
Beberapa menit kemudian, Asti sudah berada di hadapan Yudha dan sudah duduk di hadapan suaminya yang baru saja menjadi suaminya itu. Yudha tak berkedip melihat Asti yang sangat cantik dimatanya bahkan sampai ia pangling melihat perubahan Asti yang sangat ayu, menawan dan menarik hingga Yudha bahkan tidak menyadari jika senyuman terbit dari sudut bibirnya yang memuji kecantikan istri barunya sekaligus istri ketiganya dalam hidupnya.
"Gadis kampung ini sangat cantik, bahkan kalau boleh jujur dia lebih cantik dari pada Andien," gumam Yudha.
"Kenapa disaat aku melihat ke dalam bola matanya ada rasa teduh yang aku rasakan, wajahnya yang cantik ayu itu mampu membuat rasa lelahku menjadi bahagia, apa yang terjadi padaku? Kenapa bisa aku mengaguminya!" Batinnya Yudha saat ia melihat Asti berjalan ke arahnya yang diapit oleh Bibi Ani dan Bu Inggrid menuju altar pernikahan yang ditempati oleh Yudha.
Asti memperlihatkan senyuman termanisnya yang khusus dipersembahkan olehnya untuk pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
"Ya Allah… semoga apa yang aku lakukan hari ini bisa bernilai ibadah disisiMu ya Allah… aku berharap pernikahanku ini menjadi penyempurna ibadahku kepadaMu dan buatlah aku selalu tunduk dan patuh pada perintah suamiku yang Engkau ridhoi," batinnya Asti.
"Yudha berdiri dong sambut istrimu, masa hanya melotot dan menikmati indahnya wajahnya Asti!" Guraunya Bi Ani seraya tersenyum simpul.
"Iya nih, sepertinya ada orang yang awalnya enggak siap untuk nikah, tapi kalau seperti ini kayaknya mungkin! Ia menyesal dengan perkataannya dulu," candanya Bu Inggrid.
Semua tamu undangan dan sanak keluarga tersenyum dan tertawa terbahak-bahak mendengar candaan dari keduanya. Yudha dibuat salah tingkah gara-gara kelakar mamanya sendiri. Yudha hanya tersenyum cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Yudha pasangkan cincin ini dijari manis istrimu yang manisnya melebihi gula dan cincin ini," pintanya Bu Inggrid seraya menyodorkan sebuah kotak perhiasan emas 24 karat kehadapan Yudha.
Yudha tanpa menunggu lama segera mengambil cincin itu tanpa ragu dan menunggu lama.
"Asti naikkan jarinya ke hadapan suamimu," perintahnya Bi Ani.
__ADS_1
"Cincinnya sangat pas dan cocok kamu pakai Nak! Mama berharap kamu adalah istrinya yang terakhir dalam hidupnya Baratayudha Frans Adityaswara, Mama selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian dan semoga pernikahan kalian ini langgeng, sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek dan kamu Asti jadilah penyejuk hati untuk suamimu dalam keadaan apapun dan kamu putraku jadi lah suami yang selalu bertanggung jawab dan menjadi kepala keluarga yang selalu mencintai dan menjadi pelindung istrimu dalam keadaan apapun nantinya," tuturnya Bu Inggrid yang berpesan pada kedua anaknya tersebut.
"Insyaallah, Yudha akan menjadi suami yang seperti mama harapkan dan kamu istriku aku berharap tegurlah aku jika kelak aku salah jalan ataupun keliru memaknai perjalanan rumah tangga kita," imbuhnya Yudha.
Hati dan perasaannya Asti bergetar mendengar dia dipanggil istriku oleh Yudha. Hatinya menghangat seketika itu karena ini yang pertama kalinya ia rasakan.
"Aku berjanji insya Allah aku akan menjadi istri yang selalu bersamamu Mas dalam keadaan apapun dan selalu mendampingi hidupmu dalam suka maupun duka hingga hanya maut dan takdir Allah SWT yang akan memisahkan pernikahan kita," timpalnya Asti yang cukup dewasa memaknai pernikahannya padahal usianya baru menginjak 20 tahun.
Bu Minah berjalan ke arah kedua pasangan suami istri baru itu, ia tersenyum hangat ke arah keluarga besannya.
"Maaf menggangu, aku hanya ingin bertanya dan maafkan atas kelancanganku terlebih dahulu Bu Inggrid, saya selaku neneknya hanya ingin bertanya dan sekaligus menyampaikan cita-citanya Asti selama ini yang sebenarnya ia memilih untuk bekerja di Ibu kota Jakarta karena ingin melanjutkan pendidikannya, dan saya meminta kepada Ibu apa bisa mewujudkan impian dan cita-citanya Asti tersebut?" Tanyanya Bu Minah seraya memeluk tubuh cucu pertamanya itu.
Bu Inggrid tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Bu Minah," Kalau masalah itu semuanya saya serahkan kepada Yudha sebagai suaminya yang sudah bertanggung jawab atas hidupnya Asti, bagaimana putraku, apa kamu setuju dengan hal itu Nak?" Tanyanya Bu Inggrid sambil menatap intens anak tunggalnya itu.
Asti yang diperlakukan seperti itu, hatinya langsung menghangat seketika dengan sikap tulus yang ditujukkan oleh Yudha.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu Nak, nenek sangat bahagia mendengarnya, nenek bisa lega dan tenang melepas cucu pertamaku ini, dan kamu Asti ingatlah kamu adalah pakaian suamimu dan kamu Yudha pakaian istri kamu juga jadi nenek harap jangan sekali-kali gegabah dalam menjalani dan memaknai hidup rumah tanggamu suatu hari nanti," nasehat Bu Minah selaku Neneknya Asti.
Semua orang yang mendengar pembicaraan dan perbincangan mereka, dibuat cukup terharu dan bahagia. Harapan dan doa tulus satu persatu dari para tamu undangan dilayangkan dan dihaturkan khusus untuk kedua pengantin baru tersebut.
"Ya Allah… apakah ini cinta pada pandangan pertama kalinya yang terjadi padaku? Karena selama ini aku sama sekali tidak pernah terlalu memperhatikan wajahnya Asti, semoga aku bisa berlaku adil kepada keduanya karena tidak mungkin aku bisa memilih diantara mereka berdua, dua-duanya istriku, dua-duanya cantik semoga pernikahan kami hingga akhir waktu," batin Yudha yang sangat bahagia karena dalam sehari mendapatkan dua sekaligus istri.
__ADS_1
Dulu ia memilih untuk sama-sama mengakhiri pernikahannya dengan Adriana karena pernikahan mereka hingga jalan dua tahun tak ada rasa cinta sehingga keduanya memilih untuk mengakhiri pernikahannya itu dan lahirlah tiga anak kembar yaitu Farhat, Fatir dan Farah.
"Istrinya cukup cantik juga walaupun hanya gadis kampung, tapi mungkin goyangannya di ranjang aku lebih lihai," batinnya yang tersenyum penuh maksud.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.
I love you all readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
__ADS_1
Makasih banyak all readers… I love you all..
by Fania Mikaila Azzahrah