Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 30


__ADS_3

"Sebaiknya kita masuk ke rumah dulu,nanti Bapak akan jelaskan siapa saya," jelas Pria itu.


Asti menatap intens ke arah pria itu yang sudah berjalan ke arah dalam rumahnya. Asti terus menatap ke arah pria itu tanpa berkedip, dia masih kebingungan dengan suasana yang terjadi kenapa bisa ia salah masuk mobil.


"Ya Allah… sepertinya aku salah masuk mobil, apa aku ikut ke dalam rumahnya bapak itu, tapi jika kelurganya menganggap aku pelakor gimana?" Asti semakin dilema antara tetap duduk di dalam kursi jok mobil atau masuk ikut bersama dengan bapak itu.


Asti begitu terkejut dan kebingungan sendiri akibat ulahnya sendiri yang salah masuk mobil karena kurang hati-hati dan tidak memeriksa detail mobil yang dimasukinya itu.


"Maaf Mbak mau diluar saja berdiri sampai kakinya kram dan karieses! Padahal kamu cantik sayang banget kalau harus seperti itu!" Candanya Pak Danuaji Marten.


Asti yang sedang melamun memikirkan kemungkinan dan apa yang menyebabkan ia salah masuk mobil buyar begitu saja karena candaan dari Pak Danu.


"Tapi! Pak saya kesini tanpa sengaja dan saya sama sekali tidak berniat untuk bertamu hanya saja saya keliru jadi…," ucapannya terpotong ketika seorang perempuan kepalanya menyembul keluar dari balik pintu berdaun dua itu.

__ADS_1


Keduanya terkejut setelah mereka saling bertatapan saling menelisik satu sama lain dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Tapi Asti pakai hijab jadi hingga ujung hijabnya saja.


"Ya Allah… kenapa wajahnya ada kemiripan denganku diwaktu aku masih muda dulu! Apa mungkin semua ini hanya kebetulan saja, tapi katanya orang di seluruh belahan dunia ada sekitar lima orang yang kemungkinannya ada kemiripannya, bisa jadi hal itu terjadi padaku," batinnya perempuan itu yang entah ada hubungan apa dengan pak Danuaji.


"Apa yang terjadi dengan ibu ini? Kok dia menatap aku seperti itu, apa jangan-jangan ia mengira aku akan menggoda Pak Danu yah! Kalau seperti itu waduh gawat!" Batinnya Asti.


"Hemm!!! Kenapa kalian berdua hanya berdiri di pintu saja, sayang ajak masuk dong tamu kita!" Imbuhnya Pak Danu yang sudah berganti pakaian hari-hari.


Orang yang dipanggil sayang itu lamunannya segera buyar lalu tersenyum cengengesan,," hehehe maaf Mas aku termenung melihat wajahnya tamu kita yang begitu cantik alami tanpa polesan make up yang berlebih-lebihan apa lagi ia sangat cantik dengan memakai hijab," elaknya Bu Wulandari Nasution Marten.


"Aku akan menyelidiki siapa dia, karena entah kenapa kalau aku melihat ke dalam bola matanya seolah aku sangat mengenalnya dan hati nuraniku mengatakan jika aku mengenalnya, semoga saja hasilnya sesuai dengan apa yang aku rasakan dan sesuai dengan feelingku," batin Bu Wulan.


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Kau Bahagiaku


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama


Meraih Cintanya

__ADS_1



Makasih banyak all readers… I love you all..


__ADS_2