
"Mas harus secepatnya ke sana jangan sampai mereka memarahi Mas lagi," ujarnya Andien sembari berjalan ke arah luar kantornya Yudha dengan tatapan liciknya.
Yudha berjalan cepat meninggalkan ruangannya bersama dengan Andien yang masih betah di dalam sana. Andien memiliki rencana yang licik setelah mengetahui jika Asti Istri sah suaminya akan datang ke kantor tersebut.
"Aku harus melakukan satu cara agar Asti sadar diri dan mengetahui jika aku juga Istrinya Mas Yudha, sepertinya dan mungkin hari ini adalah yang paling tepat untuk mengumumkan pada dunia kalau aku adalah istri keduanya Yudha dan aku mau lihat setelah ini apa Asti akan masih bertahan mendampingi Yudha atau tidak," gumamnya Andien yang tertawa terbahak-bahak.
Setelah meninggalkan dapur, Asti bergegas menuju kamarnya. Ia tidak melupakan apa yang diperintahkan oleh Mama mertuanya untuk tampil cantik dan berbeda dari hari biasanya.
"Apa yang dikatakan oleh Mama benar adanya, karena menurut aku banyak diluar sana suami yang tergoda dengan wanita pelakor karena istrinya yang tidak tahu cari cara agar suami tidak merasa bosan dan jenuh," batinnya Asti.
Berselang beberapa menit kemudian, ia sudah siap dengan pakaian yang cukup bagus dan cantik berbeda dari hari biasanya. Bu Inggrid yang kebetulan tanpa sengaja melihat anak menantunya berjalan menuruni undakan tangga.
"Ternyata ia juga bisa mengerti dengan apa yang aku katakan tadi, kamu harus seperti ini terus Nak, dunia sekarang kejam tidak seperti indahnya sinetron yang setelah dihina dan suaminya selingkuh hidupnya akan berubah menjadi seorang wanita sukses," cicit Bu Inggrid yang tersenyum bahagia.
Asti yang melihat Mama mertuanya duduk di depan televisi, ia segera berjalan lalu tanpa segan meraih tangan ibu Inggrid untuk ia cium.
"Ma! Aku ke kantornya Mas Yudha dulu yah, tapi tolong jagain di kembar karena mungkin dari kantor aku mau ke kampus," ucapnya saat berpamitan dengan ramah.
Bu Inggrid tersenyum simpul melihat anak menantu kesayangannya itu," ia kamu fokus kuliah dan jaga suami kamu dari tatapan mata genit saja, masalah rumah serahkan semuanya pada Mama yang akan mengurusnya," imbuhnya Bu Inggrid tersenyum ramah.
"Assalamualaikum," tuturnya Asti yang berjalan ke arah pintu depan yang kebetulan Mang Joko sudah menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Nyonya Muda kita langsung ke kantornya Tuan Yudha atau ke langsung kampus?" Tanyanya Mang Joko saat membukakan pintu mobil untuk Asti.
"Kita ke rumah sakit dulu Mang, masih banyak waktu juga setelah dari dokter kita ke kantornya Mas Yudha baru itu Mamang antar saya ke kampus," jelasnya Asti yang selalu tersenyum.
Mang Joko segera menyalakan stok kontak mobilnya dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh Asti istri dari atasannya itu.
"Sedari tadi aku perhatikan Nyonya Asti semakin cantik saja seperti ada yang lain dari biasanya, kalau menurut aku sih ini bagus agar Tuan Yudha tidak lagi berhubungan dengan teman satu kantornya," batinnya Mang Joko yang ternyata diam-diam mengetahui jika Yudha memiliki hubungan khusus dengan salah satu teman kerjanya di perusahaan Intex Sanitex Group.
Asti membuka kaca jendela mobilnya, ia lebih menyukai angin alami dari pada dinginnya air conditioner AC ruangan mobilnya.
"Aku harus memastikan betul apa yang terjadi padaku, karena sudah hampir dua bulan ternyata aku belum datang tamu bulanan, semoga saja apa yang aku pikirkan menjadi kenyataan, kabulkan segala hajat kami ya Allah… sudah hampir lima bulan kami menikah tapi, aku juga belum hamil, walaupun kami sudah memiliki anak tapi sungguh sangat beda aku rasakan kebahagiaannya jika bukan anak dari rahimku sendiri, aku sudah bahagia memiliki anak dari suamiku tapi, hati kecil ini menginginkan juga kehadiran buah hati dan buah cinta kami," Asti membatin seraya mengelus perutnya yang sangat berharap jika Ia sudah hamil anaknya Yudha.
Berselang beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan salah satu rumah sakit swasta yang tidak terlalu jauh jaraknya dari perusahaan tempat Asti bekerja.
Mang Joko segera memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pengguna kendaraan roda empat.
"Mang, tunggu aku yah, semoga prosesnya tidak lama," tutur Asti disaat sudah bersiap turun dari mobilnya.
"Siap Nyonya Muda, kalau Nyonya butuh apa-apa jangan ragu untuk menelpon yah!" Pintanya Mang Joko sembari menaruh tangannya di dekat telinganya seolah-olah seperti seseorang yang sedang menelpon saja.
Asti tersenyum dan cukup terhibur dengan aksi dan tingkah lakunya Mang Joko supir pribadinya yang baru dipekerjakan ketika ia sudah resmi menjadi istrinya Yudha.
__ADS_1
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.
I love you all readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Cinta Pertama
Dewa dan Dewi
Makasih banyak all readers… I love you all..
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Takalar, Jumat, 25 November 2022