Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 14


__ADS_3

"Semoga saja Resky tidak mencurigai apa yang aku lakukan di dalam sini,jika sampai ia tahu hancur sudah hidupku," Yudha membatin.


"Seingatku tadi tidak ada perempuan dan bapak-bapak yang masuk ke dalam sana, apa yang mereka lakukan yah?" Gumam Resky.


Lamunannya buyar ketika Yudha sudah duduk di dalam mobilnya dan sedikit menutup rapat pintu mobil dengan sedikit kuat hingga mampu membuat Resky kembali ke alam sadarnya.


Tatapan matanya tajam menelisik satu persatu orang yang keluar dari dalam rumah bercat hijau itu," aku kira orang yang berada di dalam hanya beberapa orang ternyata ada lebih sepuluh orang," gumamnya Resky.


"Ingat jangan pernah ada orang lain yang tahu jika kami telah menikah siri, aku harap kalian bisa jaga rahasia ini hingga sampai kapan pun," pintanya Yudha di hadapan para saksi dan Pak penghulu yang sengaja ia bayar agar tutup mulut dan menikahkannya.


"Baik Tuan, Anda tidak perlu khawatir dan mencemaskan tentang kerahasiaan apa yang kita lakukan hari ini, karena aku jamin semua yang hadir di dalam sini tak akan ada yang berani berbicara dan membuka mulutnya," jawab Pak Gani sebagai saksi wali hakim.


"Makasih banyak bapak-bapak atas bantuannya, karena bantuan bapak akhirnya saya sudah resmi menjadi istrinya Yudha," imbuhnya Andien yang tersenyum penuh kebahagiaan.


Berselang beberapa menit kemudian, tinggallah Yudha dengan Istri sirinya. Senyuman manis tak pernah pudar dari wajahnya Andien.


Hari yang telah lama aku tunggu akhirnya datang juga, untuk sementara aku tidak akan menunjukkan wajahku di depan istri sah dan Mama mertuaku, aku cari aman saja dulu tapi, jika ada kesempatan yang bagus barulah aku membuka dan membongkar semuanya, karena aku tidak ingin menjadi istri simpanan mulu," batinnya Andien.


Andien maju ke hadapannya Andien,ia langsung mengecup keningnya Andien dengan penuh kemesraan. Ia tak ragu lagi melakukan hal apapun diatas tubuhnya Andien karena sudah halal dan sah menjadi pasangan suami istri.


"Sayang, aku menuntut hakku saat ini juga sebelum pulang ke tempat acara, bolehkan? Tanyanya Yudha yang sudah mulai membuka semua kancing resleting kebaya pengantin modern yang dipakainya Andien.


Andien tidak mau kalah, bahkan ia lebih dominan dalam permainan mereka pagi itu. Sedang Resky dibuat ketiduran gara-gara terlalu lama menunggu Yudha selesai dengan pekerjaan dan urusannya. Pagi itu menjadi saksi penyatuan dua insan dalam ikatan yang sudah resmi walaupun hanya sebatas nikah siri saja.

__ADS_1


Sentuhan lembut dari jari jemarinya Yudha mampu membuat Andien terbang melayang hingga de sa han dan suara sen sual meluncur dari mulutnya. Begitupun sebaliknya yang dilakukan oleh Andien, dengan lemah gemulai tangannya mengusap sekujur tubuhnya Yudha serta memainkan bulu halus yang ada di dada bidangnya Yudha.


Dengan penuh rasa sensasi yang berbeda dibanding dengan hubungan intim mereka yang pertama kali saat Yudha mabuk.


"Kamu semakin cantik dan seksi saja sayang, aku sangat menyukai permainanmu hari ini," racau Yudha.


"Kamu juga suamiku, aku buat kamu tak mampu berpijak pada tanah saking terbuai aku dalam keindahan sentuhanmu ini," timpalnya Andien sambil memainkan bagian dada datar nan sispek miliknya Yudha.


Mereka melakukannya hingga berulang kali sampai mereka sama-sama menikmati indahnya kebersamaan dan kasih sayang mereka pagi itu. Hingga suara dering hpnya mampu menyadarkan Yudha jika ia sedang ditunggu untuk melangsungkan akad nikah untuk kedua kalinya hari ini juga.


"Tolong lepas tangannya sayang, aku harus balik sudah hampir jam 11 nanti Mama curiga lagi dengan apa yang kita lakukan, dan pesanku jangan sekali-kali kamu hubungi nomorku jika bukan aku yang duluan menghubungi nomor kamu, ingat itu jika kamu ingin terus menjadi istriku!" Gertak Yudha.


Andien hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan persyaratan yang diajukan oleh Yudha suaminya itu. Yudha segera berjalan ke arah dalam kamar mandi,ia cukup cepat membersihkan seluruh tubuhnya karena takut jika kepergiannya menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan dari semua anggota keluarganya yang hadir di kampung halamannya Asti.


Yudha menepuk pelan pipinya Resky tapi cara itu tidak berhasil," ini anak tidur, pingsan atau sudah mati sih!" Gerutunya Yudha lalu menggoyangkan tubuhnya Resky dengan sedikit lebih kuat dari sebelumnya.


Apa yang dilakukan oleh Yudha cukup berhasil, Resky akhirnya terbangun juga dari tidurnya.


"Maaf Abang keenakan tidur, capek nunggu Abang soalnya," jawabnya Resky sembari tersenyum cengengesan.


"Cepat jalankan mobilnya, sebelum Mamaku menelpon dan marah-marah gara-gara kamu yang terlalu lama ketiduran," ketusnya Yudha.


"Ya elah, aku yang seharusnya ngomel-ngomel gitu malahan ia yang marah-marah, bukannya terbalik!" Umpatnya Resky seraya menetralkan perasaannya yang baru saja terbangun dari mimpi indahnya itu.

__ADS_1


Berselang beberapa saat kemudian,mobil mereka sudah melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi hingga membelah jalan perkampungan yang cukup bebas dari kemacetan seperti yang terjadi di ibu kota Jakarta.


"Ya Allah… Yudha kemana sih! Kenapa perginya lama banget, padahal sadari empat jam yang lalu ia pergi," cicitnya Bu Inggrid yang berjalan ke sana kemari mondar-mandir di hadapan beberapa orang yang sudah siap mengantar sang calon pengantin ke rumahnya Asti.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.


I love you all readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


__ADS_2