Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 17


__ADS_3

"Ya Allah… apakah ini cinta pada pandangan pertama kalinya yang terjadi padaku? Karena selama ini aku sama sekali tidak pernah terlalu memperhatikan wajahnya Asti, semoga aku bisa berlaku adil kepada keduanya karena tidak mungkin aku bisa memilih diantara mereka berdua, dua-duanya istriku, dua-duanya cantik semoga pernikahan kami hingga akhir waktu," batin Yudha yang sangat bahagia karena dalam sehari mendapatkan dua sekaligus istri.


Dulu ia memilih untuk sama-sama mengakhiri pernikahannya dengan Adriana karena pernikahan mereka hingga jalan dua tahun tak ada rasa cinta sehingga keduanya memilih untuk mengakhiri pernikahannya itu dan lahirlah tiga anak kembar yaitu Farhat, Fatir dan Farah.


"Istrinya cukup cantik juga walaupun hanya gadis kampung, tapi mungkin goyangannya di ranjang aku lebih lihai," batinnya yang tersenyum penuh maksud.


Pernikahan adalah ikatan suci antara dua insan manusia tapi apa jadinya jika, seorang pria dalam sehari menikahi dua orang wanita dengan berbagai alasan yang jelas berbeda.


Rona bahagia jelas terpancar dari wajahnya Asti sedangkan Yudha yang awalnya sangat menentang keinginan dari mamanya untuk menikahkan dirinya dengan pengasuh dari ketiga anak kembarnya, sekarang berubah menjadi rasa bahagia dalam hidupnya karena mendapatkan istri yang cantik, baik, sholeha dan juga tentunya masih tersegel berbeda halnya dengan Andien yang jelas-jelas seorang janda.


Waktu terus berlalu, hingga jam di dinding menunjukkan pukul tujuh malam. Suasana rumah Asti sudah sepi, hanya tersisa beberapa orang saja yang masih membantu neneknya untuk membersihkan seluruh ruangan bekas dari hajatan.


Bu Inggrid dan rombongan anggota keluarganya sudah bubar dan pulang ke penginapan yang disewanya sedangkan sang manten baru berada di dalam kamar pengantin.


Yudha duduk berselonjor kakinya di atas ranjang sederhana milik Asti yang masih berhiaskan pernak pernik pengantin. Yudha sibuk memainkan gawainya yang sebenarnya sedang saling membalas chat dari Andien istri keduanya itu. Sedang Asti membersihkan seluruh tubuhnya di dalam kamar mandi lalu bersiap untuk tidur.


Lima hari sebelumnya,Asti mendapatkan beberapa wejangan, les khusus dari bibi, nenek dan sepupunya yang sudah menikah. Mereka memberikan nasehat kepada Asti bagaimana cara mempertahankan hubungan pernikahan agar pernikahan awet, langgeng dan tidak ada rasa bosan di dalamnya.


Betapa terkejutnya Asti saat melihat isi dari paper bag yang diberikan oleh Bibinya yaitu Ani. Ia tidak menyangka jika bibinya akan memberikan hadiah seperti itu.


"Ini pakaian apa? Kok Bibi Ani belikan pakaian seperti ini, apa ia tidak tahu kalau aku pakai pakaian seperti ini bisa Mas Yudha marah dan pastinya aku akan sangat malu.


Asti mengangkat pakaian yang sangat kekurangan bahan itu di depan kedua matanya. Ia tersenyum antara kaget,lucu, heran dan tidak bisa membayangkan jika dirinya memakai pakaian itu.


"Semoga saja Mas Yudha tidak marah jika aku memakai pakaian ini," gumamnya Asti yang tersenyum malu-malu.


Asti segera memakai pakaian lingerie seksi itu lalu memoles wajahnya dengan sedikit make up tipis dan terkesan alami dan natural membuat wajahnya semakin nampak muda saja.

__ADS_1


Asti membuka sedikit pintu kamarnya karena ia mengganti pakaiannya di sebelah kamar adik sepupunya itu sehingga dengan tepaksa menutupi pakaian itu dengan hijab yang cukup besar sehingga lututnya pun tertutupi jadi tidak ada yang tahu dan melihatnya berpakaian seksi.


Asti membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya masih asyik bermain hp. Asti menghembuskan nafasnya dengan sedikit lega karena kedatangannya di dalam kamar tidak dirasakan oleh Yudha saking asyiknya bermain hp.


"Mas Yudha! Aku matiin lampunya yah!" Ujarnya Asti di samping suaminya.


Yudha yang mendengar perkataan dari istrinya itu hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkannya perhatiannya dari hpnya. Asti merasa bahagia karena Yudha tidak melihatnya berpakaian yang sangat seksi dan transparan.


Asti naik ke ranjangnya lalu bersiap untuk tidur,"Bismillahirrahmanirrahim," cicitnya Asti lalu memejamkan matanya dan berbaring memunggungi Yudha.


Karena ranjangnya bergoyang, Yudha melirik sekilas ke arah Asti. Matanya membelalak dan melotot saking tidak percayanya melihat Asti yang memakai pakaian yang sangat seksi di sampingnya yang sudah berbaring membelaianginya.


Tanpa menunggu lama dan membuang waktu Yudha langsung menerkam istrinya yang begitu cantik dan sempurna penampilannya malam pertama mereka.


"Asti! Apa kamu sudah siap menyerahkan semuanya pada Mas?" Tanyanya Yudha yang bola matanya sudah berkabut gairah yang sangat menginginkan istrinya saat itu juga.


Yudha mengendus rambut panjangnya Asti hingga turun ke tengkuk lehernya jenjangnya Asti," aku sangat menyukai baumu sayang, kamu sangat wangi dan menggoda jiwaku meronta-ronta menginginkan kamu memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang suami tapi, maaf mungkin apa yang Mas akan lakukan ini adalah sedikit sakit, jadi kamu harus sabar dan menahannya, Mas akan melakukan dengan sangat hati-hati dan pelan saja kok,"jelasnya Yudha yang tangannya sudah membuka tali pusat pengait pakaian tidurnya Asti.


Asti kadang memalingkan wajahnya ke arah lain karena sangat malu dan tidak berani menatap langsung ke dalam bola mata suaminya.


"Ya Allah… semoga apa yang kami lakukan malam hari ini bernilai ibadah di sisiMu ya Allah… jadikanlah keluargaku sebagai penyempurna ibadahku dan apa yang akan aku lakukan bernilai pahala," batinnya Asti.


Yudha memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Yudha awalnya bermain lembut dan menjelajah setiap inci tubuhnya Asti hingga tubuhnya Asti menggelinjang kegelian menahan sensasi yang sama sekali tidak dan belum pernah Ia rasakan dan lakukan selama ini dalam hidupnya.


Asti menahan perih,sakit,ngilu dan rasanya yang bercampur menjadi satu bagian. Yudha awalnya mengecup sekilas keningnya Asti dengan penuh kasih sayang. Lalu turun ke bagian paling inti dan sensitifnya Asti. Yudha bermain di sekitar daerah itu dengan pelan dan bergantian memainkan keduanya.


"Kalau ingin berteriak, mendesah silahkan saja sayang, anngap saja yang diluar itu tidak mendengar suaramu dan apa yang kita lakukan," pintanya Yudha yang tersenyum penuh maksud.

__ADS_1


Asti hanya mengigit pelan ujung bibirnya jika merasakan keanehan dan kegelian akibat dari ulah mulut, lidah dan jarinya Yudha di atas tubuhnya itu.


"Ternyata emang enak yah jika mendapatkan gadis yang masih perawan, sudah tiga kali aku menikah tapi, dengan Asti baru aku merasakan rasa dan nikmatnya baru buka segel dan aku lah pria yang paling merasa beruntung di dunia ini," gumam Yudha yang sangat menikmati keindahan hutan belantara yang belum tersentuh oleh siapapun.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.


I love you all readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, Minggu, 20 November 2022

__ADS_1


__ADS_2