggu sekali setiap pukul 12 malam, di Odeum Lounge.
*****