Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 23


__ADS_3

Bu Inggrid jika mengingat pernikahan putra semata wayangnya itu yang sudah kandas karena keputusan mereka berdua untuk memilih perceraian dan mengakhiri hubungan pernikahan mereka yang hanya baru jalan tiga bulan tersebut.


"Aku pamit ijin ke atas dulu Mama, saya ingin mengganti pakaianku sebelum berangkat ke kantor," ijinnya Asti lalu berjalan ke kamarnya setelah berpamitan kepada ibu mertuanya.


"Silahkan Nak, usahakan kamu memakai make up yang paling bagus agar suamimu tidak akan berpaling pada ataupun mengalami kebosanan juga yang bisa berakibat fatal," imbuh Bu Inggrid yang berharap apa yang diinginkannya bisa dialami oleh anak tunggalnya dengan istrinya.


Pintu itu terbuka lebar dan muncullah seseorang yang sedari tadi mengetuk pintu.


"Pak Yudha, Anda di tunggu di ruang rapat sekarang juga, tolong secepatnya ke sana jika tidak CEO akan marah," jelas sekretarisnya yang sedikit jengah melihat Yudha karena sedari tadi dihubungi nomor hpnya tapi selalu dirijeck.


Shela menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki Andien dengan tatapan menyelidiknya.


"Kenapa yah beberapa hari ini aku melihat Andien sering datang ke sini setiap jam istirahat dan selalu aku perhatikan raut wajahnya lain-lain, semoga saja hanya dugaanku ini yang tidak beralasan, ya Allah… maafkanlah aku yang sudah berfikiran jelek," batinnya Shella sebelum meninggalkan ruangannya Yudha.


Sedang Andien yang ditatap seperti itu hanya tersenyum menanggapi tatapan tajam dari Sheila.


"Aku akan memperlihatkan kepadamu aku siapanya Yudha tapi,bukan sekarang," Andien membatin dengan senyuman yang penuh maksud.

__ADS_1


Sebelum membuka pintu itu tangannya Sheila sudah berada di kenop pintu ia menoleh ke arah Yudha," Pak Yudha tolong kalau ditelpon itu diangkat segera pak jangan main dimatikan mulu hpnya," ketus Sheila kemudian menutup rapat pintu depan sedikit keras.


Yudha malah terbengong mendengar perkataan dari Sheila salah satu sahabat baiknya yang kebetulan Sheila bekerja di sana juga. Yudha malah tidak mengerti dengan perkataan dari Sheila sekretaris dari CEO nya. Ia malah seperti yang orang kebingungan saja.


"Aku sama sekali tidak memegang hp, kok Sheila ngomongnya gitu yah?" Cicitnya sambil menatap intens ke arah Andien.


Sedang yang ditatap hanya mengangkat kedua bahunya seolah ia juga tidak mengerti. Padahal ia yang sedari tadi menekan tombol merah jika hp suaminya berdering karena melihat Asti yang kebetulan menelpon dan beberapa kali berdering dan mengira jika Asti terus menerus yang menelponnya.


Andien segera merubah nada dering hpnya Yudha diam-diam agar supaya tidak ketahuan oleh Yudha jika pelaku kekacauan tersebut adalah istrinya sendiri.


"Mas harus secepatnya ke sana jangan sampai mereka memarahi Mas lagi," ujarnya Andien sembari berjalan ke arah luar kantornya Yudha dengan tatapan liciknya.


"Aku harus melakukan satu cara agar Asti sadar diri dan mengetahui jika aku juga Istrinya Mas Yudha, sepertinya dan mungkin hari ini adalah yang paling tepat untuk mengumumkan pada dunia kalau aku adalah istri keduanya Yudha dan aku mau lihat setelah ini apa Asti akan masih bertahan mendampingi Yudha atau tidak," gumamnya Andien yang tertawa terbahak-bahak.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.


I love you all readers...

__ADS_1


Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama


Dewa dan Dewi



Makasih banyak all readers… I love you all..

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, Jumat, 25 November 2022


__ADS_2