
"Asti, Mama ingin melamar kamu menjadi istrinya putraku Yudha sekaligus menjadi calon mamanya dari ketiga cucuku, apa kamu bersedia dan setuju dengan lamanya ku ini? Kalau kamu setuju insya Allah kita akan ke rumahmu besok yang di kampung dan bertemu langsung dengan kakek nenek kamu," jelasnya Bu Inggrid yang penuh harap agar Asti bersedia dan setuju menerima lamarannya itu.
Asti tak bisa berkata-kata lagi,ia cukup sangat terkejut dengan kenyataan yang ada di hadapannya, menurutnya itu sungguh diluar dugaan dan terlalu cepat baginya tapi, ia juga tidak mungkin menolak dan memupuskan harapan dari Bu Inggrid yang sudah sumringah bahagia dengan rencananya yang belum tentu jadi kenyataan.
"Ya Allah.. aku harus jawab apa? Disisi lain aku masih punya cita-cita untuk kuliah dan juga aku masih muda dan ingin mencari keberadaan kedua orang tuaku tapi, aku juga tidak mungkin membuat Nyonya Inggrid sedih dan merasa kecewa juga, aku harus bagaimana ya Allah…," gumamnya Asti yang sedang dilanda rasa bimbang dan juga ragu.
"Asti! Ibu akan ke kampung halamannya kamu untuk menemui kakek dan nenekmu, rencananya ingin melamar kamu langsung di hadapan mereka, Ibu berharap kamu setuju dengan permintaanku ini," pintanya Ibu Inggrid yang sangat berharap kepada Asti seraya menggenggam tangannya Asti.
Sedangkan Asti malah terdiam seribu bahasa dan hanya sorot matanya yang menyiratkan jika ia tidak bisa langsung memutuskan begitu saja.
"Maaf Nyonya Besar, saya bukannya menolak ataupun menerima lamarannya Nyonya tapi, saya serahkan semuanya di hadapan nenekku biarkan lah beliau yang memutuskan semuanya kalau mereka setuju insya Allah aku pun setuju," ujarnya Asti sambil menundukkan wajahnya yang tersipu malu.
"Oke, kalau begitu besok pagi kita berangkat ke kampung dan ibu harap kamu segera mengabari keluarga yang ada di sana jika, saya dan putraku akan datang ke sana untuk meminangmu menjadi anak menantuku sekaligus menjadi ibu sambung ketiga cucuku," imbuhnya Bu Inggrid yang tersenyum sumringah.
Sedangkan di tempat lain seseorang sedang pusing karena kekasihnya yang baru beberapa bulan ini minta dinikahi olehnya.
"Sayang, apa permintaanku ini sangat berat sehingga kamu tidak bisa berbicara sedikitpun?" Tanyanya Astrid yang mulai jengah melihat Kekasihnya itu.
Yudha mengelus wajahnya dengan gusar. Ia sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku yang salah kemarin aku berhubung dengannya lupa memakai pengaman, sial! Benar-benar hari ini aku cukup pusing dihadapkan pada dua masalah yang cukup besar," Umpatnya Yudha.
__ADS_1
Yudha menarik tubuhnya Astrid ke dalam pangkuannya itu," sayang bukannya aku tidak mau untuk menikahimu lagian aku kan baru sekali melakukannya bersamamu belum tentu juga kan kamu hamil lagian baru dua minggu, jadi kemungkinannya kan kita belum tahu apa positif atau negatif," bujuknya Yudha seraya mengelus dengan lembut penuh kasih sayang rambutnya Astrid.
"Sial! Kalau seperti ini aku tidak bisa memaksa Yudha untuk menikahiku, apa aku ambil saja testpack nya Mbak Aini yang tadi pagi mengecek kehamilannya," batinnya Astrid.
"Aku bisa dipancung kalau mama mengetahui perbuatanku bersama dengan Astrid, ini semua gara-gara waktu itu rekan bisnis yang menawarkan minuman beralkohol hingga aku mabuk berat dan harus terbangun dalam keadaan yang sudah tidak memakai apapun, tapi saat itu aku sama sekali tidak mengingat sedikit pun saat aku berhubungan dengan Astrid," Yudha membatin yang berusaha untuk mencoba mengingat beberapa hal yang mungkin tiba-tiba muncul dalam ingatannya saat itu.
"Jadi, gimana nih kan Mas sendiri orang pertama yang melakukan itu bersamaku selama ini aku belum pernah dengan pria lainnya, kalau Mas tidak menikahiku sama saja masa depan aku hancur dan tidak mungkin ada pria lain yang rela menikahiku," rengeknya Astrid yang memelas di hadapan Yudha agar keduanya keinginannya terpenuhi.
"Oke, berikan aku waktu beberapa hari untuk berpikir kalau sampai dua minggu hasilnya sudah ketahuan positif aku pasti akan nikahi kamu tapi, aku minta padamu jangan tuntut aku untuk menikahimu secara resmi cukup nikah siri saja karena aku tidak mau membuat mamaku marah dan masa depanku jadi taruhannya, apa kamu setuju sayang dengan permintaanku ini?" Tanyanya Yudha yang bertanya apa kah setuju dengan persyaratan yang diberikan oleh Yudha.
Astrid tidak langsung menjawab pertanyaan dan permintaan dari kekasihnya itu ia harus mempertimbangkan dengan baik," sepertinya ini lebih baik daripada harus tidak dinikahi olehnya mumpung Mas Yudha sudah naik jabatan mo istri sah atau istri siri kan tetap dapat uang,"
"Baiklah aku setuju dengan persyaratan yang Mas ajukan, tapi aku mau dua minggu dari sekarang Mas harus nikahi aku dan saya tidak menerima penolakan lagi," timpalnya Astrid.
Yudha kembali teringat dengan perkataan mamanya tadi pagi jika ia dan mamanya besok pagi akan segera melamar Asti baby Sitter ke tiga anak kembarnya.
"Aku serasa ingin berteriak kencang, ini karena aku yang terlalu bodoh," makinya Yudha.
Pengumuman!!!!!
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..
__ADS_1
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
****************
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Second Life Love..
Tetap dukung SLL yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah..
I love you all readers...
__ADS_1