Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 10


__ADS_3

"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu kenyataannya aku turut bahagia mendengarnya Jeng Inggrid, tunggu aku sekitar setengah jam dari sekarang sudah sampai di sana, bye Jeng Inggrid, waalaikum salam," tuturnya Bu Mia sebelum menutup telponnya.


"Assalamualaikum," jawabnya Bu Inggrid.


Yudha mendapatkan promosi kenaikan jabatan di tempat ia bekerja karena berkat kerja kerasnya sendiri dan skill serta kemampuannya yang cukup memadai dan memumpuni itu sehingga ia mencapai karir dan prestasi yang cukup bagus.


"Syukur Alhamdulillah… walaupun seperti ini caranya anakku menikah karena ucapannya sendiri yang tidak masuk akal itu tapi, aku sangat bersyukur karena bisa memenuhi keinginanku selama ini," batinnya Bu Inggrid.


Bu Inggrid mulai menghubungi satu persatu semua anggota keluarganya baik yang tinggal di sekitar ibu kota atau yang berada di luar daerah atau pun yang kebetulan ada di Singapura dan juga Malaysia.


Hanya butuh waktu dua minggu ia harus persiapkan dengan baik dan matang-matang rencana pernikahannya Yudha duda tiga anak kembar itu.


Sedangkan Asti setelah memberikan nomor hpnya ke Mas Edi ia segera mengajak anak-anak kembali ke rumah Nyonya Inggrid karena mereka akan segera berangkat sekolah.


"Assalamualaikum," sapanya Asti saat melihat kalau Bu Inggrid sedang duduk di sofa ruang tamu bersama dengan dua orang yang tidak dikenalnya itu.


"Waalaikum salam," sahutnya mereka yang ada di dalam ruangan sambil melihat ke arah gadis yang baru masuk ke dalam rumah itu.


Bu Inggrid segera menyambut kedatangan mereka berempat," Asti sini nak, ada yang ingin bertemu dan berbicara dengan kamu," imbuhnya Bu Inggrid.


"Farhat, Farah dan Fatir kalian mandinya sama Mbak Anna saja dulu nanti Mbak Asti yang akan mengantar kalian ke sekolah," pintanya Asti dihadapan anak asuhnya sekaligus calon anak menantunya itu.

__ADS_1


"Baik Mbak, tapi janji yah akan antar kami dan tungguin kami juga sampai bubar sekolahnya kan?" Tanyanya Fatir yang sangat berharap kali ini permintaannya tidak ditolak.


Asti hanyalah menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permohonan mereka. Deteksi mereka setuju dan sepakat dengan perjanjian-perjanjiannya ketiga anak kembar itu berlomba berjalan cepat hingga masuk ke dalam kamarnya.


Jeng Mia menatap intens ke arah Bu Inggrid yang seolah meminta jawaban dari arti tatapan matanya Jeng Mia sahabat sekaligus pihak event organizer pernikahan yang akan merencanakan dan menyusun semua agenda akad nikahnya Yudha dengan Asti dua Minggu ke depan.


"Sini Nak! Duduk ada yang ingin Mama katakan padamu," ujarnya Bu Inggrid.


Asti menatap ke arah Bu Inggrid dan jika ia tidak salah dengar tadi Nyonya Inggrid tuan rumah," kenapa Bu Inggrid memangil namanya Mama di depanku dan memanggil aku anak padahal aku bukan anaknya, bukan juga keluarganya sedang aku hanya baby Sitter dari ketiga cucunya," batinnya Asti yang raut wajahnya keheranan.


"Jeng Mia! Kenalkan ini adalah calon menantuku, calon istrinya Baratayudha, bagaimana menurut Jeng Mia apa ia cocok jadi ibu sambung cucuku?" Tanyanya Bu Inggrid yang merangkul tangannya Asti hinhg mereka duduk saling berdekatan.


Bu Mia hanya sesekali tersenyum menanggapi perbincangan keduanya tanpa ada niat untuk menimpali percakapan mereka hanya bisa menyaksikan mereka.


"Asti, Mama ingin melamar kamu menjadi istrinya putraku Yudha sekaligus menjadi calon mamanya dari ketiga cucuku, apa kamu bersedia dan setuju dengan lamanya ku ini? Kalau kamu setuju insya Allah kita akan ke rumahmu besok yang di kampung dan bertemu langsung dengan kakek nenek kamu," jelasnya Bu Inggrid yang penuh harap agar Asti bersedia dan setuju menerima lamarannya itu.


Asti tak bisa berkata-kata lagi,ia cukup sangat terkejut dengan kenyataan yang ada di hadapannya, menurutnya itu sungguh diluar dugaan dan terlalu cepat baginya tapi, ia juga tidak mungkin menolak dan memupuskan harapan dari Bu Inggrid yang sudah sumringah bahagia dengan rencananya yang belum tentu jadi kenyataan.


"Ya Allah.. aku harus jawab apa? Disisi lain aku masih punya cita-cita untuk kuliah dan juga aku masih muda dan ingin mencari keberadaan kedua orang tuaku tapi, aku juga tidak mungkin membuat Nyonya Inggrid sedih dan merasa kecewa juga, aku harus bagaimana ya Allah…," gumamnya Asti yang sedang dilanda rasa bimbang dan juga ragu.


****************

__ADS_1


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.


I love you all readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


__ADS_2