
Pernikahan mereka seperti layaknya pernikahan normal lainnya di luar sana. Ada kalanya mereka makan bersama di rumah ataupun memilih di luar bersama ketiga anaknya. Asti bangun pagi hari ini karena akan menyajikan makanan untuk sarapan pagi suaminya beserta anak-anaknya.
Yudha mengerjapkan kedua matanya ia melihat ke arah sampingnya tapi, sudah tidak menemukan keberadaan istrinya.
"Asti kemana? Emangnya sekarang jam berapa?" Gumamnya sambil melirik ke arah jam yang terpasang dengan kuat di dinding rumahnya.
Jam menunjukkan angka enam, id segera bangkit dari tidurnya lalu bergegas ke dalam kamar mandi karena ia harus buru-buru berangkat ke kantornya karena hari ini harus mengadakan dan mengikuti rapat di kantornya.
Setelah menyantap makanan siang mereka, rombongan bertolak dari kampung S menuju pulau ibu kota Jakarta melalui jalan darat. Hanya butuh lima jam waktu tempuh perjalanan mereka
Asti dan suaminya Yudha hanya berdua saja dalam mobil. Sedangkan triple F bersama neneknya Bu Inggrid dan bibi Ani. Masih ada sekitar lebih sepuluh mobil lainnya yang ikut dalam rombongan mereka.
"Sayang, kalau sampai di ibu kota kamu mau kuliah di mana?" Tanyanya Yudha yang sekedar berbasa-basi karena melihat Asti yang seperti masih malu-malu jika harus memulai perbincangan ringan diantara mereka.
Yudha melirik sekilas ke arah istrinya yang sesekali menatap ke arah luar jendela menikmati perjalanannya saat itu. Tangannya Yudha masih asyik menyetir mobilnya.
Asti menatap ke arah suaminya sambil berjalan tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya itu," rencananya sih Mas kampus yang dekat dari rumah saja supaya pulang perginya lebih mudah Mas," jawabnya Asti.
__ADS_1
"Kalau menurut Mas, ini sekedar usulan saja kamu kuliahnya di dekat tempat kerjanya Mas saja kebetulan ada universitas terbaik juga di sekitar sana, lulusannya juga bagus-bagus kalau menurut Mas, tapi Mas serahkan semuanya di tangan kamu bagaimana baiknya saja, kalau kuliah di sana kita bisa berangkat bareng," usulnya Yudha yang berbicara sambil mengemudikan mobilnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya yang sore itu sudah nampak ramai dipadati pengendara mobil lainnya.
"Aku serahkan sama Mas saja bagaimana baiknya, karena aku yakin apa yang Mas putuskan pasti yang terbaik untukku," timpalnya Asti.
"Kalau seperti itu, Mas putuskan kamu kuliah di sana saja yang dekat dari kantornya Mas, insya Allah hari senin nanti Mas akan antar kamu mendaftar kamu perlu persiapkan berkas yang dibutuhkan dengan kesiapan diri kamu sendiri," ujarnya Yudha.
Yudha yang awalnya sangat menentang rencana pernikahannya yang diusulkan oleh Bu Inggrid mamanya sendiri sekarang telah berubah, walaupun ia sempat menikahi Andien sebagai istri sirinya tapi,apa yang dirasakan oleh Yudha saat bersama dengan Asti dan Andien serta mantan istri pertamanya itu pun sangat berbeda. Walaupun mereka sama-sama cantik.
"Ya Allah… semoga aku bisa berlaku adil pada kedua istriku walaupun keadilan itu hanya milik Engkau ya Allah… tapi aku akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada keduanya," batinnya Yudha yang kadang memegang genggaman tangannya Asti lalu mengecupnya.
Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai di Ibu Kota Jakarta dengan selamat, beberapa mobil rombongan sudah berpisah dengan mereka. Karena akan kembali ke rumah masing-masing. Bu Inggrid sangat bersyukur karena anggota keluarganya bisa diandalkan dan meluangkan waktunya untuk menghadiri dan mengantar Yudha hingga ke pelaminan.
Dengan bekerja keras banting tulang berjualan lewat online hingga mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi lagi hingga detik ini menjadi seorang menejer pemasaran disalah satu perusahaan terbesar dan terbaik di Indonesia.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.
I love you all readers...
__ADS_1
Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Cinta Pertama
Makasih banyak all readers… I love you all..
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Takalar, Selasa, 22 November 2022