Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 22


__ADS_3

Tok.. tok… tok


Suara ketukan pintu dari luar membuat mereka harus melerai pelukannya dan Andien segera duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerjanya Yudha.


Yudha dan Andien segera memutuskan kemesraannya karena tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan pribadinya di saat Andien akan mengecup bibir seksinya Yudha.


"Andien! Tolong cepat duduk dan kamu harus berpura-pura membuka berkas yang kamu bawa tadi agar tidak ada yang curiga dan mengetahui jika sedang melakukan hal yang mereka sama sekali tidak ketahui," imbuhnya Yudha yang segera merapikan jasnya dan juga posisi duduknya.


Andien menurut apa yang perintahkan oleh suaminya itu,ia juga buru-buru mengancing beberapa pasang kancing bajunya yang sempat terlepas gara-gara ulah dari tangan nakal suaminya akibat ulahnya sendiri yang mulai memancing suaminya untuk berbuat nakal.


"Ya Allah… semoga bukan Asti yang datang membawa makanan yang saya pesan tadi pagi, entah kenapa sudah satu minggu ini, aku sama sekali tidak ingin makan makanan yang bukan dibuatkan oleh tangannya sendiri Asti," batinnya Yudha.


Yudha segera berjalan ke arah pintu ruangan pribadinya, ia sedikit was-was dan menggemaskan siapa orang yang sudah mengetuk pintu ruangan menejer pemasaran.


"Aku berharap yang datang itu adalah maduku, Asti istrinya suamiku aku ingin ia tahu apa yang kami lakukan di belakangnya," Andien membatin sembari tersenyum penuh maksud.

__ADS_1


"Aku berharap pernikahan kalian selalu seperti ini, tidak ada duka air mata yang menyelimuti kehidupan rumah tangga kalian," batinnya Bu Inggrid Kansil yang melihat intens ke arahnya anak menantunya yang sedang sibuk mengisi beberapa makanan ke dalam wadah khusus yang sangat cocok untuk ia pakai sebagai bekal makan siangnya Yudha.


"Semoga pernikahan kalian selanakalu seperti ini penuh rasa bahagia, tidak ada duka air mata yang menyelimuti kehidupan rumah tangga kalian," batinnya Bu Inggrid Kansil yang melihat intens ke arahnya menantunya yang sedang sibuk mengisi beberapa makanan ke dalam wadah khusus yang sangat cocok untuk dipakai sebagai bekal makan siangnya Yudha.


Bu Inggrid jika mengingat pernikahan putra semata wayangnya itu yang sudah kandas karena keputusan mereka berdua untuk memilih perceraian dan mengakhiri hubungan pernikahan mereka yang hanya baru jalan tiga bulan tersebut.


"Aku pamit ijin ke atas dulu Mama, saya ingin mengganti pakaianku sebelum berangkat ke kantor," ijinnya Asti lalu berjalan ke kamarnya setelah berpamitan kepada ibu mertuanya.


"Silahkan Nak, usahakan kamu memakai make up yang paling bagus agar suamimu tidak akan berpaling pada ataupun mengalami kebosanan juga yang bisa berakibat fatal," imbuh Bu Inggrid yang berharap apa yang diinginkannya bisa dialami oleh anak tunggalnya dengan istrinya.


I love you all readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:


__ADS_1


Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, Rabu, 23 November 2022

__ADS_1


__ADS_2