
Bu Inggrid bersosialisasi dengan anggota keluarganya Asti dan juga dengan anggota masyarakat yang ada di sekitar rumah yang disewanya selama mereka berada di kampung tersebut hingga acara adat istiadat pernikahan sudah selesai.
"Besok, aku harus mencari alasan yang paling bagus agar mereka tidak curiga jika aku pergi sementara waktu," gumamnya Yudha yang duduk di dalam kamarnya tanpa ada niat untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Aku harus mencari alasan yang paling tepat untuk keluar rumah menemui Andien sebelum acara akad nikah aku dengan Asti, tapi siapa yang bisa membantuku untuk melancarkan rencanaku ini," Gumamnya sembari berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
Hingga pukul 1 dini hari, Yudha masih belum bisa memejamkan matanya karena hingga detik itu juga ia belum menemukan solusi yang tepat. Dering hpnya berbunyi nyaring yang mampu membuyarkan lamunannya.
"Siapa sih nelpon malam-malam begini? Apa enggak punya kerjaan apa!" Gerutunya Yudha.
Yudha memperhatikan seksama nama orang yang menelponnya hingga sudut bibirnya tersungging keatas karena ia mendapatkan ide yang bagus dan cemerlang untuk mensukseskan rencananya esok pagi sebelum acara akad nikahnya dengan Asti.
"Halo! Ada apa?" Ketusnya Yudha.
"Hehehe maaf Abang, aku hanya ingin menyampaikan jika besok pagi sebelum jam 11 pagi aku akan menjemput Abang untuk mengantar Abang ke salon tempat make up untuk pengantinnya," jawabnya Resky dari balik telponnya.
"Sepertinya kesempatan ini bisa aku manfaatkan agar Resky bisa mengantarku ke tempat acara akad nikah ku dengan Andien," batinnya sembari senyuman penuh arti terbit dari sudut bibirnya itu.
"Bagaimana Abang,apa setuju dan siap untuk aku jemput besok?" Tanyanya Resky yang mengulang perkataannya untuk memastikan apa calon pengantin prianya setuju atau tidak.
"Oke, aku setuju asalkan kamu datang sebelum jam 9 pagi karena aku ingin menemui kawan aku yang kebetulan juga ada di sini, kamu mau kan bantuin aku untuk antarin ke rumahnya?" Tanyanya balik Yudha sambil membuka jendela kamarnya karena cukup gerah dengan cuaca malam itu.
"Sip Abang, aku akan antar Abang besok ke manapun tujuannya Abang yang penting bersedia menikahi teman aku Asti," imubhnya sembari tersenyum cengengesan.
"Kalau gitu aku tutup telponnya, besok aku tunggu kamu jam 8 pagi jangan sampai terlambat datang," timpalnya Yudha lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa mengucapkan salam perpisahan.
"Ya Allah… Abang Yudha nutup telponnya tak pamit segala beri salam kek, apa itu Sekedar basa basi gitu," ketusnya Resky.
Yudha akhirnya bisa terlelap juga dalam tidurnya. Ia mulai bisa bernafas lega dan bisa memejamkan matanya dengan damai dan tenang hingga masuk kedalam buaian mimpinya.
__ADS_1
Ayam jantan berkokok lantang pertanda sang fajar telah menyingsing. Sang raja siang telah memperlihatkan keperkasaannya pagi itu.
Asti sejak jam 4 subuh sudah terbangun, ia melaksanakan shalat subuh dan shalat sunah dua rakaat sebelum berangkat ke salon tempat make up-nya.
"Ya Allah… lancarkan lah akad nikah kami dan jadikanlah pernikahanku ini bentuk ibadahku kepadaMu ya Robbi, dan jadikanlah aku istri yang selalu patuh kepada suamiku dan jadikanlah pernikahanku sakinah mawadah warahmah," Lirihnya Asti.
Semua anggota keluarganya sudah sibuk mengurus dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk melangsungkan akad nikah mereka. Tak terkecuali di rumah yang ditempati oleh segenap anggota keluarganya Yudha beserta mama dan ketiga anak kembarnya yaitu Farhat,Farah dan Fatir.
"Yudha apa kamu sudah siap Nak?" Tanyanya Bu Inggrid di depan pintu kamarnya putra tunggalnya itu.
By Hana yang melihat kakak iparnya mengetuk pintu anaknya itu segera menghampiri Bu Inggrid.
"Mbak! Yudha sudah berangkat ke salon sekitar satu jam yang lalu," jelasnya Bu Hana.
Bu Inggrid melihat ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya itu," tumben ia gercep amat, mungkin sudah kebelet pengen kawin jadi sudah tidak sempat untuk pamit dan memberitahukan aku kalau ia sudah berangkat ke sana," guraunya Bu Inggrid.
"Biasa lah Mbak anak muda jaman sekarang maunya serba instan dan cepat," timpalnya Bu Hana yang tersenyum tipis.
Sedangkan di tempat lain, Resky sudah menunggu Yudha sekitar 15 menit lalu tapi belum ada tanda-tanda akan keluar dalam rumah yang bercat hijau itu.
"Bagaimana pak Yudha apa sudah siap menikah dengan Nona Andien?" Tanyanya Pak Penghulu tersebut.
"Siap dan tolong cepat Pak karena saya masih ada urusan penting lagi," tampiknya Yudha yang sudah tidak sabaran.
Andien sedari tadi senyumannya tidak pernah pudar tersungging dari wajahnya," akhirnya aku menjadi Nyonya Muda Yudha, jadi mulai sekarang aku tidak perlu kekurangan uang lagi untuk shopping ke mall dengan gajinya yang cukup besar itu, Walaupun aku hanya jadi istri siri tapi itu tidak masalah bagiku, asalkan aku memiliki hatinya bukan wanita lain," batinnya Andien.
Berselang beberapa menit kemudian,kata sah meluncur dari mulutnya Pak Adi selaku penghulu yang ditunjuk oleh Yudha untuk menikahkan mereka berdua.
Raut wajahnya yang terpancar rona bahagia dari Andien, sedari tadi memeluk posesif pinggangnya Yudha. Tapi, Yudha segera melepaskan pelukannya Andien.
__ADS_1
"Tolong! Berhati-hatilah bersikap jika masih ingin menjadi istriku lebih lama dari hari ini," gerutunya Yudha.
Andien hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Yudha dan tidak ingin berdebat yang paling penting ia sudah menjadi istrinya Yudha.
"Ya Allah… Abang Yudha kok lama banget bertamu nya yah? Sudah sejam lebih aku menunggunya tapi Batang hidungnya belum nampak juga," dengusnya Resky yang menatap ke arah pintu rumah dan ia melihat ada perempuan yang memakai kebaya pengantin warna jingga dengan seorang bapak yang memakai kopiah membawa beberapa berkas.
"Semoga saja Resky tidak mencurigai apa yang aku lakukan di dalam sini,jika sampai ia tahu hancur sudah hidupku," Yudha membatin.
"Seingatku tadi tidak ada perempuan dan bapak-bapak yang masuk ke dalam sana, apa yang mereka lakukan yah?" Gumam Resky.
Lamunannya buyar ketika Yudha sudah duduk di dalam mobilnya dan sedikit menutup rapat pintu mobil dengan sedikit kuat hingga mampu membuat Resky kembali ke alam sadarnya.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.
I love you all readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Cinta Pertama
__ADS_1
Makasih banyak all readers… I love you all..
by Fania Mikaila Azzahrah